Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Cerita Sebenarnya Perihal Lagu Jauh dan Perempuan Bernama Gaby

OPINI | 09 November 2012 | 13:44 Dibaca: 5410   Komentar: 0   0

Tidak sengaja penulis berjumpa Rifai di Gruzy Café Makassar. Dia sedang bercanda bersama adik dan teman-temannya. ‘Tak tampak masalah yang membebaninya. Dia santai, tertawa lepas.

Rifai atau akrab dipanggil Pay adalah pencipta asli sebuah lagu bagus berjudul Jauh. Lagu tersebut pertama kali dinyanyikan oleh Caramel Band di sebuah acara yang diadakan kelompok pencinta alam Sang Dipa, Stimik Dipanegara, Makassar, tahun 2004 silam.

Oleh Pay, aksi tersebut direkam dan kemudian diupload di internet dan menyebar. Nama filenya: Jauh - Caramel (Sang Dipa). Di Makassar, lagu tersebut menyebar di radio-radio dan menjadi terkenal antara tahun 2005 dan 2006. Penulis sendiri biasa mendengarnya saat browsing di warnet.

Masalah muncul pada tahun 2009, lagu tersebut terkenal di seluruh Indonesia dan dinyanyikan oleh Caramel Band yang personalnya bukan Pay dan teman-temannya, tapi Caramel Band asal Surabaya. Sengketa pun terjadi antara Caramel Makassar dengan Caramel Surabaya dan menjadi berita hangat di info-tai-nment. Nagaswara, perusahaan rekaman yang menyebarkan lagu tersebut, juga bersuara blak-blakan.

Cerita mistis perempuan bernama Gaby pun dibalut ke lagu tersebut. Tahun 2010, lagu Jauh dan sosok Gaby dikonversi menjadi sebuah filem berjudul Gaby. Di Makassar, meskipun promosi filem tersebut besar, tapi tidak mendapat sambutan antusias.

Penasaran dengan sikap Pay, penulis pun bertanya ke seorang teman yang kebetulan akrab dengan Pay perihal masalah sebenarnya dari lagu Jauh. Teman itu bercerita bahwa sebenarnya Pay yang salah, dia sudah terikat kontrak dengan Nagaswara tapi kemudian beralih ke perusahaan rekaman lain. Nagaswara yang ‘tak mau kehilangan untung pun menyebarkan lagu tersebut dengan membentuk band lain bernama sama, Caramel. Dan begitulah seterusnya……Adapun cerita mistis tentang perempuan bernama Gaby, hanyalah cerita omong kosong belaka!

Di jaman digital saat ini, bisnis lagu memang bisnis menguntungkan. Satu lagu bagus bisa meraup omzet hingga milliaran rupiah, melalui Ring Back Tones (RBT), CD, kaset, dan lainnya. Perusahaan rekaman adalah motornya. Makanya, kalau ada lagu bagus, mereka tidak akan melepaskannya begitu saja, meskipun dengan cara-cara yang kejam.

Mungkin karena itu pulalah sebagian musisi memilih jalur independen (indie). Mereka tidak mau berurusan dengan perusahaan rekaman. Band-band seperti Naif, Netral, Efek Rumah Kaca, adalah sebagian dari musisi itu.

Jalur independen punya penggemar tersendiri; bahkan sangat fanatik. Mereka pun ‘tak sungkan mencaci band indie yang membelot ke perusahaan rekaman, semisal The Changcuters.

Lagu bagus…perusahaan rekaman…musisi…milliaran rupiah…inilah bisnis uang!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paser Baroe, Malioboronya Jakarta …

Nanang Diyanto | | 24 November 2014 | 14:09

Catatan Kompasianival: Lebih dari Sekadar …

Ratih Purnamasari | | 24 November 2014 | 13:17

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Pak Mendikbud: Guru Honorer Kerja Rodi, Guru …

Bang Nasr | | 24 November 2014 | 11:48

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 5 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 8 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Komunikasi Orang Tua dan Remaja Macet? …

Endah Soelistyowati | 8 jam lalu

Meladeni Tantangan Thamrin Sonata di …

Tarjum | 9 jam lalu

Mari Berpartisipasi Berbagi bersama Sanggar …

Singgih Swasono | 9 jam lalu

IKMASOR DIY Desak MOU Pendidikan dan …

Arkilaus Baho | 9 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: