Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Erry Sunarli

Vice President at Multinational Company

Perusahaan PMA Korea di Indonesia

OPINI | 02 January 2013 | 09:56 Dibaca: 1997   Komentar: 0   1

Perusahaan PMA Korea di Indonesia

Era Globalisasi telah membawa berbagai perusahaan multinasional beroperasi di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.

Bukan rahasia lagi, bahwa perusahaan multinasional memberikan beberapa kelebihan dibanding perusahaan biasa seperti kesempatan dikirim sebagai ekspatriat ke luar negeri, menawarkan gaji yang lebih tinggi ditambah berbagai fasilitas dalam bentuk materi seperti jaminan kesehatan, bonus-bonus, tunjangan, maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan diluar negeri.

Dalam satu dasawarsa terakhir, kita menyaksikan penyebaran kekuatan ekonomi telah bersebar ke Asia. Peranan beberapa negara macan Asia: Jepang, Korea, dan China akan semakin besar di kawasan ini maupun dunia. Toyota telah menggeser General Motor, Samsung telah menjadi raja industri elektronik dunia dan China menjadi nomor satu pertumbuhan ekonominya ditengah krisis global.

Perusahaan multinasional Jepang, Korea, dan China telah lama tumbuh dan berkembang di Indonesia. Menurut JETRO, ada sekitar 1200 perusahaan Jepang beroperasi di Indonesia dan akan terus tumbuh tiap tahunnya. Perusahaan Korea di Indonesia saat ini berjumlah 1400 perusahaan. Dan ratusan perusahaan China akan menanamkan investasinya di Indonesia dalam waktu-waktu mendatang.

Perusahaan Korea yang berinvestasi ke Indonesia semakin banyak. Dalam tiga tahun ke depan investasi Korea ke Indonesia sekitar $10 milyar. Gurita bisnis Korea di Indonesia terus melebar. Beberapa sektor yang menonjol adalah masuknya Posco, perusahaan baja yang akan bekerjasama dengan PT. Krakatau Steel Tbk, demikian juga masuknya raksasa ritel Korea Lotte Group yang mengakuisisi PT Makro Indonesia dengan nilai sekaitar $220 juta.

Samsung dan LG adalah dua raksasa elektronik dari Korea yang menguasai pasar Indonesia. Menurut lembaga riset asal Jerman, Growth for Knowledge (GfK), pada tahun 2009, Samsung dan LG menduduki urutan teratas untuk 9 kategori produk elektronik.

Jika tidak ada masalah yang berkaitan dengan isu-isu ketenagakerjaan (buruh), law enforcement dan infrastruktur, dapat dikatakan, dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan Korea di Indonesia akan terus bertambah.

Karekter perusahaan multinasional Korea tidak jauh berbeda dengan perusahaan Jepang. Biasanya mereka lebih mengutamakan kerja team, memperhatikan sikap atau prilaku dan sangat disiplin. Pada umumnya di perusahaan multinasional Korea yang lebih muda atau junior amat menghormati senior atau orang yang berumur lebih tua. Adalah hal yang tabu bagi mereka jika melawan kata-kata dari orang yang lebih tua.

Sekitar 1400 Perusahaan Korea di Indonesia

Menurut Korea Chamber of Commerce and Indutry - Indonesia, saat ini terdapat sekitar 1400 perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia. Mulai dari perusahaan global kelas dunia seperti Samsung, LG, Hyundai, sampai perusahaan menengah dan kecil. Perusahaan Korea di Indonesia memperkerjakan sekitar 500,000 tenaga kerja di Indonesia, mulai dari level direktur, manager hingga ke level karyawan biasa, umumnya berlokasi di daerah Jabotabek. Jumlah warga Korea yang menetap di Indonesia pun cukup banyak yakni 30,000 orang yang merupakan populasi orang asing terbesar di Indonesia.

Walaupun muncul belakangan, perusahaan Korea berhasil membuktikan dirinya sejajar dengan perusahaan kelas dunia lainnya. Produk buatan Korea, khususnya elektronik hampir bisa ditemukan di setiap rumah tangga di seluruh dunia. Bahkan beberapa brand Korea telah mengalahkan brand Jepang yang lebih dulu hadir dan menguasai dunia. Seperti Samsung yang menggeser dominasi Sony. Ataupun LG yang amat dominan di Indonesia.

Bagaimana budaya perusahaan Korea ini?

Banyak perusahaan Korea dipengaruhi oleh kultur confusian yang kental. Perusahaan Korea umumnya memiliki sistem hirarkhi yang tinggi dan terdesentralisasi dalam beberapa orang key people termasuk para manager yang bisa membuat keputusan. Semua deskripsi kerja, kewenanangan, dan hubungan kerja antara atasan dan bawahan didasari oleh senioritas. Walaupun banyak sekali orang Korea yang mengenyam pendidikan di Barat, norma-norma sosial Confusian masih amat dominan.

Istilah Dalam Budaya Korea

- Koenchanayo bahasa dari korea Selatan yang maknanya toleransi atau menghargai orang lain.

- Kibun artinya kebanggaan. Dalam konteks bisnis seseorang harus menghormati orang lain dan menghindari tindakan yang menyebabkan orang lain kehilangan muka.

- Inhwa yang artinya keharmonisan. Dalam kultur bisnis Korea tercermin dalam rasa setia terhadap perusahaan, kepatuhan serta perilaku karyawan

- Confucianism adalah filosophy yang mempengaruhi banyak orang Korea dalam kehidupan keluarga, sosial dan bermasyrakat.

- Hahn, berarti energy hidup untuk mengejar pendidikan, kerja keras, disiplin, melakukan pengorbanan demi kesejahteraan keluarga atau bangsa.

- Jeong do Management, yakni menciptakan nilai bagi pelanggan dan menghormati martabat manusia. Merupakan philosopy perusahaan Korea LG group.***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Mudik? Optimalkan Smartphone Anda! …

Sahroha Lumbanraja | | 23 July 2014 | 02:49

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: