Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Joko Nugroho

Ketahui sesuatu, berbagi yang sudah diketahui untuk kepentingan orang banyak

Mengenal Keuntungan dan Kelemahan Sistem Lelang

OPINI | 19 January 2013 | 21:52 Dibaca: 1967   Komentar: 0   0

Beberapa orang mungkin menganggap bahwa sistem lelang selalu berkonotasi negatif. Ya, tidak jarang berpikir begitu karena menganggap bahwa sesuatu yang dilelang biasanya karena si empunya barang tidak sanggup membayar utang / tagihan dan sebagainya. Hal inilah yang menyebabkan barang yang dimilikinya harus dilelang. Memang pandangan tersebut ada benarnya dan tidak sepenuhnya salah. Pada faktanya ada lelang yang memang terjadi karena hal tersebut. Namun untuk mengenal lebih jauh tentang lelang dan apa saja cakupannya, mari kita telisik terlebih dahulu apa pengertian lelang berdasarkan pada Undang-undang Pemerintah Indonesia yang memang sudah diatur oleh pemerintah, yakni sebagai berikut:

  1. Pemenkeu RI Nomor 40/PMK.07/2006, yang menyatakan seperti ini:
    Lelang adalah penjualan barang yang terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertulis dan atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi yang didahului dengan pengumuman lelang.
  2. UU Nomor 19 Thn 2000 Pasar 1 sub 17, menyatakan bahwa:
    Lelang adalah penjualan barang di muka umum dengan cara penawaran harga secara lisan dan atau tertulis melalui usaha pengumpulan calon pembeli atau peminat.

Oleh karena itu, dari pengertian lelang di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa lelang adalah penjualan barang secara terbuka kepada khalayak ramai dengan penawaran dilakukan secara lisan atau tulisan atau gabungan keduanya. Harga pun bisa meningkat atau malah menurun dimana tentunya diberi tahu bahwa akan ada pelelangan.

Jenis-jenis Lelang dan Keuntungannya

Seperti yang disinggung di awal artikel ini, lelang tidak sepenuhnya hanya tentang utang-piutang yang tidak bisa dilunaskan oleh pihak pengutang. Terdapat beberapa jenis lelang yang kadang beberapa di antaranya dilakukan untuk mendapatkan transparansi harga makanya dilakukan lelang. Berikut beberapa jenis lelang yang perlu kita ketahui:

  1. Lelang non-eksekusi sukarela
    Lelang ini merupakan penjualan barang secara terbuka dimana memang didasarkan pada kesukarelaan pemiliknya atau memang atas dasar kehendak si pemilik baik perseorangan atau pihak perusahaan. Harga limit pun bersifat terbuka dan bisa juga bersifat rahasia.
  2. Lelang non-eksekusi wajib
    Lelang ini merupakan penjualan barang yang dipunyai oleh pihak pemerintah daerah atau[un negara atau Badan Usaha Milik Negara/Daerah oleh karena adanya peraturan perundangan yang memang mewajibkan dilakukan penjualan. Ini sesuai dengan peraturan dalam UU No. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara.
  3. Lelang eksekusi
    Lelang eksekusi adalah lelang yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan atau keputusan pengadilan yang bertujuan untuk penegakan hukum. Mengapa? Ini karena pihak debitur tidak bisa melaksanakan janjinya. Harga limit pada lelang ini bersifat terbuka dan tidak rahasia.

Nah, Anda yang ingin melaksanakan lelang ataupun ikut dalam lelang, berikut beberapa keuntungan lelang bagi Anda sebagai pihak penjual ataupun jika menjadi peserta / pembeli:

  1. Barang yang dilelang memiliki aspek hukum yang terjamin, berikut juga dengan pihak penjual dan transaksi yang akan dilakukan. Alasannya adalah karena telah menjalani proses pemeriksaan sebelum dilakukan lelang terhadap legalitas aset tersebut sehingga dijamin tidak akan terjadi masalah pada hari ke depannya.
  2. Lelang dilaksanakan secara cepat dan ekonomis serta dalam tempo sesingkat-singkatnya untuk mengurangi biaya pemeliharaan, penyimpanan serta pemasaran. Oleh karena itu, biasanya harga barang lelang tidak dihitung lagi dengan biaya-biaya seperti itu sehingga sering lebih murah.
  3. Lelang bersifat terbuka dan objektif, oleh karena itu diberikan pengumuman lebih dahulu. Peserta pun dapat melakukan penawaran harga.
  4. Barang memang optimal, khususnya bagi pihak penjual karena apabila peserta lelang banyak maka peluang melewati harga limit bisa terjadi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

ISIS: Dipuja atau Dihindari? …

Baskoro Endrawan | | 26 July 2014 | 02:00

Mudik Menyenangkan bersama Keluarga …

Cahyadi Takariawan | | 26 July 2014 | 06:56

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

ASI sebagai Suplemen Tambahan Para Body …

Andi Firmansyah | | 26 July 2014 | 08:20

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 12 jam lalu

Risma dan Emil Lebih Amanah Dibanding …

Leviana | 12 jam lalu

Analisis Prosedur Sengketa Hasil Pilpres …

Muhammad Ali Husein | 13 jam lalu

Jokowi: The First Heavy Metal’s …

Severus Trianto | 15 jam lalu

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: