Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Tri Lokon

menyukai fotografi, traveling, sastra, kuliner, menulis, dan wisata

Amerika Import Makanan Kucing (Fishmeal) dari Bitung

HL | 26 January 2013 | 12:41 Dibaca: 1045   Komentar: 0   4

13591782502105940627

Ikan Tuna, Yang Diterima Di Atas 0,5 kg

Tulisan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang fieldtrip rombongan siswa kami (Jumat, 25/1) ke tempat pengolahan dan pengalengan ikan tuna di Jalan Raya Madidir, Bitung Sulawesi Utara.

Banyak manfaat yang kami dapatkan setelah kunjungan itu. Wawasan kami bertambah terutama prosessing dan pengolahan dari ikan tuna mentah menjadi siap saji dalam kemasan kaleng ukuran eksport atau ukuran dalam negeri.

Soal standard quality tidak diragukan lagi karena melalui pengujian dan pengawasan dari lembaga internasional dan bersertifikat HACCP (Hazard Analysis abd Critical Control Point). Bahkan limbahpun diolah dalam Wacth Water Treatment (WWT) seperti yang dikaji oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) sebagai syarat AMDAL.

13591783741167929401

Sortir Ikan

1359178400728185575

No Pass No Pay

“Pangsa pasar terbesar dari produk kami adalah Amerika (80%) selebihnya Inggris (20%). Kami kirim atas permintaan Deepblue dengan ukuran kaleng besar. Satu kardus isi 6 kaleng. Rumah sakit yang banyak minta karena selain bergizi tinggi tetapi praktis siap pakai dan expire-nya bisa 5 tahun” jelas Bu Lus Mandolang, supervisor HRD yang mengantar kami keliling pabrik.

“Permintaan pasar Amerika memang besar. Karena itu target kami sehari memproduksi 100 ton. Untuk mencukupi pasar, kami memiliki 90 kapal yang siang malam secara bergantian menangkap ikan di perairan Sulawesi ini. Bersyukur ikan Tuna yang hidup bergerombol di kedalaman laut hingga 1 km itu banyak diapat di perairan Sulawesi. Meski demikian, lokasi bertelur, tumbuh besar dan siap ditangkap berpindah-pindah tempatya. Para nelayan sudah tahu soal itu” lanjut Ibu Lus Madolang.

Label nama untuk produk lokal atau yang lempar ke pasar dalam negeri ada empat jenis Pantai Manado, Isabella, Frabella dan Marina. Semuanya diolah dalam bumbu khas Manado (cita rasa kuliner daerah) seperti Woku, Tuna Cabe, Bumbu Nasi Goreng. Setiap kaleng berat bersihnya 180g. Bobot Tuntas 130g. Saran penyajiannya bisa langsung dimakan dengan nasi hangat atau langsung digoreng bersama nasi. “Sangat praktis dan membantu penghuni kost” ujarnya sambil tersenyum bangga.

1359178448722637436

Sudut Pabrik

1359178739304552470

Dermaga Ikan Menyatu Dengan Pabrik

“Untuk ikan yang dieksport ke luar negeri ada dua jenis permintaan. Yang pertama, daging tuna putih yang dikalengkan dengan ukuran besar 605 ml, Dan satu kardus berisi 6 kaleng. Yang kedua, Amerika minta daging coklatnya saja untuk diolah menjadi makanan kucing atau fishmeal. Kami melayani permintaan mereka karena nilai ekonomi cukup menggembirakan” ungkap Ibu Lus yang membuat kami sedikit tercengang setelah menyebut makanan kucing itu ternyata diambil dari pabrik Bitung.

Tak hanya itu, rupanya sisa-sisa ikan tuna (kepala, ekor, kulir, tulang duri, atau ikan yang teluka) bermanfaat untuk diolah menjadi barang produktif. Hanya ditambah buntil kelapa dan jagung, kemudian diproses bersama sisa-sisa ikan tadi, jadilah pakan ternak ikan (semacam pelet). “Ikan makan ikan” celetuk spontan Jeffry.

13591785032014808983

1 Kardus Isi 48 Kaleng

13591785691591724763

Kemasan Kaleng

13591786001435022514

Labelnya Pantai Manado

13591786401279212579

Dibuka, Langsung Dimakan

Pengolahan daging putih ikan tuna yang sudah dibersihkan dan kemudian dioven atau steam (setiap kali disteam mencapai 500 kg). Dari proses itulah keluar minyak ikan yang menjadi bahan dasar untuk bahan komestik. “Semuanya sudah ada pasarnya kami tinggal menunggu pembeli yang datang sendiri” cerita Ibu Lus yang memiliki jumlah pegawai total 1600 orang.

Setelah selesai diberi penjelasan di ruang meeting, kami mencicipi produk PT. Sinar Pure Foods yang langsung dibuka dari kaleng di hadapan kami. Karena penasaran, incip-incip itu meludeskan ikan tuna yang dikeluaran dari kaleng. Tampak mereka menikmati makanan ikan tuna kaleng dengan lahapnya.

“Kami beli 1 dus karton buat oleh-oleh di kantor” lalu Jimmy merogoh kantong mengeluarkan uang sebanyak Rp. 370.000,- Per dos isi 48 kaleng dengan berat 1 kaleng 180 gram. “Sebenarnya Isabella lebih murah, per kaleng Rp 4.800,- Hanya kehabisan stock. Cuma yang masih ada stock berlabel Pantai Manado” kata petugas koperasi di gedung muka pabrik.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan di Bandara Sydney Ekstra Ketat …

Tjiptadinata Effend... | | 20 November 2014 | 18:49

Divisi News Anteve Diamputasi! …

Syaifuddin Sayuti | | 20 November 2014 | 22:45

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08

Monas Kurang Diminati Turis Asing, Kenapa? …

Seneng Utami | | 20 November 2014 | 18:55

Panduan Mengikuti Kompasianival 2014 …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19


TRENDING ARTICLES

Islah DPR, Pramono Anung, Ahok, Adian …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

Putra Kandias, Kini Ramai Dibully Karena …

Djarwopapua | 13 jam lalu

Ahok, Gubernur Istimewa Jakarta …

Rusmin Sopian | 13 jam lalu

Kesalahan Jokowi Menaikan BBM …

Gunawan | 17 jam lalu

“Orang Jujur Kok pada Dimusuhin” …

Herulono Murtopo | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Hidup Tak Hanya Soal ‘Aku’. By …

Rahman Patiwi | 8 jam lalu

Batam: Menapaki Jejak Sendu Manusia Perahu …

Fajr Muchtar | 8 jam lalu

Metro TV, TV-nya Pemerintah …

Syaf Anton Wr | 8 jam lalu

Jadilah yang Kedua dalam Bisnis …

Ajengwind | 8 jam lalu

Turunkan Sandaran Kepala saat Taxi, Takeoff …

Wicahyanti Pratiti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: