Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Silvia Rahmelia

I'm a photographic, greenisme, simplithic, sturdy, and ahead motion

Generasi Muda Mandiri dan Optimis Sebagai Perwujudan dari Implementasi MP3EI

OPINI | 27 January 2013 | 07:49 Dibaca: 724   Komentar: 0   0

Menuju Indonesia maju dan menjadikannya sejajar dengan negara-negara sekelas China, Korea dan Jepang untuk kawasan Asia tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Perlu usaha yang keras untuk mewujudkan harapan bangsa semacam ini. Mendalami keadaan Indonesia saat ini, berbagai kekurangan seperti birokrasi yang kurang efektif, serta permasalahan korupsi yang merajalela, maka dapat dikatakan bahwa kesuksesan Indonesia di masa mendatang bergantung dari kebijakan yang diterapkan pemerintah saat ini. Melalui perbaikan sistem perekonomian yang terintegrasi ke arah optimalisasi dan efektifitas bisa menjadi pilihan untuk bekal menuju Indonesia yang lebih maju.

Meski masih terdapat berbagai kekurangan, tetapi mewujudkan Indonesia maju harus tetap diperjuangkan. Sebagai refresher ditengah kemelut pembangunan Indonesia saat ini, dapat ditelaah kembali bahwa sepanjang sejarah kemerdekaan selama lebih dari enam dasawarsa, Indonesia mengalami beragam kemajuan di bidang pembangunan ekonomi. Kemajuan ini telah membawa peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang tercermin tidak saja dalam peningkatan pendapatan per kapita, namun juga dalam perbaikan berbagai indikator sosial dan ekonomi lainnya termasuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Selain itu Indonesia juga memainkan peran yang makin besar di perekonomian global. Saat ini Indonesia menempati urutan ekonomi ke-17 terbesar di dunia. Keberhasilan Indonesia melewati krisis ekonomi global tahun 2008, mendapatkan apresiasi positif dari berbagai lembaga internasional. Hal ini tercermin dengan perbaikan hutang Indonesia di saat peringkat negara-negara lain justru mengalami penurunan, dan lagi pencapaian teranyar ialah peningkatan pertumbuhan ekonomi pada 2011 yang mencapai 6,5 persen. Bukankah hal ini patut kita banggakan?

Berangkat dari modal Indeks Pembangunan Manusia, selaras dengan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025, pemerintah terus melancarkan berbagai strategi demi mengangkat Indonesia menjadi negara maju. Berbagai terobosan-terobosan sistem yang cemerlang terus diupayakan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia menjadi calon penopang pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2025 mendatang bersama Brasil, China, India dan Korea Selatan. Program yang sedang dicanangkan pemerintah untuk mencapai itu semua, salah satunya ialah melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau disingkat MP3EI. Dimana program ini mengacu pada visi Indonesia 2025, yaitu “Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur”.

Terobosan MP3EI ini dicanangkan pemerintah sejak Mei 2011 lalu, dan diperkuat melalui pengesahan Peraturan Presiden RI Nomor 32 tahun 2011. MP3EI ini memiliki tiga strategi utama, yaitu pengembangan potensi ekonomi melalui koridor ekonomi, penguatan konektivitas nasional dan yang terakhir penguatan kemampuan SDM dan IPTEK nasional. Dilihat dari visi serta strategi utama yang diusung MP3EI ini, tergambar suatu perwujudan masyarakat yang mandiri, kreatif, optimistis, paham IPTEK dan mengerti akan proses dari suatu perkembangan pembangunan. Tentunya kita tahu bahwa kesemuanya ini terefleksi dalam satu wujud individu penerus, yakni generasi muda Indonesia.

Kesatuan kata SDM dan IPTEK yang terangkum pada strategi utama MP3EI, merefleksikan suatu penekanan pada generasi muda yang mampu ambil peran dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Penguatan kemampuan keduanya (SDM dan IPTEK) dapat diterapkan melalui budaya enterpreneurship. Budaya berwirausaha yang kreatif dan mandiri, jika ditanamkan dalam diri generasi muda Indonesia akan berpotensi mempercepat dan memperluas perkembangan ekonomi wilayah kedaerahan. Karena ketika ide untuk berwirausaha muncul, maka potensi wilayah akan dilirik untuk dikembangkan menjadi modal usaha.

Selain itu dikatakan bahwa pengembangan mutu modal manusia sangat diperlukan. Mari kita pahami lebih jauh, jika kesemuanya telah tersedia dan mumpuni, dari mulai faktor sumber daya alam yang berasal dari komoditi kedaerahan, ditambah mutu sumber daya manusia dalam artian disini adalah generasi muda yang berjiwa wirausaha, mandiri, optimis, berbasis IPTEK serta visioner dalam membantu pertumbuhan ekonomi, ditambah peran pemerintah dalam hal birokrasi, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan semakin cepat dalam pembangunan ekonominya. Mengingat sebagian dari masyarakatnya sudah mandiri dari sisi pendapatan. Apalagi jika generasi muda yang berwirausaha sudah mencapai angka dua persen, maka diprediksikan Indonesia akan berhasil dalam merealisasikan visi pembangunan ekonominya.

Demi menggalakan kewirausahaan sebagai wujud kemandirian SDM Indonesia serta demi merealisasikan harapan dalam pembangunan ekonomi Indonesia, pemerintah menawarkan intensif yang tepat kepada dunia usaha dan memperbaiki iklim investasi di daerah-daerah. Karena pada dasarnya sebagai terobosan strategis, MP3EI ini merupakan jawaban atas ketimpangan pembangunan yang selama ini menjadi perangkap yang menghalangi terjadinya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah di atanah air. Dengan demikian, melalui MP3EI ini berbagai ide yang mengarah pada percepatan pembangunan dapat terakomodir. Didapatlah pertumbuhan ekonomi di tiap daerah yang berdampak dan sangat bermakna bagi kemajuan nasional.

Kemandirian dan sikap optimistis bukan sulit dibangun di kalangan generasi muda Indonesia, namun memang kedua hal ini masih belum tumbuh secara alami dalam pikiran masing-masing individu. Dibutuhkan perubahan mindset atau pola pikir, karena pada hakikatnya jika ingin membangun sesuatu hal apalagi berupa pemikiran, tidak bisa langsung dengan doktrin ataupun stimulus. Tentunya pikiran itu terlebih dahulu harus benar-benar muncul dari dalam diri, barulah dapat ditumbuhkan dan diasah. Doktrin disini dapat kita sebut doktrin wawasan nusantara yang tidaklah mesti dipandang sebagai negative feed, akan tetapi harus diambil pengertian alamiahnya bahwa doktrin itulah yang sebenarnya mampu memantapkan pemikiran sebagai suatu keharusan untuk ditanamkan dalam diri dan tentunya dijalankan dalam bentuk membangun pola pikir. Suatu keinginan untuk senantiasa bersikap mandiri dan optimis bukanlah mustahil untuk ditanamkan dalam diri generasi muda Indonesia, hanya saja perlu filtrasi yang kuat dalam hal penerimaan informasi yang dianggap kurang relevan. Tidak hanya itu, bahkan berbagai tantangan global yang muncul seiring maraknya radikalisme dan liberalisasi di berbagai aspek kehidupan bangsa juga perlu diwaspadai demi menumbuhkan sikap ini.

Berpangkal pada visi ekonomi Indonesia, dengan direalisasikannya MP3EI ini dapat ditarik benang merah bahwa dalam rangka pembangunan ekonomi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, baiknya menengok kondisi ekonomi masing-masing wilayah di tanah air (sebagaimana strategi percepatan enam koridor). Hal ini demi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih mengakar pada produksi komoditi kedaerahan. Tentunya dengan catatan ekonomi yang berbasis kreatif, mandiri dan berwawasan kearifan lokal, yang mana dapat disandingkan juga dengan budaya enterpreneurship. Dari budaya berwirausaha, terutama di kalangan generasi muda selain dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan mandiri, strategi ini juga dapat membantu mewujudkan sikap optimistis di kalangan generasi muda. Terutama dalam memandang Indonesia yang berpotensi merajai ekonomi dunia di masa mendatang. MP3EI, perwujudan generasi muda yang bejiwa wirausaha, mandiri, kreatif dan optimistis adalah kombinasi yang amaze untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia dan mewujudkan Indonesia maju di 2025.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 10 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 13 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 13 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 7 jam lalu

Si Jangkung Tokyo Sky Tree …

Firanza Fadilla | 8 jam lalu

Pompadour …

Yulian Muhammad | 8 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 8 jam lalu

Luka …

Ukonpurkonudin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: