Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Ipet Fitri

- Pensiunan BUMN - S1 - Berkeluarga

Eksport Import, Bagaimana Caranya :

REP | 30 January 2013 | 04:01 Dibaca: 560   Komentar: 0   0

Umum sudah banyak yang tahu apa itu ekspor dan impor, kalau ekspor adalah menjual barang keluar negeri sedangkan impor adalah membeli barang dari luar negeri, permasalahannya gimana caranya menjual barang keluar negeri atau membeli barang dari luar negei, tentu ada kendala dan permasalahannya. Tempat, mata uang dan bahasa sudah jelas beda, apalagi mau membeli barang atau menjual barang, rasanya akan sulit sekali.

Bayangan kesulitan itu yang menjadi kendala utama untuk melaksanakan perdagangan ekspor impor itu, lalu … melupakannya,.toh jual dan beli dilokal saja sudah untung kok, ngapain susah-susah amat mikirin ekspor impor itu.
Tapi karena sehari-hari selalu saja dicekoki dengan berita ekspor impor itu, penasaran juga ingin tahu, dan apa kelebihannya dibandingkan dengan jual beli dipasar lokal.

Ekspor adalah menjual barang keluar negeri, itu katanya, dan impor sebaliknya, yaitu membeli barang dari luar negeri. Nah kenapa harus beli dari luar negeri atau jual keluar negeri ?.Bolak balik cari informasi dan sigi segala berita yang memungkinkan bisa menjelaskan, dan sepotong-sepotong didapatlah penjelasan yang masih samar-samar, katanya karena kemungkinan barang itu tidak ada disalah satu pihak, atau juga karena kwalitas, mode dan harga yang berbeda jauh banget, sehingga menguntungkan kalau jual keluar negeri atau beli dari luar negeri.

Seorang teman membanggakan dapat kiriman dari kerabatnya diluar negeri, Nih… lihat gua punya barang, bedakan dengan yang ada disini, tampilan dan kwalitasnya mencreng bedanya, dan setelah memantau harga ditoko, membuat gue terwah dengan harganya.., maklum barang impor, kata teman itu lebih lanjut. Tapi gua harus pandai juga berterima kasih, kemarin gua sudah kirim barang yang unik dan harganya wajar-wajar saja sebagai balasan, lalu berita dari kerabat diluar negeri sana mengatakan “ terima kasih ya…, barangnya bagus banget dan diminati oleh banyak teman-teman asli orang sini, dan mereka yang penasaran pengin tahu harganya, gua kasih saja harga slangit, eh.., ternyata mereka minat, maklum disini makmur, boleh juga tuh dikembangkan menjadi barang ekspor.”

Oh…, ternyata berbalas kiriman itu sudah ekspor impor toh…, sederhana banget…

Begitulah kira-kira ekspor impor itu, dengan memanfaatkan segala sarana dan fasilitas yang ada, transaksi ekspor impor yang sederhana itu bisa dikembangkan menjadi berskala besar dan tentu akan menghasilkan keuntungan yang juga besar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membuat KTP Baru, Bisa Jadi Dalam Sehari! …

Seneng | | 22 October 2014 | 10:00

Bola Lampu Pijar, 135 Tahun Penemuan yang …

Necholas David | | 22 October 2014 | 08:19

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44

FFI, Hajat Insan Film yang Tersandera Tender …

Herman Wijaya | | 22 October 2014 | 14:35

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 7 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 7 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 7 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 8 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Bukti Handphone Mahal itu Nggak Awet …

Ervipi | 8 jam lalu

V2 a.k.a Voynich Virus (part 30) …

Ando Ajo | 8 jam lalu

Indonesia Itu Pluralis Bukan Agamis …

Abdul Haris | 8 jam lalu

Rahasia Tulisan Jadi Headline …

Mauliah Mulkin | 8 jam lalu

Mengapa Jokowi Minta Pertimbangan KPK? …

Slamet Dunia Akhira... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: