Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Rustam Mulyadi

Mencoba berpartisipasi mencerdaskan bangsa

Potensi Peningkatan Perekonomian Indonesia Melalui Labelisasi Halal

OPINI | 18 February 2013 | 13:49 Dibaca: 68   Komentar: 0   0

Kebijakan pemerintah Uni Emirat Arab dalam melarang impor produk ikan kalengan dari Indonesia yang mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI merupakan koreksi positif bagi pemerintah Indonesia. Alasan yang disampaikan pun cukup mengejutkan, yaitu pemerintah UEA tidak mengenal MUI.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah untuk lebih seksama dalam mengawasi setiap produk yang diekspor, seperti melihat negara tujuan dan menetapkan standarisasi sertifikasi halal sebagai salah satu komoditas utama dalam mengedepankan kualitas produk olahan makanan.

Selain memperketat produk olahan makanan yang akan di ekspor, sertifikasi halal juga dibutuhkan dalam mengawasi setiap produk olahan makanan yang di impor dari negara lain. Di sejumlah daerah perbatasan darat maupun laut di Indonesia, masih terdapat perdagangan tradisional yang melibatkan masyarakat antar 2 negara berbatasan. Kondisi tersebut rawan terhadap rendahnya kualitas mutu produk makanan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Standarisasi produk olahan makanan di daerah perbatasan dapat dilakukan dengan mempermudah akses distribusi makanan ke daerah dari daerah penghasil di dalam negeri, sehingga kualitas mutu makanan yang dikonsumsi terjaga dan kualitas SDM masyarakat perbatasan pun meningkat.

Pada tahun 2012, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurti, mengatakan bahwa sebanyak 22 negara tujuan ekspor produk olahan makanan dari Indonesia telah menerima sertifikasi halal milik Indonesia. Pada tahun 2013, diharapkan negara yang menerima sertifikasi halal milik Indonesia semakin bertambah, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian Indonesia melalui penambahan kualitas dan kuantitas ekspor produk olahan makanan.

Indonesia merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Oleh karena itu, dibutuhkan kreatifitas masyarakatnya dalam mengolah sumber daya alam yang ada menjadi produk olahan makanan maupun produk barang dagangan lainnya. Selain itu, pengawasan pemerintah terhadap standarisasi barang maupun tingkat halal produk makanan, baik konsumsi ekspor maupun konsumsi nasional, perlu ditingkatkan, sehingga produk yang dihasilkan masyarakat Indonesia mampu bersaing dengan pasar internasional danpemahaman masyarakat akan “Aku Cinta Produk Indonesia” meningkat. Secara tidak langsung perekonomian masyarakat pun perlahan meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berwirausaha.

(Rustam Mulyadi - rustam85@yahoo.com)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Mengawasi Anak Inklusif dalam UN …

Rohma Nazilah | | 17 April 2014 | 00:48

Final Copa Del Rey : Madrid 2 – 1 …

Arnold Adoe | | 17 April 2014 | 04:30

Maunya Bugar dengan Vitamin C Dosis Tinggi, …

Posma Siahaan | | 16 April 2014 | 22:34

Kebun di Atas Rumah? …

Wulan Harismayaning... | | 16 April 2014 | 21:01

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 11 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 11 jam lalu

Istilah Inggris yang Rada Kadaluwarsa …

Gustaaf Kusno | 15 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 20 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: