Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Raja Aidil Angkat

Hamba sahaya independent

Spektakulerkan Spektrum Masa Depan Anda !

OPINI | 23 March 2013 | 07:22 Dibaca: 400   Komentar: 0   0

Spektrum adalah sebuah keadaan atau harga yang tidak terbatas hanya pada suatu set harga saja tetapi dapat berubah secara tak terbatas di dalam sebuah kontinum. Kata ini ber-evolusi dari bahasa Inggris kuno spectre yang berarti hantu, tetapi arti modern sekarang berasal dari penggunaannya dalam ilmu alam.

Penggunaan pertama kata spektrum dalam ilmu alam adalah di bidang optik untukmenggambarkan pelangi warna dalam cahaya tampak ketika cahaya tersebut terdispersi oleh sebuah prisma, dan sejak itu diterapkan sebagai analogi di berbagai bidang lain. Kini istilah itu dipakai juga untuk menggambarkan rentang keadaan atau kelakuan yang luas yang dikelompokkan bersama dan dipelajari di bawah sebuah topik untuk kemudahan diskusi, misalnya ’spektrum opini politik’, atau ’spektrum kerja dari sebuah obat’, dan lain sebagainya. Pada penggunaan ini, harga-harga di dalam sebuah spektrum tidak perlu digambarkan secara tepat sebagai sebuah bilangan sebagaimana dalam bidang optik.

Dalam penggunaan spektrum yang paling modern, terdapat ‘tema pemersatu’ di antara ekstrem-ekstrem di kedua ujung.(wikepedia)

Jadi apa pengertian spektrum dalam ranah prospek ekonomi

Spektrum adalah cara pandang anda terhadap sebuah bisnis atau usaha. Anggap saja anda sedang menggeluti usaha Kopi Sidikalang. Bagaimana cara pandang anda terhadap usaha tersebut?

Apakah anda ingin usaha kopi sidikalang yang biasa-biasa saja atau usaha kopi yang menggurita? Anda paham kan maksud saya? Saya beri contoh. Anda tahu burger McDonalds? Awalnya, McDonalds hanya punya satu gerai.

Sekarang anda bisa lihat, ada puluhan bahkan mungkin ratusan gerai McDonalds tersebar di dunia. Bandingkan dengan usaha burger lokal di tempat anda. Bisakah usaha tersebut menyaingi McDonalds? Kemungkinan besar tidak kan?

Saya tidak menyuruh anda untuk mempunyai mimpi setinggi langit dengan membuka usaha seperti yang Ray Kroc, si pendiri McDonalds lakukan. Atau saya menyuruh anda menggunakan leverage dengan mewaralabakan usaha. Tidak! Yang saya ingin sampaikan adalah, anda harus tahu spektrum usaha anda.

Walaupun usaha anda hanya “jualan krupuk”, tetap saja usaha anda bisa besar. Usaha krupuk tersebut tergantung spektrum anda. Apakah anda hanya ingin jualan krupuk dengan 2 orang tenaga penjualan masuk di tiap gang-gang. Atau anda ingin usaha krupuk anda mempunyai agen yang tersebar se-Indonesia Raya.

Memang benar jenis usaha termasuk faktor yang harus anda perhatikan dalam memilih usaha. Misalkan di tempat anda sudah penuh sesak usaha laudry Pasar usaha tersebut terlihat sudah jenuh. Anda berencana untuk mencari usaha yang lain yang lebih menggiurkan sekaligus lebih kecil resikonya seperti bisnis internet misalnya.

It’s okey, no problem… gak ada masalah. Sah-sah saja pilihan anda. Saya juga akan menyarankan hal yang sama. Tapi setelah itu, perhatikan selalu spektrum anda. Karena besar kecilnya usaha anda tergantung spektrum anda. Tentunya dengan ijin  Allah SWT.

Contoh kasus lain ada rekan memulai pertama kali  menebar bibit udang galah, dia hanya punya asumsi pendapatan rata-rata 1 juta per bulan. Di bagi bertiga lagi. Kontradiksi kan dengan apa yang dipersepsikan orang-orang tentang usaha udang galah yang mungkin untungnya segede gunung? Padahal modalnya waktu itu 20 juta.

Tetapi karena sejak dia kenal usaha budidaya lobster iar tawar, dia dan temannya sudah tahu spektrum bisnis kami. Walaupun awalnya perkiraan untung yang mereka dapat kecil, mereka tetap maju terus pantang mundur.

Dan perlu anda ketahui, di Jogja ada pengusaha udang namanya Mang Engking. Beliau adalah seorang perantauan dari Sukabumi. Awalnya beliau hanya membuka beberapa kolam. Sekarang beliau mampu menjual lebih dari 8 ton tiap satu bulannya dan sudah mempunyai restoran yang disukai Ahmad Dhani. so bagaimana bro terang benerangkan?

Tapi ingat, spektrum selalu membutuhkan konsekuensi, yaitu rencana bisnis matang dan…bertindak! Percuma anda punya spektrum tinggi tapi tidak punya perencanaan bisnis yang matang. Akhirnya jangan remehkan perencanaan bisnis anda.

Begitu juga jika anda punya spektrum bisnis yang besar berikut rencana bisnis yang super matang, tapi anda tidak bertindak… Sama juga bohong. Jadi dua-duanya harus anda lakukan. Pertanyaannya sekarang adalah, Spektakulerkan spektrum  masa depan anda dengan usaha nyata dan tak kalah pentingnya anda saya sarankan membaca juga.Mengenali Peluang dan Memilih Jenis Usaha . Semoga dengan tulisan ini anda tidak ragu lagi berusaha dan berbisnis dimasa masa depan raih dan action  anda pasti bisa sukses yakin usaha sampai.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bila Gagal Lulus UN …

Sayidah Rohmah | | 16 April 2014 | 10:34

Menebar Rimpang Jahe Menuai Rupiah Sebuah …

Singgih Swasono | | 16 April 2014 | 09:28

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 6 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 7 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 8 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: