Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Fajarbaru

menulis untuk melawan proses amnesia sejarah

Pemerkosaan Turis di Bali dan Pengaruhnya bagi Industri Pariwisata

OPINI | 30 April 2013 | 07:13 Dibaca: 915   Komentar: 6   0

Kasus pemerkosaan wisatawati mancanegara telah terjadi di Pulau Dewata, salah satu ikon pariwisata Indonesia. Seperti diberitakan media beberapa hari lalu, seorang wisatawati asal Australia bernama LK Taylor diperkosa dan dirampok di vila penginapannya. Korban yang sedang tertidur didatangi pelaku dan diancam dengan pisau. Setelah dipaksa melayani nafsu bejatnya, korban juga dipaksa menyerahkan barang-barang berharganya, yakni 3 buah iPad, 2 iPhone, serta uang tunai Rp 1.500.000 dan 600 dollar Australia dengan total kerugian Rp 47,5 juta. Kasus ini sudah ditangani pihak Polsek Kuta. Meskipun prosesnya belum selesai, sang wisatawati memilih kembali ke Australia untuk menenangkan diri karena sangat trauma dengan kejadian tersebut.

Kasus pemerkosaan wisatawati mancanegara pernah terjadi di India beberapa waktu lalu. Menurut studi yang dilakukan oleh Kamar Dagang dan Industri di New Delhi kasus pemerkosaan turis di India menimbulkan ketakutan bagi warga asing terutama kaum wanita untuk berwisata ke India. Kasus pemerkorsaan tersebut telah melukai industri pariwisata India karena hampir 72 persen operator tur mengakui adanya pembatalan pemesanan liburan yang datang dari sebagian besar turis wanita mayoritas berkebangsaan Australia, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat. Mereka mengalihkan tujuan liburan ke Thailand, Indonesia, Vietnam dan Malaysia.

Efek psikologis dari kasus pemerkosaan turis di India bagi wisatawati mancanegara ikut berperan di sini. Terancamnya rasa aman bagi para wisatawati mancanegara membuat mereka membatalkan niatnya untuk sementara/seterusnya berwisata ke India. Jaminan rasa aman dari negara tujuan wisata merupakan salah satu hal utama yang mesti dijaga. Karena sebagai turis, mereka datang untuk menyegarkan diri dengan menikmati kekayaan pariwisata negara tujuan dan bukan untuk mendapatkan petaka.

Pariwisata Bali pernah lesu oleh kasus Bom Bali. Namun, perlahan-lahan mulai pulih kembali hingga saat ini. Selama ini warga Bali juga dikenal ramah, terbuka dan sangat menyenangkan bagi para turis karena jarang terjadi kasus kriminal berat yang menimpa wisatawan mancanegara. Namun, bercermin dari India, peristiwa pemerkosaan turis yang barusan terjadi apakah akan mempengaruhi citra pariwisata Bali di mata turis wanita mancanegara? Akankah kelesuan pariwisata Bali terjadi lagi setelah pulih pasca teror bom Bali?

Upaya-upaya penting perlu dilakukan terutama mengusut tuntas pelakunya. Menjelaskan ke publik Internasional bahwa yang terjadi di Bali kasuistik serta tidak menggambarkan kondisi keseluruhan dari situasi sesungguhnya yang ada di Bali saat ini.

Kita berharap kasus pemerkosaan turis ini tidak mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Sumber:

Pemerkosaan dan Perampokan Turis di Bali

Korban Pemerkosaan di Bali Syok dan Pulang

Merosotnya Turis ke India karena Kasus Pemerkosaan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 4 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 7 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 11 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 13 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: