Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Rahmad Nuthihar

ada untuk belajar, menghargai hidup

Menyoal Regulasi LCGC

OPINI | 04 May 2013 | 20:35 Dibaca: 1182   Komentar: 0   0

Pemasaran mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC) pabrikan Toyota dan Daihatsu kini terhambat karena regulasi pemerintah. Awalnya distributor Toyota di Aceh PT Dunia Barusa menagertkan penjualan Toyota Agya dilakukan awal Januari 2013 lalu. Informasi Serambi Indonesia pada 4 November 2012 tercatat sudah terpesan sebanyak 152 unit dan jumlah ini kemungkinan besar be

13676743621533990663

Toyota Agya dan Daihatsu Ayla menunggu regulasi tanpa kepastian. Sumber foto Kompas

rtambah di tahun 2013. Sementara itu Antusias masyarakat Aceh terhadap Daihatsu Ayla juga diperlihatkan dengan datangnya para pelanggan untuk menanyakan spesifikasi Ayla, bahkan saat ini telah tercatat ada sebanyak 60 unit telah dipesan oleh para pelanggan (Autobisnis Edisi IX Januari 2013).

Keterlambatan dikeluarkan regulasi pemerintah yang mengatur tentang LCGC berdampak negatif pada pabrikan mobil tersebut. Presiden Di­rektur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sudirman MR mengaku, pihaknya mengalami kerugian hingga Rp 6 miliar akibat molornya aturan LCGC. (http://otomotif.rmol.co/)

Sementara itu, Suzuki dan Nissan juga tengah mengambil langkah untuk memproduksinya di tahun 2013 secara masal. Akan tetapi dengan ketidakjelasan regulasi pemerintah tentang LCGC membuat beberapa pabrikan lainnya untuk tidak jatuh ke lobang yang sama seperti Daihatsu.

Salah satu persyaratan LCGC yang harus dipenuhi oleh pabrikan mobil antara lain dapur pacu menapuk mesin berkapasitas 1.200 cc dengan konsumsi bahan bakar minimal 20 km/liter hingga 22 km/liter. Selain itu, teknologi yang harus diterapkan pada LCGC adalah menerapkan sistem Euro II dan untuk konsumsi bahan bakar diharapkan tidak menggunakan bahan bakar minyak bersubsidi.

Terkait regulasi LCCG baru-baru ini seperti dilansir inilah.com pemerintah menagertkan regulasi terkait LCGC  selesai dalam bulan April. Hal ini terlihat ada sebuah kemajuan dari sebelumnya yang terkesan regulasi LCGC sengaja diperlambat dan terkesan molor. Jika regulasi ini telah rampung, impian masyarakat Indonesia untuk mendapat mobil murah dan ramah lingkungan bisa terwujud di tahun 2013.

Dengan adanya LCGC ini diharapkan mampu menjawab harapan masyarakat yang ekonominya tingkat bawah untuk memiliki kendaraan roda empat sekaligus menggantikan sepada motor. Harga miring dengan dilengkapi dengan fitur yang hampir sama dengan city car lainnya adalah alasan para pembeli untuk mendapatkan LCGC itu baik Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

Perlu dicermati harga murah bukan karena material yang murah atau spesifikasi yang rendah tetapi karena insentif pajak dari regulasi baru yang diluncurkan pemerintah terkait mobil murah ramah lingkungan (LCGC). Jadi kriteria mobilnya harus ramah lingkungan, hemat BBM (sehingga bisa menekan kuota subsidi BBM), dan kandungan komponen lokal yang cukup tinggi (mengurangi import). Dan jangan  merasa rendah jika membeli mobil LCGC tersebut toh murah bukan berarti murahan.

Agya dan Ayla punya Kelebihan Tersendiri

Persaingan di kancah otomotif kedua pabrikan negeri sakura memang terlihat begitu sengit. Keduanya telah siap memasarkan LCGC dan masing-masing city car ini memiliki keunggulan tersendiri. Toyota Agya memiliki tiga tipe yaitu E, G, dan TRD S. Masing-masing memiliki pilihan transmisi manual dan otomatis.  Harga Toyota Agya berkisar antara Rp90 juta hingga Rp125 juta untuk tipe tertinggi.

Jika dibandingkan dengan sesama city car hacthback seperti Toyota Yaris misalnya adalah hemat bahan bakar (karena teknologi mesin baru dan green) dimana 1 liter bisa untuk 20 Km, apalagi dibanding Avanza jauh lebish hemat Agya. kemudian leg room (ruang spasi untuk kaki) lebih luas dibanding Yaris sehingga lebih nyaman, padahal harga Yaris hampir 2 kali lipat harga Agya. Di dapur pacu Ayla menapuk mesin berkapasitas 999 cc (1 liter) DOHC fuel injection, tenaga mesin : 65 HP  di 6000 rpm dan torsi mesin: 85 Nm pada 3600 rpm

Sementara itu, andalan mobil Daihatsu murah dan ramah lingkungan ini, hadir dengan tiga varian, yaitu Daihatsu Ayla D, Daihatsu Ayla M (A/T dan M/T) dan Daihatsu Ayla X (A/T dan M/T). Teknologi Eco Driving mampu menghemat bahan bakar, penggunaannya 1 : 28, hal tersebut diperoleh dengan beberapa teknik kemudi yang harus dilewatkan. Harga Ayla sendiri berkisar antara 80juta-120juta Untuk type tertinggi.

Sangat disayangkan bila regulasi tentang LCGC terus molor dan menyita waktu yang lebih lama. Kementerian peridustrian seharusnya mampu menyiasatinya dengan berbagai tindakan yang urgent dilakukan. Selanjutnya di dalam kebijakan LCGC pemerintah seharusnya tidak memberatkan pelanggan dengan mengharuskan mobil murah ramah lingkungan tersebut menggunakan pertamax. Hal ini tentunya membuat para pembeli enggan membelinya dikarenakan biaya untuk bahan bakar yang tinggi.

Di satu sisi adanya LCGC juga mampu menekan populasi kendaraan bermotor dan mampu menghemat penggunaan bahan bakar. Akan tetapi perlu dilakukan tinjauan yang mendalam terkait LCGC, hal ini akan berdampak negatif pada kendaraan umum seperti penyedia jasa travel. Pembelian LCGC juga harus diawasi dan membatasi koutanya di tiap daerah karena akan berdampak pada kemacetan lalulintas. Ada baiknya distributor LCGC tidak menjual mobil tersebut dengan jumlah yang banyak kepada orang sama karena hal ini nantinya akan memicu konflik ekonomi yang baru dan berdampak pada kurangnya minat pembeli pada mobil bekas.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: