Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Esther Lima

No Biographical Info

Benarkah Kasus Impor Daging LHI Sebenarnya Adalah Daging Babi?

OPINI | 13 May 2013 | 10:51 Dibaca: 710   Komentar: 19   7

Menurut Indonesia Agribusiness Report dalam website depkeu.go.id, konsumsi daging babi masyarakat Indonesia lebih tinggi dari konsumsi daging sapi. Konsumsi daging babi tahun 2012 sebesar 603 ribu ton, sementara konsumsi daging sapi tahun 2012 sebesar 505 ribu ton.

Jika masyarakat non muslim adalah sebesar 20% dari seluruh penduduk Indonesia, maka data ini menunjukkan bahwa daya beli protein hewani 20% masyarakat Indonesia sebesar 54%, sementara daya beli protein hewani 80% masyarakat Indonesia sebesar 46% dari total konsumsi daging non unggas dan hasil laut.

Artinya, daya beli protein hewani 20% masyarakat adalah sebesar (minimum) 4,7 kali lipat dibanding daya beli protein hewani 80% masyarakat. Dikatakan minimum, karena 20% masyarakat tersebut tidak hanya mengkonsumsi daging babi, tapi juga daging sapi.

13684167451752086051

Sumber: depkeu.go.id

Data ini tentu saja menarik untuk dicermati, bahwa profit perdagangan daging babi di Indonesia bukanlah merupakan hal sepele. Namun karena daging babi haram luar biasa, maka pemberitaan mengenai lalu lintas perdagangan daging babi agak sulit ditemukan di media.

Apakah perdagangan ini berhubungan dengan kasus impor daging yang melibatkan Presiden PKS? Mari saya ajak anda untuk mencermati kronologi kejadian berikut:

Pada tanggal 30 Januari 2013, dua Direktur PT Indoguna, Juardi Effendi dan Arya Abdi Effendi ditangkap oleh KPK di kawasan Cakung dan Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap di markas besar PKS di Jl. TB Simatupang Jakarta Selatan karena kasus suap impor daging. KPK tidak mengumumkan secara rinci daging apa yang akan diimpor ini. Sementara, pasca penangkapan LHI, website Indoguna Utama ditutup.

Menurut berbagai media di Australia, Industri daging Australia mengekspor produk-produknya ke Indonesia menggunakan jasa Mulwarra Export Pty Ltd yang berada di Sydney yang dimiliki oleh Elizabeth Liman, pemilik PT. Indoguna Utama yang mengimpor daging dari Australia.

Sesuai dalam website resmi Mulwarra Export Pty. Ltd. produk yang diekspor dari Australia adalah: Domba, Sapi, Sapi Muda, Babi, Keju, Wagyu, Rusa, Ayam, Kambing, dan produk charcuterie seperti sosis, ham, dan bacon.

Jika konsumsi daging babi di Indonesia lebih tinggi dari pada konsumsi daging sapi, menurut anda, sedang berusaha mengimpor daging apakah Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq saat ditangkap 10 hari menjelang Hari Raya Imlek?

- Esther Wijayanti -

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tentang Keaslian Akun Twitter @jokowi_do2 …

Blontank Poer | | 28 January 2015 | 16:12

Kisah Pencari Logam Mulia di Batu Hijau …

Dhanang Dhave | | 28 January 2015 | 09:59

Esensi “Tongsis” …

Fandi Sido | | 28 January 2015 | 10:42

Harta Karun Tanah Papua …

Rico Tude | | 28 January 2015 | 15:14

Ayah Bunda, Ini yang Sebaiknya Dilakukan …

Achmad Suwefi | | 27 January 2015 | 16:56


TRENDING ARTICLES

Aksi Heroik Raja Salman …

Muhammad Armand | 10 jam lalu

Pencalonan BG Bukan Inisiatif Jokowi! …

Elde | 11 jam lalu

Tim 9 Tidak Independen, Hanya Panggung …

Isson Khairul | 14 jam lalu

Inilah Alasan Effendi Simbolon Menunjukan …

Dean Ridone | 15 jam lalu

Jokowi Perlu Contoh Raja Baru Arab Saudi …

Mustafa Kamal | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: