Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Edy Rolan

Penulis Lepas, Fotografer Amatir, Petualang Alam Bebas, Enjiner Mesin, Praktisi Asuransi

Kuala Namu International Airport (KNIA), Bandara Udara Baru Sumatera Utara Mulai Beroperasi 25 Juli Mendatang

REP | 11 July 2013 | 17:56 Dibaca: 2381   Komentar: 5   1

Bandara Udara Polonia sebentar lagi akan tinggal sejarah untuk penerbangan komersial domestik dan internasional dari dan ke Medan. Kalau boleh saya katakan bandara Polonia memang sudah sepatutnya hanya dipergunakan untuk pangkalan udara pesawat militer. Untuk layanan pesawat penumpang, mungkin dapat dikatakan bandara Polonia tidak mempunyai garbarata (jembatan berdinding dan beratap yang menghubungkan ruang tunggu penumpang ke pintu pesawat terbang untuk memudahkan penumpang masuk atau keluar pesawat) sehingga penumpang terpaksa melintas di atas tarmac entah dalam cuaca panas atau hujan menuju tangga pesawat.

Pengalaman saya selama memasuki fasilitas bandara Polonia lebih cenderung kurang nyaman, mulai dari fasilitas troli barang yang sedikit, aliran listrik bandara yang kerap kali padam sehingga pemeriksaan barang pernah secara manual/ bongkar tas yang memakan waktu lagi untuk menyusun barang kembali, air pendingin ruangan yang kurang dingin karena calon penumpang yang menunggu di ruang tunggu sudah terlalu padat.  Bandara Internasional hanya sekedar embel-embel nama ketimbang menjaga kualitas internasional.

Syukurlah penyedia layanan transportasi publik alias pemerintah pada akhirnya membangun bandara udara baru Sumatera Utara, Kuala Namu International Airport (KNIA). KNIA mulai resmi pembangunannya tanggal 26 Juni 2006 oleh wakil presiden Jusuf Kalla dan direncanakan secara resmi beroperasi oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kuala Namu International Airport

Kuala Namu International Airport

Lokasi KNIA ini berada di desa Beringin, Tanjung Morawa, Deli Serdang. Seperti pendahulunya, juga memanfaatkan lahan perkebunan. Namun kali ini lahan perkebunan bukan milik asing melainkan milik negara, PTPN II.

Akses menuju KNIA dari dan ke kota besar Medan dapat melalui jalan raya dan jalan kereta api.

Waktu tempuh dari Medan ke KNIA dengan kereta api sekitar 45 menit, beroperasi 6 kali pulang pergi dengan tarif 80 ribu ( Medan - Karasabu atau Karasabu-Medan). Dari stasiun Karasabu menuju KNIA menggunakan transportasi angkutan umum atau taksi dikarenakan jalur khusus dan kereta khusus untuk dari dan menuju KNIA baru akan dilaksanakan tahun depan.

Waktu tempuh dengan menggunakan bus umum DAMRI yaitu:

Dari Jalan Gatot Subroto Medan (Plaza Medan Fair)  - Bandara Kualanamu:  45 menit, tarif Rp 15 Rb

Dari Terminal Amplas - Bandara Kualanamu : 30 menit, tarif Rp 10Rb

Dari Terminal Binjai - Bandara Kualanamu : 2 jam 30 menit, tarif Rp 30Rb

Untuk yang menggunakan armada taksi di kota Medan yaitu:

Taksi dari Balaikota ke bandara Kualanamu, waktu tempuh 1 jam dengan tarif sekitar Rp 130 Rb (diluar biaya tol Rp 3 Rb). Rute masuk jalur tol Tanjung Selamat - keluar gerbang Tanjung Morawa - Simpang Kayu Besar - Banadara Kualanamu

Taksi dari Jalan Sutomo ke bandara Kualanamu, waktu tempuh 51 menit dengan tarif Rp 130 Rb ( diluar biaya tol Rp 3 Rb). Rute masuk jalur tol Tanjung Selamat - keluar gerbang Tanjung Morawa - Simpang Kayu Besar - Bandara Kualanamu

Taksi dari Bandara Polonia ke bandara Kualanamu, waktu tempuh 1 jam 1 menit dengan tarif Rp 129 Rb (diluar biaya tol Rp 3 Rb).  Rute bandara Polonia  masuk jl. Mongisidi - Jl. Sisingamangaraja - masuk Tol Amplas - Simpang Kayu Besar - Bandara Kualanamu.

Taksi dari Bandara Polonia ke bandara Kualanamu, waktu tempuh 1 jam dengan tarif Rp 132 Rb tanpa lewat tol. Rute bandara polonia masuk jln Avros - Jl. AH Nasution - Jl. Sisingamangaraja- Simpang Kayu Besar - Bandara Kualanamu.

Jalan dari Simpang Kayu Besar menuju Bandara Kualanamu sejauh 18 kilometer cenderung menyempit dan belum rapih. Semoga sebelum peresmian oleh Presiden sudah lebar dan rapih.

Kuala Namu International Airport in pictures

Kuala Namu International Airport in pictures

KNIA, bandara udara baru Sumatera Utara perlu transportasi yang bagus juga sarana jalan yang lebar dan rapih. Dengan dibukanya bandara baru ini, daerah Deli Serdang akan memperoleh percepatan pembangunan dan penambahan pendapatan daerah. Sudah selayaknya juga dibangun pembangkit listrik khusus kawasan KNIA, mengingat kerapkali byar-pet layanan listrik  Sumatera Utara, supaya tidak terjadi gangguan proses keluar masuk pesawat maupun calon penumpang. KNIA dapat menjadi bandara yang nyaman dan mudah diakses bagi calon penumpang domestik dan internasional.

Selamat datang di Deli Serdang, bandara karya anak bangsa yang modern dan canggih.

Edrol

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

Ahokrasi, Tepat dan Harus untuk Jakarta …

Felix | 8 jam lalu

Norman K Jualan Bubur, Tampangnya Lebih Hepi …

Ilyani Sudardjat | 8 jam lalu

Suparto, Penjahit Langganan Jokowi …

Niken Satyawati | 11 jam lalu

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 12 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

“Aku Bukan untuk Si Kaya, Tapi untuk …

Muhammad Samin | 7 jam lalu

Pemandangan di Tepian Sungai Batanghari …

Aryani_yani | 7 jam lalu

Fitur-fitur Wireshark …

Haidar Erdi | 7 jam lalu

Monolog Kebaikan …

Ari Dwi Kasiyanto | 7 jam lalu

Nasib Rakyat Negeri Keledai …

Asmari Rahman | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: