Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Kun Cahyaningrum

Kun Cahyaningrum | Bachelor of Communication Science | Alumnus SHS 1 Batang | Passionate in selengkapnya

Peran Triple Helix Terhadap Industri Kreatif

REP | 25 July 2013 | 22:06 Dibaca: 269   Komentar: 0   0

Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia merupakan wujud optimisme serta luapan aspirasi untuk mendukung mewujudkan visi Indonesia yaitu menjadi Negara yang maju. Didalamnya terdapat pemikiran, cita-cita, imajinasi, dan mimpi untuk menjadi masyarakat dengan kualitas hidup yang tinggi, sejahtera, dan kreatif. Dalam ekonomi kreatif itu sendiri terdapat bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi kreatif, yaitu industri kreatif.

Industri kreatif dapat diartikan sebagai industri yang unsur utamanya adalah kreativitas, keahlian dan talenta yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual. Departemen perdagangan mengklasifikasikan industri kreatif atas 14 (empat belas) sektor meliputi periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, fashion, film-video dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbit dan percetakan, layanan komputer, radio dan televisi. Dalam perkembangannya, para pelaku bisnis dalam industri kreatif ini banyak didominasi oleh para pemilik industri kecil dan menengah.

Pertumbuhan dan perkembangan industri kreatif ini bukan tanpa hambatan. Dibutuhkan komitmen dan kerja nyata dari ketiga aspek yang disebut sebagai Triple Helix, meliputi A (academician), B (businessman), dan G (government). Untuk menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan, Indonesia perlu memberikan dukungan penuh terhadap pemberdayaan para pelaku bisnis yang disinergikan dengan pihak akademisi dan pihak pemerintah itu sendiri.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

ABG Tanpa Malu Mengakses Video Porno di Area …

Opa Jappy | | 24 January 2015 | 21:59

Kota Malang: Dulu Ijo Royo-royo, Sekarang …

Sri Krisna | | 25 January 2015 | 13:48

Saksi Bohong di Sidang MK …

Hendra Budiman | | 25 January 2015 | 21:00

Inilah Olahraga yang Indah: Kisah Duo …

Aditya Prahara | | 25 January 2015 | 14:10

Kebiasaan Buruk Tempat Wisata …

Widianto.h Didiet | | 24 January 2015 | 15:46


TRENDING ARTICLES

Surat Cinta Untuk Pak Tedjo …

Masykur A. Baddal | 12 jam lalu

Marwah, Wibawa dan Harga Diri Jokowi …

Thamrin Dahlan | 13 jam lalu

Siapa yang Buang Bayi di Bengawan Solo? …

Gaganawati | 15 jam lalu

Surat Terbuka kepada Megawati Sukarnoputri …

Ilyani Sudardjat | 19 jam lalu

Dewasanya Polri, Liciknya Oknum KPK …

Ar Kus | 19 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: