Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Faizal Amin Haderi

Menurut saya menulis itu adalah bagian dari belajar karena untuk bisa menulis harus membaca, nah selengkapnya

Dolar oh Dolar

OPINI | 23 August 2013 | 23:06 Dibaca: 311   Komentar: 4   0

1377273896274307522

Dolar-Dolar Ku (dok.pribadi)

Memang benarlah orang bijak yang mengatakan hidup itu selalu ada dua sisi, ada baik ada buruk, ada senang ada susah dst.

Kenaikan nilai tukar US Dolar terhadap Rupiah pun demikian, Importir dirugikan, hutang negara menjadi tambah banyak, beban subsidi meningkat dll.

Namun tidak sedikit pula yang mengambil keuntungan dari selisih tukar kedua mata uang tersebut. Saya ambil contoh Pelaut yang mendapat gaji dalam bentuk US Dolar, mereka langsung kirim semua gajinya ke Indonesia untuk di tukar.

Salah satunya Topan, Pelaut yang bekerja di perusahaan minyak Eropa, senang karena gajinya jadi lebih besar setelah di Rupiahkan.

Hasil pantauan saya ke salah satu Money Changer di daerah tempat tinggal saya, Jual USD1 = Rp 10,600. Dimana satu minggu sebelumnya hanya 9ribu lebih aja.

Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar kali ini juga diikuti dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Singapore Dolar.

Lagi-lagi ada yang diuntungkan, transaksi pengiriman uang ke Indonesia meningkat 2 kali lipat bahkan ada TKI kita di Singapura yang meminta kepada majikannya untuk membayar gajinya satu bulan lebih awal lalu mengirimkan kepada keluarganya di Jawa supaya dapat Rupiah lebih banyak. (berita).

Bagi kami masyarakat Bintan yang berbatasan langsung dengan Singapura, banyak yang “iseng” jadi pemain valas, salah satunya ibu Rumah Tangga yang pernah saya temui mengatakan, dia akan membeli banyak Singapore dolar saat sedang rendah yang gunanya buat jalan-jalan atau ditabung kemudian ditukar saat nilainya sedang tinggi, ujarnya serius.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Potret Perempuan Penambang Pasir di Sungai …

Nanang Diyanto | | 29 January 2015 | 09:45

Kontroversi Christopher Dari Positif Narkoba …

Edi Abdullah | | 29 January 2015 | 08:06

Bundesliga Paling Atraktif di Dunia, Bukan …

Mds Efron | | 29 January 2015 | 08:43

Sejarah Terungkap Dari Selembar Kertas …

Idamoerid Darmanto | | 29 January 2015 | 08:36

Sehat dengan Pijat Refleksi Telinga …

Teguh Suprayogi | | 29 January 2015 | 08:17


TRENDING ARTICLES

Jokowi Hati-hati dengan Rekomendasi Tim …

Mike Reyssent | 3 jam lalu

Buya Syafii Maarif, Sekarang The Real …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Benny K. Harman, Hasto, dan Siluman Politik …

Susy Haryawan | 9 jam lalu

Tanggapan “Kartu Abraham di Tangan Jusuf …

Imam Kodri | 9 jam lalu

Menko Tedjo Gagal Faham …

Axtea 99 | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: