Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Alexander Arie

I am a PHARMACIST :) follow my twitter @ariesadhar :D

Curhat Sarjana S1 Soal Tuntutan Gaji Buruh

OPINI | 03 September 2013 | 18:26 Dibaca: 7063   Komentar: 29   3

Seperti biasa, kawasan industri sudah mulai bersiap kalau-kalau terjadi demo buruh. Dengar-dengar kali ini tuntutannya adalah menaikkan upah minimum menjadi 3,7 juta.

Supaya jelas, dan supaya mirip kuitansi, maka saya ulangi. Tolong dibaca ala Arya Wiguna ya.

TIGA KOMA TUJUH JUTA!!!

Saya sudah kerja 4 tahun, waktu saya kerja pertama kali tahun 2009, gaji saya bahkan selisih sedikit dengan UMP Jakarta tahun 2013 ini. Oke, mungkin ada yang bilang inflasi bla..bla..bla.. tapi sebagai info saja, karena emak saya selalu koar-koar dengan gajinya yang kalah sama gaji anaknya padahal dia sudah kerja 28 tahun. Iya, gaji emak saya–guru swasta–itu cukup 2 juta saja. Gaji 2 juta, anaknya ada TIGA lho yang sarjana. Oya, jadi 2 juta juga baru-baru ini. Jadi sewaktu saya dan adek-adek kuliah sampai sarjana, gaji emak saya BELUM SAMPAI DUA JUTA.

Ya begitulah.

Saya lalu iseng menelisik ke Twitter soal ini.

@valdy***ra: buruh yg demo umr 3,7 juta ini tau ga sih standar gaji sarjana s1 itu berapa?! *ngosh ngosh

@tonia***na: Eaa.. Buruh tuntut gaji 3,7. Ijazah sma gajinye lebih mahal dr s1 yak? Wkwkwk

@Be***nk: Di JKT ada buruh unjuk rasa minta gajinya naik jd 3.7 jt.. mending jd buruh drpd jd CS bank, ijazah SMA aja ckp!

@engetDre***r_: kLo jd buruh ijazah SMA gajih nya bisa sampe 4, buat apa ijazah S1 ? *mikir*

@dewi***is: Buruh minta gaji naik 3.7jt? Tau gak e mereka rata-rata gaji S1 tu brp? ._.

@Diona***y_S: Buruh minta gaji 4jt…kyknya mereka musti tau berapa gaji karyawan lulusan s1

@0kyoktavia***ha: Ini buruh bener makin ngelunjak kan ya? Minta gaji lebih dari yg lulusan S1. Hmpft

@rus***4: S1 g pernah nuntut ya? :p RT @Bobby_na***ho: Tamat SD minta gaji gede.. Ampasss

@ap***oo: waw buruh mintai naik gaji ampe 4 jt, PNS S1 aja baru brp gajinya, kan sama sama buruh yak

@satriARTs***te: Buahahah mampus ngga tuh yg punya skill sama ijasah kuliah.. buruh aja dah pada demo gaji minta 3 jutaan.. kalah dong yang bertitle S1?

Sebenarnya, banyak lulusan S1 yang trenyuh dengan permintaan upah minimum 3,7 juta ini. Trenyuh bukan karena prihatin nasib buruh, tapi trenyuh karena gajinya sendiri juga belum sampai segitu. Kadang nasib sendiri memang lebih pahit.

Padahal, sejak kenaikan gila-gilaan di awal tahun ini, sebenarnya ada masalah di internal buruh sendiri. Tuntutan dua koma sekian yang menjadi UPAH MINIMUM di banyak kawasan industri di sekitar Jakarta ini kan betul-betul MINIMUM alias yang baru masukpun segitulah upahnya. Coba tanya para pekerja di pabrik, senior-senior yang selisih upahnya hanya 200-500 ribu dibandingkan anak baru masuk.

Apa nggak nggonduk itu? Cuma mau gimana lagi, kan perusahaan sudah menggaji minimum. Kalau nggak digaji sesuai minimum, ntar kena sanksi dari Pak Menteri.

Itu baru dari sesama dan selevel.

Lalu gimana nasib para pekerja yang tampaknya keren, tiap hari kerja baju rapi, pakai dasi, tampang ganteng, tapi gaji mereka itu bahkan ada yang nggak sampai 3 juta? Belum lagi di banyak perusahaan, ada level-level yang menetapkan bahwa sarjana S1 tergolong staf yang mau pulang jam 3 pagi sekalipun, nggak ada hitungan lemburnya. Sementara bawahannya? Ada ketentuan lembur yang harus diikuti, kali-kali sekian, sehingga yang terjadi kemudian adalah Take Home Pay bawahan lebih besar dari atasannya. Staf-staf begitu sudah cukup senang mendapat nasi bungkus dan voucher taksi buat pulang.

Giliran ada yang dimarahi PPIC karena output nggak masuk, ya staf Produksi.
Giliran ada yang dimarahi Marketing karena order fulfillment rendah, ya staf PPIC.
Giliran ada yang dimarahi Customer karena nggak ada barang, ya staf Marketing.

Iya, para staf yang dulu bangga-bangga pakai toga, lalu punya ijazah sarjana, tapi gajinya…

*kemudian hening*

Sampai-sampai di Twitter ada yang bilang bahwa mungkin kalau angka 3,7 juta ini disetujui, bakal ada demo pekerja level staf/sarjana S1 juga. Sudahlah kuliah itu mahal, ngutang sana-sini, belum lagi skripsinya seret, eh begitu kerja gajinya segitu.

Jangan lupa juga kalau UPAH MINIMUM itu tentu akan berlaku umum di seluruh level pekerja. Ya, pembantu rumah tangga, ya supir, dan sejenisnya. Sekarang, yakin kita mau mematok angka sampai tiga mepet empat?

Hidup itu mau dituntut berapapun juga kurang sih. Sayangnya upah ini sudah jadi ranah politik. Banyak politisi yang menggunakannya menjadi sarana kampanye, tanpa sadar bahwa upah adalah bagian penting dari cost yang notabene akan menentukan standar harga.

Kalau lagi begini, saya jadi kasihan sama teman-teman saya lulusan SMA/SMK yang gigih mencoba menaikkan taraf hidup dengan kuliah S1. Untuk kuliah saja mereka keluar dana dengan mengirit-irit gaji yang ada. Lha, kok kalau sudah S1 gajinya juga nggak beda jauh sama dulunya?

Kalau lagi begini juga, saya jadi ingat perkataan staf Teknik di salah satu perusahaan. Katanya, gajinya yang S2 (CATET! S2!) itu lebih rendah daripada gaji bawahan dari bawahannya sesudah ditambah lembur.

Buat apa gelar kalau begini?

Itulah gunanya enterpreneur? Ya, nggak gitu juga kali. Kalau semuanya jadi enterpreneur, nanti yang nge-print invoice siapa? Yang nyetir forklift siapa? Ya tetap harus ada level pekerja kan?

Entahlah. Saya cuma menaruh poin dari kicauan di bawah ini. Memang kita nggak perlu banding membandingkan.

@m***lz: Gak perlu banding2 gaji S1, guru, atau dokter muda dgn UMR buruh. Masalahnya bukan itu tapi attitude buruh yg lebay dan kufur nikmat

Hal sederhana saja sih, silakan datang ke kawasan industri dan silakan hitung jumlah sepeda motor Kawasaki Ninja atau Honda CBR yang berkeliaran, lalu kita akan mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Salam!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelajaran Akan Filosofi Hidup dari Pendakian …

Erik Febrian | | 18 April 2014 | 10:18

Memahami Penolakan Mahasiswa ITB atas …

Zulfikar Akbar | | 18 April 2014 | 06:43

Kalau Sudah Gini, Baru Mau Koalisi; …

Ali Mustahib Elyas | | 18 April 2014 | 11:32

Untuk Capres-Cawapres …

Adhye Panritalopi | | 18 April 2014 | 16:47

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 9 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 10 jam lalu

Senjakala Operator CDMA? …

Topik Irawan | 11 jam lalu

Tips Dari Bule Untuk Dapat Pacar Bule …

Cdt888 | 12 jam lalu

Seorang Ibu Memaafkan Pembunuh Putranya! …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: