Back to Kompasiana
Artikel

Bisnis

Cangkrukan

PR Consultant, Writer & Trainers Detail informasi silakan kunjungi www.mistertipr.com www.linkedin.com/tarsihekaputra twitter @tarsih_ekp. www.slideshare.net/tarsihekaputra Blog: http://www.mistertipr.com selengkapnya

Bank Kalbar Kembali Menjadi Tuan Rumah Panen Rejeki BPD Periode Ke-1 Tahun XXIV-2013 Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI)

REP | 03 October 2013 | 14:36 Dibaca: 273   Komentar: 0   0

1380785685381196887Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI) pada tanggal 3 Oktober 2013 bertempat di Pontianak kembali menggelar program customer rewards yang dikemas dalam paket program Panen Rejeki BPD. Perhelatan akbar Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda dengan total hadiah sebesar Rp 6 Miliar (diundi 2x setahun) atau Rp 3 Miliar untuk setiap periodenya, kali ini sebagai tuan rumah adalah Bank Kalbar. Undian Nasional Tabungan Simpeda pada setiap periodenya akan diperuntukkan bagi 587 penenang dengan hadiah utama Rp 500 juta, kemudian hadiah kedua Rp 100 juta untuk 4 pemenang, hadiah ketiga Rp 50 juta untuk 26 pemenang. Hadiah keempat Rp 5 juta untuk 26 pemenang, hadiah kelima Rp 2,5 juta untuk 26 pemenang, hadiah keenam Rp 2 juta untuk 52 pemenang, hadiah ketujuh Rp 1,5 juta untuk 104 pemenang, dan hadiah kedelapan Rp 1 juta untuk 345 pemenang.

Hal ini tentunya memberi peluang besar bagi nasabah yang kini mencapai 6.224.619 penabung untuk dapat memenangkan setiap hadiahnya. Seperti periode sebelumnya, perhelatan Undian Nasional Tabungan Simpeda yang dihadiri oleh seluruh jajaran direksi BPD seluruh Indonesia ini juga akan dilangsungkan Seminar Nasional BPD-SI dengan tema Strategi Bank Pembangunan Daerah dalam menghadapi Krisis Ekonomi Global untuk mewujudkan BPD Regional Champion. Pada malam harinya akan dilangsungkan pengundian Undian Nasional Tabungan Simpeda. Untuk kali ini perhelatan Undian Nasional Tabungan Simpeda akan dilaksanakan di Pontianak Convention Center.

Tabungan Simpeda Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia dari tahun ke tahunnya terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Hal ini dapat dilihat dari Pada Penarikan Undian Simpeda Periode 1 Th-XXIII-2012 di Semarang Jawa Tengah, jumlah penabung sampai dengan akhir Juni 2012 berjumlah 5.792.758 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 26,9 triliun. Pada Penarikan Undian Simpeda Periode 1 Th-XXIV -2013 di Pontianak kali ini jumlah penabung sampai dengan akhir Juni 2013 tumbuh menjadi 6.224.619 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 28,32 triliun. Jika dilihat dari penarikan undian Simpeda di Semarang sampai dengan di Pontianak, dari sisi penabung terjadi peningkatan sebesar 7,46% atau meningkat sebanyak 431.861 penabung, sedangkan saldo Simpeda meningkat 5,25% atau naik sebesar Rp 1,41 triliun.

Tabungan Simpeda Bank Kalbar selaku tuan rumah Panen Rejeki kali ini juga mengalami pertumbuhan, di mana hingga sampai dengan posisi Juni 2013 Bank Kalbar telah mampu menghimpun Tabungan Simpeda sebanyak ±Rp 2,08 triliun atau sebesar 7,35% dari Tabungan Simpeda Nasional. Sementara yang paling banyak menghimpun Tabungan Simpeda sejak lebih dari 10 tahun terakhir, yaitu Bank Jatim, sampai dengan posisi Juni 2013 telah menghimpun Simpeda sebanyak ±Rp 6,29 triliun atau sebesar 22,23% dari Tabungan Simpeda Nasional.

Selain program customer rewards yang dihelat secara nasional, masing-masing BPD dari Aceh – Papua juga menggelar beragam program rewards secara lokal yang ditujukan untuk nasabah setia tabungan Simpeda dengan hadiah miliaran rupiah sesuai dengan kebijakan masing-masing BPD. Lebih dari sekedar program rewards tersebut, Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia terus berkomitmen untuk tampil sebagai pemimpin di daerahnya masing-masing. Komitmen ini semakin kuat sejak dicanangkan BPD Regional Champion (BRC) oleh Bank Indonesia melalui 23 paket kebijakan di bidang moneter dan perbankan pada tanggal 21 Desember 2010 yang lalu, bank-bank pembangunan daerah (BPD) terus-menerus membenahi diri agar dapat lepas dari bayang-bayang perbankan nasional dan menjadi motor bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Umum Asbanda, Bapak Eko Budiwiyono yang juga selaku Direktur Bank DKI menjelaskan bahwa; Ada tiga pilar yang menjadi fokus perhatian BRC, yakni pertama ketahanan kelembagaan yang kuat, BPD berkomitmen untuk meningkatkan permodalan, meningkatkan efisiensi guna mencapai tingkat profitabilitas yang memadai didukung sehingga dapat memberikan kredit denga suku bunga yang kompetitif kepada masyarakat.

Kedua, dalam perannya sebagai agent of regional development, BPD menargetkan porsi yang lebih besar untuk kredit pada sektor-sektor produktif dan meningkatkan fungsi intermediasi, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kerja sama dengan BPR, baik melalui linkage program maupun menjadi APEX bank.

Pilar ketiga, sebagai bentuk peningkatan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat, BPD akan memiliki program standardisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ditunjang perluasan jaringan kantor untuk mendukung terwujudnya sistem keuangan yang inklusif (financial inclusion) dengan meningkatkan akses seluas-luasnya ke masyarakat setempat melalui penciptaan produk dan jasa yang semakin variatif dan unggul. Sebagian besar BPD telah berupaya memperluas jaringan kantor maupun membuka kedai layanan kredit mikro. Sampai dengan Desember 2012 jumlah kantor layanan BPDSI sebanyak 4.610, dengan jumlah ATM sebanyak 3.468 mesin ATM.

Hasil nyata dari keseriusan BPD menuju Regional Champion dapat dilihat dari berbagai aspek kinerja BPD yang terus meningkat. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, kinerja BPD baik dilihat dari kinerja keuangan maupun operasional semakin membaik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia. Per Juni 2013, aset BPD telah mencapai Rp412,73 triliun atau meningkat sebesar 13,49% selama 6 bulan dibandingkan posisi Desember tahun 2012 yang mencapai Rp 363,67.

Kekuatan aset BPD seluruh Indonesia ini menunjukkan bahwa apabila BPD seluruh Indonesia bersinergi akan menjadi potensi kekuatan yang solid dalam kancah persaingan industri perbankan nasional serta dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perekonomian nasional, khususnya di daerah. Kinerja kredit dalam 4 tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada Juni 2013, posisi kredit BPD seluruh Indonesia mencapai Rp 236,85 triliun atau meningkat sebesar 11,57% dibandingkan posisi Desember 2012 yang mencapai Rp 212,29 triliun. Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD seluruh Indonesia pada Juni 2013 mencapai Rp 334,04 triliun, meningkat sebesar 21,72% dibanding posisi Desember 2012 yang mencapai sebesar Rp 274,44 triliun. Modal Inti telah mencapai sebesar Rp 40,46 triliun per posisi Juni 2013, meningkat sebesar 9,2% dibanding posisi Desember 2012 yang mencapai sebesar Rp38,59 triliun. Modal Inti telah mencapai sebesar Rp 40,46 triliun per posisi Juni 2013, meningkat sebesar 9,2% dibanding posisi Desember 2012 yang mencapai sebesar Rp 38,59 triliun.

Tahun 2012 BPD seluruh Indonesia telah ditetapkan  oleh Komite Kebijakan KUR sebagai bank pelaksana dengan target realisasi sebesar Rp 5,25 triliun. Realisasi penyaluran untuk tahun 2012 sampai dengan 31 Desember 2012 dengan target penyaluran sebesar Rp 5 Triliun dapat direalisasikan sebesar Rp 3.57 Triliun atau sebesar 70.05% dengan 46.513 nasabah kemudian realisasi penyaluran di tahun 2013 sampai dengan 31 Agustusn2013 dengan target penyaluran sebesar Rp 5.25 Triliun telah terealisasi sebesar Rp 2.5 Triliun atau sebesar 50,7 % dengan 32.062 nasabah. Selain KUR BPD juga memiliki komitmen tinggi guna menyalurkan KUM (Kredit Usaha Mikro), di mana realisasi penyaluran KUM 3 BPD untuk tahun 2013 sampai dengan 31 Agustusn 2013 sebesar Rp 437.5 miliar dengan debitur sebanyak 14. 868 nasabah dengan tingkat NPL nya sebesar 4,4% hanya di BPD Sumut sedangkan BPD DIY dan Bank Kalbar NPLnya 0,0%

“Dengan prestasi dan pertumbuhan kinerja BPD secara nasional maupun lokal saat ini, BPD BPD-SI optimis mampu menjadi garda terdepan pembangunan ekonomi daerah untuk mendukung program Pemerintah menciptakan lapangan kerja sehingga dapat menigkatkan taraf hidup masyarakat daerah yang secara kolektif akan menurunkan tingkat kemiskinan secara nasional dan meningkatkan kesejahteraaan bangsa,” tegas Ketua Umum Asbanda

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sunset Cruise di Sungai Yangon, Myanmar …

Rahmat Hadi | | 26 December 2014 | 18:21

Keberadaan Ormas Pasca Putusan MK …

Hendra Budiman | | 26 December 2014 | 13:34

Partai Golkar dan Turbulensi Politik …

Erwin Ricardo Silal... | | 26 December 2014 | 16:23

Banjir (Lagi) Bencana Lingkungan Lumrah? …

Edy Rolan | | 26 December 2014 | 22:36

Kompasiana BlogTrip: Jejak Para Riser …

Kompasiana | | 24 December 2014 | 18:26


TRENDING ARTICLES

ISIS Mengancam, Pemerintah Masih Cuek …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Tangis Korban Tsunami Aceh di Depan …

Agung Soni | 6 jam lalu

‘Koalisi Cinta’ di Kongres PAN …

Jubir Darsun | 7 jam lalu

Ipin-Upin dan Bahasa Indonesia Anakku …

Ahmad Hilmi | 12 jam lalu

Gagal Pahami Jokowi, Kapolri Terancam …

Sowi Muhammad | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: