Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Muhamad Ahsan

Perantau yang tidak pernah berhenti untuk belajar dan terus belajar karena masih GOBLOK…entah sampai kapan….ngajar selengkapnya

Kabel dan Toilet

REP | 18 October 2010 | 23:13 Dibaca: 62   Komentar: 2   0

Kabel dan toilet sebenarnya bisa bercerita tentang sebuah perilaku kelompok, komunitas, lembaga atau yang lainnya. Mengapa ? Kelihatannya sederhana ya padahal sebetulnya ya memang sederhana. Pisau analisis saya bila melihat sebuah gedung hanya dari dua kata itu tadi, kabel dan toilet. Kok bisa ? Ya bisa..masak tidak boleh bisa hehehehhe

Apa yang anda fikirkan bila anda melihat kabel yang semrawut ? Apa pula yang anda fikirkan bila melihat toilet yang bau dan kotor ? Pengamatan sederhana saya ini akan mencerminkan bagaimana perilaku kelompok, komunitas dan lembaga dimana kabel dan toilet tadi dalam kondisi semrawut dan kotor berada.

Dalam sebuah acara seminar, toilet sebuah lembaga pernah dipuji-puji karena bersih dan wanginya. Salah seorang tamu sampai-sampai menyampaikan itu diforum terbuka dalam acara seminar tersebut. Gara-gara toilet saja tamu sampai begitu tekagum-kagum dan memuji-muji. Artinya tamu tadi tentulah berfikir lebih jauh. Mungkin dia berfikir “ini baru toiletnya?”

Kabel dan toilet dalam analisis saya telah mencerminkan manajemen dari banyak sisi. Bisa dari sisi perencanaan (kabel tertata rapi dan tidak terlihat), bisa dari sisi bagaimana menggerakkan (cleaning servicenya rajin), bisa juga dari sisi organizing (orang-orang didalamnya organized) dan yang jelas controllingnya jalan. Anda mungkin pernah mendengar bahwa pimpinan “A” itu tidak mengenal anak buahnya yang bernama “X” padahal skala organisasinya tidak besar cuma punya karyawan 50 orang?? Ini pun cerminan manajemen.

Ketika saya melewati kawasan yang tergolong elite saya sedikit berfikir, kok saya tidak melihat kabel ya? Belakangan saya tahu bahwa kabel di kawasan tersebut ditanam. Indah memang karena kita tidak melihat kabel berseliweran, dari sisi estetika juga hmmm..patut diacungi jempol. Kalau begini apa yang Anda fikirkan ? Apakah mereka memiliki rencana yang matang dalam mengembangkan sebuah kawasan? Mungkin ada yang bertanya siapa developernya ?

Setiap hari saya melewati sebuah jalan untuk melakukan aktivitas dan mungkin andapun sering, tetapi entah sadar entah tidak apakah kita memikirkannya. Habis digali ditutup. Selang waktu satu bulan digali lagi, kemudian ditutup lagi dengan tidak rapi (baca: asal-asalan heheheh). Tidak lama kemudian digali lagi. Seandainya jalan itu bisa berteriak mungkin dia sudah menjerit-jerit karena belum selesai ‘luka lama’ sudah ‘dilukai’ lagi.

Kembali ke dalam gedung, intinya kabel dan toilet dalam sebuah bangunan dapat mencerminkan bagaimana sebetulnya perilaku manajemen orang-orang di dalamnya. Baik dan buruk perilaku manajemen (ditambahi gaya hidupnya) itu tercermin dari bagaimana orang-orang di dalam gedung tersebut mengatur kabel dan toiletnya. Ah masa…kalau tidak percaya silahkan observasi hehehhee

Khusus untuk saya, Tuhan telah menciptakan kabel dan toilet sebagai tolok ukur untuk melihat bagaimana sebenarnya perilaku oraganisasi dalam skala kecil hehehehe. Terima kasih Tuhan…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

9 Mei 2014, Sri Mulyani Come Back …

Juragan Minyak | | 25 April 2014 | 10:12

Senayan Berduka: Wajah Baru Caleg Misterius …

Saefudin Sae | | 25 April 2014 | 08:37

Kesuksesan Kerabat Kepala Daerah di Sulawesi …

Edi Abdullah | | 25 April 2014 | 10:02

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | | 24 April 2014 | 23:45

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: