Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

M. Rosadi Mulia

Saya Senang Menulis Artikel Manajemen Praktis

Pertumbuhan yang Menyedihkan

OPINI | 12 December 2010 | 07:38 Dibaca: 92   Komentar: 4   0

“Berbeda dengan perekonomian negara-negara maju di dunia yang diterpa krisis, perekonomian Indonesia terus berkembang pesat. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,2 persen di kuartal kedua tahun 2010″.

Ini merupakan hal yang membanggakan, dan perekonomian Indonesia mulai diperhitungkan oleh Negara-negara maju. Sehingga aliran modal masuk ke Indonesia baik ke bursa saham maupun investasi dalam sector riil tumbuh dengan pesat.

Data yang dilansir oleh majalah Forbes menunjukkan bahwa, jumlah kekayaan orang terkaya di Indonesia pada tahun 2009 sebesar USD 40.120 miliar. Pada tahun 2010 meningkat menjadi USD 71.305 miliar atau terdapat pertambahan sebesar USD 31.185 miliar atau 78 persen. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang terkaya di Indonesia turut menikmati pertumbuhan ekonomi.

Dari kedua data tersebut kita boleh bangga, akan tetapi coba kita simak data yang dikeluarkan oleh Kementrian Negara Koperasi dan UKM. Pelaku usaha mikro yang memiliki modal usaha antar Rp. 0 sampai dengan Rp. 50.000.000 pada tahun 2008 terdapat 50.847.771 unit, sedangkan pada tahun 2009 tedapat 52.176.795 unit. Atau terjadi kenaikan sebanyak 1.329.024 unit. Data lain menunjukkan bahwa pelaku usaha mikro mencapai 98,88 persen, sedangkan pelaku usaha katagori besar hanya 0,01 persen saja.

Saya mencoba mencari tahu gambaran pelaku usaha katagori Mikro. Yang saya dapatkan adalah ketika saya mengunjungi sebuah kawasan kumuh yang didalam yang terdiri dari kamar-kamar kontrakan. Disekelilingnya banyak terdapat roda untuk berjualan makanan seperti nasi goreng, bakso, sate dan lain-lain.

Pada sebuah kamar kontrakan saya temui seorang ibu yang sedang menangis terisak-isak. Saya mencoba menemuinya, dan saya tanya mengapa dia menangis. Jawabannya adalah dia sangat sedih karena anaknya yang paling kecil, yang baru berumur 2 tahun meminta jajan, sedangkan dia tidak memiliki uang karena suaminya yang sehari-hari berjualan nasi goreng, sudah tiga hari tidak berjualan karena sedang sakit.

Yang saya bayangkan adalah, apabila semua usaha mikro kondisinya seperti apa yang dialami oleh si ibu tadi. Sedangkan di Indonesia masih terdapat 52.176.795 unit usaha katagori mikro, apabila seorang pelaku usaha mikro memiliki tanggungan 4 orang, artinya lebih dari 200 jiwa mengalami hal yang sama.

Yang disayangkan adalah, mengapa pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pertumbuhan jumlah pelaku usaha mikro? Mengapa pertumbuhan hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang saja? Ini mungkin dapat dijadikan bahan kajian kita bersama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Dari Body Mulus, Sampai Bibir Sexy …

Seneng | 7 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 14 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 14 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Berlari itu Menginspirasi …

Hanni | 7 jam lalu

Diari Santri: #15 Perak Laju …

Syrosmien | 8 jam lalu

Misteri Kartu di Mandala …

Aksa Hariri | 8 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 8 jam lalu

Ledakan Permintaan Jasa Rumah Sakit …

Petra Sembilan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: