Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Parlin Nainggolan

Berbagi pengetahuan adalah hal yang memiliki kenikmatan tersendiri.

Pentingnya Manajemen Stratejik bagi Organisasi dan Perusahaan

OPINI | 29 June 2011 | 05:45 Dibaca: 7155   Komentar: 4   0

Manajemen stratejik adalah suatu proses untuk perencanaan, implementasi ( penerapan ) dan pengendalian strategi bagi organisasi atau perusahaan, dimana untuk mendukung strategi juga dengan menentukan misi dan tujuan perusahaan atau organisasi tersebut, untuk menghadapi lingkungan eksternalnya yang selalu berubah.

Manajemen pada saat ini sangat penting di rencanakan oleh perusahaan atau organisasi, baik itu yang mencari laba atau tidak utamanya mencari laba ( seperti Yayasan dan Rumah Sakit ). Rencana masa depan bagi setiap perusahaan adalah dengan harapan ke depannya akan lebih baik, namun karena masa depan tidak bisa di prediksi dengan pasti, namun untuk menghadapi ketidakpastian masa depan tersebut, perlu dibuat suatu perencanaan stratejik untuk ke depan.

Manajemen stratejik menyangkut  dalam banyak keputusan yang dibuat oleh top level manajer. Berdasarkan survey di lakukan pada perusahaan-perusahaan di Amerika, bahwa 60 % dari mereka telah memiliki strategi dan sebesar 89 % dari mereka menyatakan bahwa dengan perencanaan stratejik tersebut bahwa tujuan mereka terutama untuk mencapai laba yang baik sukses dan dilakukan dengan efektif. Perencanaan stratejik menurut mereka memberikan sasaran-sasaran yang terperinci dan memberi semangat kepada karyawan di perusahaan tersebut memberikan visi yang satu dengan perusahaan.

Menurut Gluek, Kaufman dan Walleck, 4 fase dalam perencanaan stratejik mengalami evolusi, dimana fase ini merupakan upaya para manajer puncak ( top manager ) dalam menghadapi lingkungan yang selalu berubah, yaitu :

  1. Fase Basic Financial Planning : Dimana dilakukan pengendalian operasional dan manajerial dengan anggaran sebagai alat ( tool ).
  2. Fase Forecast Based Planning : Dimana melakukan perencanaan atau keadaan masa depan untuk kurun waktu yang lebih panjang ( 5 tahun atau 10 tahun ke depan ), bukan hanya 1 tahun saja. Diharapkan, sistem perencanaan menjadi lebih efektif untuk mencapai pertumbuhan perusahaan.
  3. Fase Externally Oriented Planning : Dimana mengupayakan peningkatan kepekaan terhadap pasar dan persaingan dengan cara berpikir secara stratejik.
  4. Fase Strategic Management : Dimana mengupayakan untuk mengatur semua sumberdaya yang ada untuk mengembangkan daya saing dan membantu menciptakan masa depan.

Strategi ini dibuat oleh top manajer atau CEO atau kepala bidang fungsional lainnya. Konsep strategi dibuat oleh mereka, berdasarkan masukan dari para staf atau karyawan lainnya, sehingga secara tidak langsung seluruh staf dan karyawan memberikan kontribusi dalam pembuatan perencanaan stratejik pada setiap organisasi atau perusahaan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kartun Kenangan Konferensi Asia Afrika 1955 …

Gustaaf Kusno | | 19 April 2015 | 18:33

Kereta Api Lokal, Sarana Transportasi …

Andrea Dietricth | | 19 April 2015 | 12:39

[JNE BALI] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:11

Trik Meracik Bad News Menjadi Good News …

Muhammad Armand | | 18 April 2015 | 21:32

Mari Lestarikan Air bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Matematika Beras …

Faisal Basri | 6 jam lalu

Menjawab Logika Jongkok PSSI dan La Nyalla …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Tommy Soeharto Tenar di Medsos, Dari Kisruh …

Hasto Suprayogo | 8 jam lalu

Jangan Remehkan Paspor Indonesia …

Ifani | 9 jam lalu

Media Sosial, Hedonisme dan Prostitusi …

Ariyani Na | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: