Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Parlin Nainggolan

Berbagi pengetahuan adalah hal yang memiliki kenikmatan tersendiri.

Pentingnya Manajemen Stratejik bagi Organisasi dan Perusahaan

OPINI | 29 June 2011 | 05:45 Dibaca: 5634   Komentar: 4   0

Manajemen stratejik adalah suatu proses untuk perencanaan, implementasi ( penerapan ) dan pengendalian strategi bagi organisasi atau perusahaan, dimana untuk mendukung strategi juga dengan menentukan misi dan tujuan perusahaan atau organisasi tersebut, untuk menghadapi lingkungan eksternalnya yang selalu berubah.

Manajemen pada saat ini sangat penting di rencanakan oleh perusahaan atau organisasi, baik itu yang mencari laba atau tidak utamanya mencari laba ( seperti Yayasan dan Rumah Sakit ). Rencana masa depan bagi setiap perusahaan adalah dengan harapan ke depannya akan lebih baik, namun karena masa depan tidak bisa di prediksi dengan pasti, namun untuk menghadapi ketidakpastian masa depan tersebut, perlu dibuat suatu perencanaan stratejik untuk ke depan.

Manajemen stratejik menyangkut  dalam banyak keputusan yang dibuat oleh top level manajer. Berdasarkan survey di lakukan pada perusahaan-perusahaan di Amerika, bahwa 60 % dari mereka telah memiliki strategi dan sebesar 89 % dari mereka menyatakan bahwa dengan perencanaan stratejik tersebut bahwa tujuan mereka terutama untuk mencapai laba yang baik sukses dan dilakukan dengan efektif. Perencanaan stratejik menurut mereka memberikan sasaran-sasaran yang terperinci dan memberi semangat kepada karyawan di perusahaan tersebut memberikan visi yang satu dengan perusahaan.

Menurut Gluek, Kaufman dan Walleck, 4 fase dalam perencanaan stratejik mengalami evolusi, dimana fase ini merupakan upaya para manajer puncak ( top manager ) dalam menghadapi lingkungan yang selalu berubah, yaitu :

  1. Fase Basic Financial Planning : Dimana dilakukan pengendalian operasional dan manajerial dengan anggaran sebagai alat ( tool ).
  2. Fase Forecast Based Planning : Dimana melakukan perencanaan atau keadaan masa depan untuk kurun waktu yang lebih panjang ( 5 tahun atau 10 tahun ke depan ), bukan hanya 1 tahun saja. Diharapkan, sistem perencanaan menjadi lebih efektif untuk mencapai pertumbuhan perusahaan.
  3. Fase Externally Oriented Planning : Dimana mengupayakan peningkatan kepekaan terhadap pasar dan persaingan dengan cara berpikir secara stratejik.
  4. Fase Strategic Management : Dimana mengupayakan untuk mengatur semua sumberdaya yang ada untuk mengembangkan daya saing dan membantu menciptakan masa depan.

Strategi ini dibuat oleh top manajer atau CEO atau kepala bidang fungsional lainnya. Konsep strategi dibuat oleh mereka, berdasarkan masukan dari para staf atau karyawan lainnya, sehingga secara tidak langsung seluruh staf dan karyawan memberikan kontribusi dalam pembuatan perencanaan stratejik pada setiap organisasi atau perusahaan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 3 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 5 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 10 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 11 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: