Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Parlin Nainggolan

Berbagi pengetahuan adalah hal yang memiliki kenikmatan tersendiri.

Konsep 5 R dalam manajemen perusahaan

OPINI | 28 July 2011 | 02:47 Dibaca: 898   Komentar: 2   1

Dalam manajemen  ada istilah 5 R, yaitu :

  1. Ringkas, yaitu dapat memilah barang-barang atau dokumen yang mana perlu disimpan dan hanya menyimpan barang-barang/dokumen  yang diperlukan saja, serta singkirkan yang tidak diperlukan.
  2. Rapi, yaitu melakukan penataan barang-barang/dokumen, sehingga setiap barang-barang/dokumen ada tempatnya.
  3. Resik, yaitu membersihkan untuk pencegahan kerusakan terutama mesin-mesin dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan, dengan harapan pembersihan ini dapat mencegah terkendalanya kegiatan operasional seluruh aktifitas perusahaan.
  4. Rawat, yaitu menciptakan aturan agar segala barang-barang/dokumen atau mesin-mesin dilakukan perawatan dengan baik dimana kegiatan perawatan ini dukungan/tindak lanjut dari Rapi,Resik dan Ringkas diatas.
  5. Rajin, dimana meningkatkan kinerja dan produktifitas kerja secara berkesinambungan agar perusahaan dapat berjalan dengan baik untuk mendukung tujuan utama perusahaan.

Konsep 5 R ini diterapkan dalam Kaizen untuk mengantisipasi atau paling tidak dapat mengurangi pemborosan, baik itu waktu, keuangan/dana dan energi yang digunakan dalam mendukung operasional sehari-hari perusahaan.

Dalam Toyota Way, ada beberapa pemborosan, yaitu :

  • Produksi yang berlebihan, sehingga mengganggu cost di gudang, akibat penumpukan barang yang belum terjual akibat kelebihan produksi.
  • Waktu menunggu membuat idle time, yang dapat merugikan perusahaan.
  • Pengiriman yang tidak diperlukan, sehingga akan menekan biaya untuk pengiriman dan pengembalian barang.
  • Pemrosesan yang berlebihan, membuat ongkos produksi besar dan administrasi menjadi rumit.
  • Persediaan yang berlebih, akan menjadi biaya tambahan dalam perawatan persediaan tersebut.
  • Gerakan yang tidak diperlukan dalam proses produksi, akan banyak memakan penggunaan energi seperti listrik dan BBM.
  • Cacat ( defect ), akan merugikan perusahaan, karena akan melakukan pemborosan dalam biaya produksi.
  • Kreatifitas karyawan yang tidak dipergunakan secara maksimal, sehingga input-input yang kemungkinan bisa membantu perusahaan dalam melaksanakan operasional dengan baik, tidak diterima. Input dari karyawan, yang kemungkinan dapat diterapkan sebaiknya dipikirkan dan diterapkan, hal ini mungkin berdasarkan pengalaman mereka di perusahaan yang lama.

Demikianlah makna dari 5 R, agar dapat diterapkan di perusahaan atau tempat organisasi anda bekerja dan mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan bagi kita bersama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 17 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 21 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 22 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: