Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Parlin Nainggolan

Berbagi pengetahuan adalah hal yang memiliki kenikmatan tersendiri.

Konsep 5 R dalam manajemen perusahaan

OPINI | 28 July 2011 | 02:47 Dibaca: 936   Komentar: 2   1

Dalam manajemen  ada istilah 5 R, yaitu :

  1. Ringkas, yaitu dapat memilah barang-barang atau dokumen yang mana perlu disimpan dan hanya menyimpan barang-barang/dokumen  yang diperlukan saja, serta singkirkan yang tidak diperlukan.
  2. Rapi, yaitu melakukan penataan barang-barang/dokumen, sehingga setiap barang-barang/dokumen ada tempatnya.
  3. Resik, yaitu membersihkan untuk pencegahan kerusakan terutama mesin-mesin dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan, dengan harapan pembersihan ini dapat mencegah terkendalanya kegiatan operasional seluruh aktifitas perusahaan.
  4. Rawat, yaitu menciptakan aturan agar segala barang-barang/dokumen atau mesin-mesin dilakukan perawatan dengan baik dimana kegiatan perawatan ini dukungan/tindak lanjut dari Rapi,Resik dan Ringkas diatas.
  5. Rajin, dimana meningkatkan kinerja dan produktifitas kerja secara berkesinambungan agar perusahaan dapat berjalan dengan baik untuk mendukung tujuan utama perusahaan.

Konsep 5 R ini diterapkan dalam Kaizen untuk mengantisipasi atau paling tidak dapat mengurangi pemborosan, baik itu waktu, keuangan/dana dan energi yang digunakan dalam mendukung operasional sehari-hari perusahaan.

Dalam Toyota Way, ada beberapa pemborosan, yaitu :

  • Produksi yang berlebihan, sehingga mengganggu cost di gudang, akibat penumpukan barang yang belum terjual akibat kelebihan produksi.
  • Waktu menunggu membuat idle time, yang dapat merugikan perusahaan.
  • Pengiriman yang tidak diperlukan, sehingga akan menekan biaya untuk pengiriman dan pengembalian barang.
  • Pemrosesan yang berlebihan, membuat ongkos produksi besar dan administrasi menjadi rumit.
  • Persediaan yang berlebih, akan menjadi biaya tambahan dalam perawatan persediaan tersebut.
  • Gerakan yang tidak diperlukan dalam proses produksi, akan banyak memakan penggunaan energi seperti listrik dan BBM.
  • Cacat ( defect ), akan merugikan perusahaan, karena akan melakukan pemborosan dalam biaya produksi.
  • Kreatifitas karyawan yang tidak dipergunakan secara maksimal, sehingga input-input yang kemungkinan bisa membantu perusahaan dalam melaksanakan operasional dengan baik, tidak diterima. Input dari karyawan, yang kemungkinan dapat diterapkan sebaiknya dipikirkan dan diterapkan, hal ini mungkin berdasarkan pengalaman mereka di perusahaan yang lama.

Demikianlah makna dari 5 R, agar dapat diterapkan di perusahaan atau tempat organisasi anda bekerja dan mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan bagi kita bersama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Batik 3005 Meter Karya Masyarakat Yogyakarta …

Hendra Wardhana | | 02 October 2014 | 12:27

Antara Yangon, Iraq, ISIS dan si Doel …

Rahmat Hadi | | 02 October 2014 | 14:09

Kopi Tambora Warisan Belanda …

Ahyar Rosyidi Ros | | 02 October 2014 | 14:18

Membuat Photo Story …

Rizqa Lahuddin | | 02 October 2014 | 13:28

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 4 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 10 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kios Borobudur Terbakar, Pencuri Ambil …

Maulana Ahmad Nuren... | 7 jam lalu

Kemacetan di Kota Batam …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

“Amarah Nar Membumihanguskan …

Usman Kusmana | 7 jam lalu

Pembunuh (4) …

S-widjaja | 7 jam lalu

Penghujat SBY, Ayo Tanggung Jawab…!! …

Sowi Muhammad | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: