Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Parlin Nainggolan

Berbagi pengetahuan adalah hal yang memiliki kenikmatan tersendiri.

Konsep 5 R dalam manajemen perusahaan

OPINI | 28 July 2011 | 02:47 Dibaca: 921   Komentar: 2   1

Dalam manajemen  ada istilah 5 R, yaitu :

  1. Ringkas, yaitu dapat memilah barang-barang atau dokumen yang mana perlu disimpan dan hanya menyimpan barang-barang/dokumen  yang diperlukan saja, serta singkirkan yang tidak diperlukan.
  2. Rapi, yaitu melakukan penataan barang-barang/dokumen, sehingga setiap barang-barang/dokumen ada tempatnya.
  3. Resik, yaitu membersihkan untuk pencegahan kerusakan terutama mesin-mesin dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan, dengan harapan pembersihan ini dapat mencegah terkendalanya kegiatan operasional seluruh aktifitas perusahaan.
  4. Rawat, yaitu menciptakan aturan agar segala barang-barang/dokumen atau mesin-mesin dilakukan perawatan dengan baik dimana kegiatan perawatan ini dukungan/tindak lanjut dari Rapi,Resik dan Ringkas diatas.
  5. Rajin, dimana meningkatkan kinerja dan produktifitas kerja secara berkesinambungan agar perusahaan dapat berjalan dengan baik untuk mendukung tujuan utama perusahaan.

Konsep 5 R ini diterapkan dalam Kaizen untuk mengantisipasi atau paling tidak dapat mengurangi pemborosan, baik itu waktu, keuangan/dana dan energi yang digunakan dalam mendukung operasional sehari-hari perusahaan.

Dalam Toyota Way, ada beberapa pemborosan, yaitu :

  • Produksi yang berlebihan, sehingga mengganggu cost di gudang, akibat penumpukan barang yang belum terjual akibat kelebihan produksi.
  • Waktu menunggu membuat idle time, yang dapat merugikan perusahaan.
  • Pengiriman yang tidak diperlukan, sehingga akan menekan biaya untuk pengiriman dan pengembalian barang.
  • Pemrosesan yang berlebihan, membuat ongkos produksi besar dan administrasi menjadi rumit.
  • Persediaan yang berlebih, akan menjadi biaya tambahan dalam perawatan persediaan tersebut.
  • Gerakan yang tidak diperlukan dalam proses produksi, akan banyak memakan penggunaan energi seperti listrik dan BBM.
  • Cacat ( defect ), akan merugikan perusahaan, karena akan melakukan pemborosan dalam biaya produksi.
  • Kreatifitas karyawan yang tidak dipergunakan secara maksimal, sehingga input-input yang kemungkinan bisa membantu perusahaan dalam melaksanakan operasional dengan baik, tidak diterima. Input dari karyawan, yang kemungkinan dapat diterapkan sebaiknya dipikirkan dan diterapkan, hal ini mungkin berdasarkan pengalaman mereka di perusahaan yang lama.

Demikianlah makna dari 5 R, agar dapat diterapkan di perusahaan atau tempat organisasi anda bekerja dan mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan bagi kita bersama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lebaran Sederhana ala TKI Qatar …

Sugeng Bralink | | 30 July 2014 | 22:22

Ternyata Kompasiana Juga Ada Dalam Bidikan …

Febrialdi | | 30 July 2014 | 04:30

Indonesia Termasuk Negara yang Tertinggal …

Syaiful W. Harahap | | 30 July 2014 | 14:23

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 7 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 9 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 11 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 13 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: