Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Juliotdwclub Tdwclub

tidak ada kata gagal yang ada hanya sukses atau belajar

11 Cara Mengubah Kebiasaan Buruk Dalam Hidup

OPINI | 17 January 2012 | 05:06 Dibaca: 7617   Komentar: 3   2

1326776494736831528

menghindari kebiasaan buruk

Bagaimana perilaku kehidupan Anda setiap harinya? Baik atau burukkah perilaku Anda terhadap orang lain? Memang dalam merubah kebiasaan tidak mudah jika tidak ada niat yang besar dalam diri kita.

Para ahli mengatakan bahwa sesungguhnya otak manusia terdiri neuron-neuron yang bekerja bersama dan menjalin kesatuan, dengan pola yang sama dari waktu ke waktu. Anda mengenalnya sebagai kebiasaan. Tapi jangan khawatir, otak Anda dapat ‘dipaksa’ membangun sel-sel baru dan membentuk jalan menuju perilaku dan kebiasaan baru.

Berikut ini 11 cara merubah kebiasaan dalam hidup Anda agar terjadi perubahan-perubahan yang baik dalam menjalani kehidupaan Anda sehari-hari:

  1. Buat resolusi Anda tidak bisa ditawar-tawar lagi.
    Lakukan komitmen yang telah Anda janjikan pada diri Anda sendiri, dan buatlah sedemikian rupa agar Anda tak memiliki pilihan lain selain melakukan hal yang sudah Anda janjikan.
  2. Memudahkan Diri Anda untuk Melakukan Tindakan.
    Apakah tujuan hidup Anda nyata? Kebanyakan orang gagal karena sulit mengubah tujuan menjadi nyata.
    Untuk berhasil, Anda harus tahu apa tindakan yang akan Anda lakukan. Misalnya, resolusi Anda adalah ingin memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai. Terjemahkan ke dalam aksi yang nyata, seperti Anda akan menyisakan setengah jam sehari untuk berjalan-jalan.
  3. Buatlah StrategiUntuk Mengatasinya.
    Apa alasan utama Anda saat tidak menepati janji terhadap resolusi Anda? Lupa? Sibuk? Hilang semangat? Atau tak tahu bagaimana memulainya? Buat daftar alasan-alasan yang biasa Anda kemukakan.

  4. Manfaatkan Deadline Sebagai Pemicu.
    Sebagian besar dari Anda seringkali terpacu untuk melakukan sesuatu setelah deadline semakin dekat.Buatlah deadline yang membuat Anda bertindak, entah itu wawancara kerja, reuni atau hari pernikahan.Niscaya semangat Anda terpacu untuk sungguh-sungguh melakukan perubahan sebelum hari-H tiba.
  5. Buat Jadwal.
    Jadwalkan apa yang ingin Anda lakukan. Tulis dalam agenda Anda, perlakukanlah selayaknya janji yang Anda buat dengan seseorang yang penting dalam hidup Anda. Jadwalkanlah dengan spesifik, kapan dan berapa lama Anda akan melakukannya.
  6. Lakukan Setiap Hari.
    Semakin Anda menjadikan janji Anda sebagai bagian dari keseharian, Anda akan memperlakukan hal itu sebagai rutinitas, sehingga tanpa terasa Anda melakukannya begitu saja tanpa beban lagi.
  7. Pantau Perilaku Anda.
    Penilaian menunjukan bahwa perilaku yang terekam dalam tulisan akan membantu Anda menjadi lebih baik. Misalnya, dengan menuliskan seberapa sering Anda bersikap khawatir terhadap apa yang Anda hadapi, dan sebagainya.

  8. Fokuskan Pada Horison.
    Lihat seberapa jauh Anda telah melangkah, buka seberapa jauh lagi jarak yang harus Anda tempuh. Hal ini akan memberi Anda kekuatan untuk terus melangkah. Luangkan waktu sejenak untuk merefleksikan apa yang telah berhasil Anda lakukan. Jadikan itu sebagai pemacu untuk tetap melanjutkan ‘perjuangan’ Anda.
  9. Cari Rolemodel.
    Bayi belajar dengan meniru, mengapa orang dewasa tidak? Temukanlah seseorang yang dapat menjadi contoh Anda melakukan perubahan. Apa yang ia lakukan dan tidak Anda lakukan? Jangan malu untuk bertanya kunci kesuksesan perubahannya. Sebagian besar orang senang jika dijadikan teladan.
  10. Ajari Orang Lain.
    Jalan terbaik untuk menyatukan diri dengan kebiasaan baru adalah dengan menjadi seorang mentor. Dengan mengajari orang lain, Anda akan terpacu untuk meningkatkan kualitas diri.
  11. Perlakukan Diri Secara Wajar.
    Lakukanlah yang terbaik. Pada saat tertentu Anda akan kehilangan orientasi atau membuat resolusi Anda berantakan. Saat itu terjadi, perlakukan diri Anda dengan wajar. Jangan tenggelam dalam rasa malu atau bersalah. Segeralah bangkit kembali.
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 9 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 10 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 12 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 13 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: