Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Kuncoro Adi

Lahir di semarang, tinggal di Jakarta. Penulis, editor buku dan pembicara publik. Tulisan tentang kerohanian, selengkapnya

6 Langkah Menjadi Pemimpin yang Efektif

OPINI | 15 March 2012 | 05:51 Dibaca: 9558   Komentar: 0   2

Leadership adalah sebuah seni. Dan karena ia adalah sebuah seni maka siapapun bisa mempelajarinya, sebagaimana kita bisa mempelajari seni-seni yang lain seperti seni lukis, seni peran ataupun seni suara.

Namun demikian, walaupun bisa dipelajari, sebagaimana seni yang lain, kepemimpinan tidak mudah untuk dikuasai. Diperlukan waktu bertahun-tahun dan proses yang cukup panjang untuk seseorang menjadi seorang pemimpin yang baik.

Pertanyaannya bagaimana langkah-langkah yang diperlukan agar kita bisa menjadi seorang pemimpin yang efektif. Yang dimaksud efektif disini adalah : dapat membawa hasil atau berhasil guna. Paling tidak ada 6 langkah untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif.

1.Recognize (mengakui)

Maksudnya disini , mengakui bahwa kepemimpinan itu seperti sebuah seni yang dapat terus dikembangkan dan dipertajam. Dengan mengakui hal ini maka seorang pemimpin bisa ters belajar, enta dari para mentor maupun dari buku-buku untuk terus meningkatkan kompetensinya dalam memimpin.

Dengan pengakuan ini maka seorang leader sekaligus akan menjadi seorang learner (pembelajar). Dan proses belajar itu adalah seumur hidup, sebagaimana tersirat dalam ungkapan from womb to tomb!

2.Realize (menyadari)

Artinya, seorang pemimpin harus menyadari bahwa ia tidak bisa menjadi pemimpin yang efektif kalau ia tidak bisa menjalin relasi yang baik dengan mereka-mereka yang dipimpinnya. Kepemimpinan harus berawal dari concern atau kepedulian kepada orang lain. Pemimpin yang efektif menyadari bahwa ia adalah pemimpin yang tugasnya melayani orang lain atau oarng-orang yang dipimpinnya. Baru dengan demikian kepemimpinannya akan legitimate dan diakui oleh orang banyak!

3.Remember (mengingat)

Seorang pemimpin harus mengingat apa yang tertulis dalam “The Golden Rule” : lakukan kepada orang lain apa yang engkau inginkan orang lain lakukan kepadamu!”

Ini disebut juga hukum gema : apa yang kita lakukan akan kembali kepada kita. Dengan menginat hal I ni pemimpin yang ingin efektif dalam memimpin harus hati-hati dalam bertindak dan berucap. Ia harus selalu ingat bahwa orang akan merespon persis sama dengan yang dia lakukan!

4.Repiclate (Meniru)

Untuk menjadi pemimpin yang efektif sekaligus efisian, seseorang harus berani meniru apa yang baik, berhasil dan berguna yang dilakuakn pemimpin lain. Sebaliknya apa yang salah, gagal dan tidak bermanfaat jangan ditiru. Untuk menjadi efektif dan efesien kita bisa belajar darai kesalahan orang lain dan jangan mengulangi kesalahan yang sama, sehingga aktu kita tidak habis dengan sia-sia.

Prinsipnya menjadi pemimpin yang efektif dan efisien tidak usah melakukan proses trial and error, tapi tinggal meniru yang baik dan benar serta melupakan yang salah dan gagal dari pemimpin lain!

5.Resurrect (Menghidupkan kembali)

Seorang pemimpin yang efektif seharusnya juga menjadi motivator yang hebat. Ia bisa membangkitkan kembali semangat timnya yang lumph akibat kegagalan yang dialami. Pemimpin yang efektif tidak main asal pecat kepada anah buahnya yang gagal. Tapi ia memberi kesempatan kepada mereka untuk gagal dan kemudian memberinya semangat agar bangkit kembali untuk mengukir prestasi gemilang!

6.Reinvent (menemukan kembali)

Dalam memimpin seseorang bisa merasa capek, bosan, letih bahkan mengalami burn out. Nah, ketika situasi seperti ini terjadi, pemimpin yang efektif harus bisa menemukan lagi “spirit” yang dulu mendorongnya untuk menjadi pemimpin. Ia harus mampu bukan saja out of the box, tapi bahkan jump of the box untuk kembali menemukan passionnya yang hilang. Hanya dengan demikian ia bisa kembali memimpin dengan bersemangat dan bergairah!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

Mejikuhibiniu: Perlukah Menghapal Itu? …

Ken Terate | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 10 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 7 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 7 jam lalu

Pembunuhan Karakter Keprofesian Industri …

Vendy Hendrawan | 7 jam lalu

Seorang Perempuan di Pemakaman …

Arimbi Bimoseno | 8 jam lalu

Gayatri Si Anak Ajaib Yang Terbang Ke Negeri …

Birgaldo Sinaga | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: