Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Saifudin Smg

tinggal di semarang dan profesi debt collector sebuah profesi yg dihindari orang. dengan profesi ini selengkapnya

Pekerjaan Paling Gampang Adalah Menagih Utang

REP | 10 November 2012 | 13:51 Dibaca: 5810   Komentar: 14   0

Semua orang akan sepakat bahwa menagih hutang adalah sesuatu yang sulit dan berat untuk dilakukan.Kalau saja ada lowongan pekerjaan tentang penagih hutang alias debt collector, apakah kamu mau mendaftar? Kalaupun mendaftar itu pun setengah terpaksa, Mengapa demikian?Karena tidak ada pekerjaan lain atau daripada menganggur.Kalau saya pribadi ditanya tentang itu,langsung saya jawab,”Saya nggak mau daftar jadi debt collector.” Apakah pendapat anda sama dengan saya?

Saya seorang pedagang yang menjual barang dengan harga yang lebih tinggi dibanding dengan harga normal.Tapi mengapa banyak yang membeli barang ditempat saya? Jawabannya simpel saja, karena bisa dicicil, jadi walau harga mahal bisa dibeli karena bisa dicicil berkali kali.Jadilah saya seorang debt collector yang harus menagih kesana kemari.

Setelah saya menjalani bertahun tahun, saya bisa berpendapat bahwa menagih hutang ternyata mudah sekali dan mungkin semudah pelajaran matematika kelas satu sekolah dasar he he he….Coba anda buka buku matematika tingkat SD kelas satu, kerjakan saja, maka akan mendapat nilai 100, mudah kan? Atau semudah beli bakso dipinggir jalan, tinggal pesan dan tunggu beberapa saat, lantas tinggal santap he he he… nggak ada yang sulit kan?

Semua kemudahan itu karena ada ilmu yang saya pakai.Ilmu menagih hutang cukup dipelajari hanya 3 menit. Biaya berapa? Biayanya lebih murah dibanding sepotong gorengan mendoan atau pisang goreng.Masalahnya, anda mau belajar apa tidak. Karena saya mempelajari cukup 3 menit dan gratis lagi, tidak ada  biaya yang dikeluarkan.Dan tentu saja ilmu itu tidak bisa didapatkan di universitas atau akademi. Mengapa? Karena saya belum pernah mendengar ada kuliah jurusan penagihan hutang. Kalau ada mungkin sudah banyak yang bergelar sarjana penagih hutang, atau disingkat SpH.

Marilah kita persiapkan diri untuk mendapatkan ilmu penagihan hutang selama 3 menit.semua yang mau mendapatkan ilmu ini, saya sebut mahasiswa, enak kan nggak perlu bayar uang kuliah dan juga ongkos transport ke kampus. Di sini saya sebagai dosen, yang tidak digaji, tidak diberi honor, kasihan ya…? he he he cuma bercanda lho? Saya ingatkan lagi, perkuliahan cuma 3 menit saja. Kalau ada tanya jawab , mudah mudahan dengan keterbatasan saya sebagai dosen tanpa gaji dan tanpa honor bisa menjawab pertanyaan mahasiswa saya he he he….

Kuliah cuma sederhana sekali,tapi hasilnya bisa menggoncangkan bumi, membuat puncak gunung meleleh dan angin topan pun bisa berhenti. Anda pasti sudah nggak sabar kan? Mari kita mulai saja, sudah siap? ini adalah menit pertama, 5 detik adalah niat anda untuk belajar cara menagih hutang. Niat saja dalam hati, mudah kan? Sudah niat? kemudian 15 detik, untuk mengambil al quran yang ada terjemahan bahasa indonesia karena tidak semua pandai bahasa Arab, mudah sekali bukan?Tinggal ambil, sudah beres. Sampai disini sudah menghabiskan 20 detik.Kemudian 40 detik diperuntukkan untuk mencari dan membuka Surat Al Baqarah ayat yang ke 280.Mudah sekali kan? Jangan sampai keliru surat dan ayatnya. kalau sampai keliru berarti anda buta huruf he he he…. mudah ya semudah pelajaran matematika SD kelas 1, bahkan lebih mudah ini ya, cuma buka dan cari he he he….  Apakah sudah ketemu? Kalau sudah, kita akan bersemangat memasuki menit ke dua. disini mulai menggunakan aktivitas mulut, pikiran dan hati. Cuma menggunakan, mudah banget kan? Mengapa? Karena semua kan punya mulut, semua punya pikiran, semua punya hati, betul kan? Kalau nggak punya berarti anda robot, jangan tersinggung ya? cuma bercanda. Cobalah anda baca dengan pelan pelan, inilah terjemahan dalam bahasa indonesia, butuh waktu 15 detik. al baqarah ayat 280, “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran,” ini awal ayat, apakah sudah dibaca? bacalah sampai 3 kali. Mudah kan? karena mudah kita teruskan ya? “maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan” disini butuh waktu 15 detik Bacalah sampai 3 kali agar mudah dan gampang. tidak ada yang sulit kan? dengan bersemangat kita teruskan 30 detik lagi untuk membaca. ini akhir ayat,” dan jika kamu menyedekahkan (hutang itu) lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” Sampai sini 2 menit telah selesai, kita baca dari awal ayat sampai akhir ayat. Jangan lupa baca 3 kali, mudah banget ya.

Akhir kata, sudah sampai di akhir perkuliahan yaitu menit ke tiga. Setelah membaca kita tahu, jika orang yang berhutang itu dalam kesulitan membayar atau belum punya uang, apa yang harus kita lakukan? Mudah saja kan? beri dia waktu sampai ada uang atau kelapangan dalam membayar. itu pilihan pertama. Lha pilihan kedua apa? Jika kita menyedekahkan hutang, maka ini pilihan yang lebih baik. Lha pilihan ketiga apa? Tidak ada pilihan ketiga, cuma ada 2 saja yaitu memberi kelonggaran waktu atau menyedekahkan hutang. Anda mau pilih yang mana? perkuliahan 3 menit sudah selesai. Kesimpulan, kita memberi pilihan kepada diri kita, apakah mau memberi kelonggaran waktu atau memberi sedekah kepada orang yang berhutang itu. Itulah ilmu menagih hutang.

Sebagai contoh saya memberi 3 hal yang kualami. Pertama saya harus menagih seorang preman terminal kota semarang kira kira 2 tahun yang lalu. tagihan sejumlah Rp 350.000,-. Karena si preman sulit dicari, saya harus mengunjungi rumahnya, dan saya tidak kaget ketika diberi tahu bahwa si preman sudah ditangkap polisi dan harus dipenjara di LP Kedungpane Semarang. Waduh saya bingung, bagaimana harus nagih dipenjara? Coba anda bayangkan sendiri jika anda disuruh nagih dipenjara? bisa bisa anda kencing dicelana alias ngompol he he he… Karena sayamengetahui ilmu menagih, saya memutuskan memberi sedekah kepada preman itu yaitu saya beri sedekah seribu rupiah setiap hari dan bisa ditebak hasilnya, 11 bulan 15 hari, hutang si preman lunas. dan alhamdulillah si preman itu sudah keluar dari penjara, dia senang karena sudah tidak dipenjara, dan dia juga senang karena hutang pada saya lunas. mudah kan?

Contoh kedua tentang seorang penjual roti bakar keliling. Dia hutang hp samsung sebesar Rp 800 ribu. Ketika hutang kurang 200 ribu ,penjual roti itu sakit parah dan tak bisa jualan, Waduh bagaimana harus membayar kalau sakit gitu? Lagi lagi saya beri sedekah 500 rupiah tiap hari, dan ketika sudah berjalan 100 hari, hutang penjual roti kurang 150 ribu dan dia sudah sehat dan bisa berjualan lagi.Sesekah saya hentikan karena dia sudah berkelapangan untuk membayar lagi.Dan alhamdulillah dia bisa melunasi dan bahkan beli hp baru lagi pada saya.Contoh ketiga tentang penjual sepatu pinggir jalan, setiap kali kutagih, dia bilang nggak punya uang, besok kudatang lagi, alasan masih sama. Karena kutahu ilmu menagih hutang, kuberi dia berkelapangan dan waktu, selama 2 bulan yaitu oktober dan nopember 2011, kudatangi tempat dia berjualan karena dia membeli tv lg 14 inchi, selama 2 bulan selalu beralasan sama, yaitu tidak punya uang.Dia pun malu sendiri karena selalu kuberi kelonggaran selama saya menagih, sampai akhirnya dia pada bulan desember 2011 berkata sudah punya uang dan alhamdulillah bisa lunas, bahkan setelah lunas pesan standing fan maspion dan sprining bed merk central ukuran nomor satu lho? Untuk kipasnya maspion sudah kukirim, tinggal springbednya. Kesimpulan, menagih hutang itu gampang, kita tinggal datang ke tempat orang, kalau bayar alhamdulillah sesuai keinginan kita, kalau belum punya uang kita beri kelonggaran sampai dia ada rejeki untuk membayar atau kita beri sedekah. Tidak ada yang sulit kan? Silahkan dicoba.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 5 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 5 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 9 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 12 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 7 jam lalu

Tentang Aktivis Mahasiswa …

Ardiabara Ihsan | 8 jam lalu

Mendahului Perubahan …

Ardiabara Ihsan | 8 jam lalu

Emak, Izinkan Aku Ikut Demo …

Fitria Yusrifa | 9 jam lalu

Insiden Heroik 19 September 1945 …

Www.parikanedansuro... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: