Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Choiron

Pejuang kehidupan | Mencoba menebar manfaat bagi semua | http://choiron.info/ | 081703311567

Ada Masalah dengan Listrik Rumah? Call 123

HL | 29 November 2012 | 07:35 Dibaca: 15944   Komentar: 0   4

13541589321495999937

Ilustrasi/Admin (KOMPAS.com)

Ada masalah dengan listrik rumah? Call 123. Iya benar, masalahnya hanya pada listrik di rumah, bukan karena masalah keuangan atau masalah Anda dengan anak atau istri ya. Bila terjadi listrik padam di rumah kita saja sementara rumah tetangga menyala, maka gunakan layanan pengaduan 123. Dijamin petugas PLN akan datang memberikan layanan secara gratis.

Ceritanya tadi malam saat masih di jalan sekitar jam 9 malam, putra saya telpon kalau listrik di rumah tiba-tiba mati karena njeglek (istilah untuk pergerakan tombol MCB di meteran dari on ke off). Segera saya memencet tombol ala transformer dan motor saya berubah menjadi Ducati dan pakaian saya langsung menyala berwarna merah ala Valentino Rossi. Dengan strategi ‘rem pol gas pol’ (eh malah ghak jalan ya), motor plat M saya memecah jalanan Surabaya untuk sampai di perbatasan Surabaya-Sidoarjo. GPL alias ghak pakek lama, 15 menit saja sudah sampai di home sweet home.

Saya temui anak-anak bermain skateboard di luar rumah. Sementara beberapa ekor anak kucing kami bermain petak umpet dan grobak slodor di jalan depan rumah. Sedangkan si ibu kucing mengawasi dari jauh sambil ngegosip dengan kucing tetangga. Huf… dasar kucing. Kelakuannya ternyata tidak ada bedanya juga dengan manusia. (Loh kok jadi cerita fiksi-fabel nih).

Saya coba untuk melakukan trouble shooting untuk mencari penyebab listrik rumah kami njeglek. Saya minta putra saya melepas semua peralatan listrik dan mematikan semua lampu. Saat saya on-kan MCB di meteran, beberapa menit kemudian kembali njeglek. Kesimpulan langsung mengarah kepada kerusakan bukan pada pesawat televisi Anda, tetapi terjadi pada MCB yang masih tersegel rapi oleh PLN. Walaupun saya orang listrik (maksudnya sering kesetrum), tetapi tidak berani juga membongkar dan mengganti MCBdengan yang baru. Bisa-bisa dikenai denda oleh PLN karena merusak instalasi mereka.

Istri saya meminta untuk menghubungi layanan pengaduan PLN. Dengan berbekal HP dengan pulsa terbatas, sayapun menghubungi call center PLN di (031) 123. Angka 031 adalah kode wilayah untuk Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Bangkalan.

Saat setelah tersambung, sebuah suara mesin penjawab menyambut saya dengan ramah. “untuk mengetahui tagihan listrik Anda, tekan satu. Untuk melakukan pengaduan atau berbicara dengan petugas kami tekan dua, untuk….. ” Tanpa menunggu ayam jantan berkokok, saya menekan tombol 2 dan ternyata langsung disambut oleh suara pria dengan pertanyaan khas customer service, ” dengan….. PLN Gedangan, ada yang bisa dibantu?” Sayapun langsung menyebutkan nama, alamat dan masalah listrik yang di rumah. Setelah dicatat seluruh data, petugas menjanjikan akan merespon sesegera mungkin laporan pengaduan saya. Kalimat terakhir petugas, “Untuk mendukung usaha Indonesia Bersih, dimohon untuk tidak memberikan apapun kepada petugas kami,” Wah benar-benar keren dan menentramkan juga nih PLN. Karena saat akan melakukan pengaduan, sempat juga terpikir berapa biaya dan tipsnya. Ternyata gratis.

Satu jam berlalu, petugas PLN yang ditunggu melebihi pacar pertama dulu, tidak juga datang. Satu setengah jam berikutnya kami memutuskan untuk tidur saja sambil sedikit memaksa MCB agar tetap nyala dengan beberapa cara. Hingga akhirnya 2 jam dari waktu laporan pengaduan, sebuah mobil lengkap dengan tangga di atasnya, berhenti di depan rumah. Sayapun terbangun dan menyambut mereka dengan ucapan selamat datang, welcome drink ala hotel, tetapi tanpa tari Remo jawa-timuran untuk menyambut tamu.

Tiga orang petugas turun dan salahsatunya meminta maaf karena mereka harus melayani banyak pengaduan malam ini hingga tiba di rumah saya jam 12 malam. Keren… mereka bekerja hingga pagi dengan mobil layanan pelanggan.

Tidak pakai lama, mereka mengeluarkan senjata pamungkas dan jurus andalan mereka untuk mengecek instalasi listrik. Hanya dalam waktu kurang dari 5 menit, mereka bisa langsung mengeluarkan hasil diagnosa penyebab listrik mati di rumah saya, tanpa test laboratorium, foto rontgen, apalagi scanning dengan MRI.

Menurutu mereka, instalasi bagian luar dan MCB di meteran saya masih bagus. Kemungkinan terbesar ada konsleting atau mereka menyebutnya induksi listrik seperti kabel terkelupas dan basah yang ada di dalam rumah sebagai penyebabnya. Untuk instalasi di dalam rumah menurut mereka bukan menjadi kewenangan dan tanggung jawab petugas PLN. Saya disarankan untuk mencari tukang listrik untuk memeriksa dan mengganti instalasi kabel listrik. Kuliah 1 SKS petugas PLN membuat saya menjadi tahu perbedaan instalasi listrik luar dan dalam serta cara trouble shootingnya. Wah ilmu baru nih pikir saya. Berikutnya merekapun pamitan untuk melayani laporan pengaduan lain yang masuk malam itu.

Setelah melepas para pahlawan listrik tersebut (lebay), saya mencoba mencari tahu kira-kira apa penyebab induksi listrik yang membuat MBC berfikir telah terjadi kelebihan beban. Aha… rupanya saya ingat kalau tadi saat pengecekan secara mandiri, saya belum mencabut stacker listrik yang menuju ke pompa air di halaman belakang. Bergegas saya ke halaman belakang rumah untuk mengeksekusi ‘terduga teroris listrik’ dan segera mencabutnya. Benar saja, saat listrik kembali saya nyalakan, hingga pagi hari tidak lagi terjadi byarpet di rumah. Pagi ini sayapun dapat tugas tambahan sebelum ke kantor untuk memperbaiki instalasi listrik pompa air.

Alhamdulillah ya… sesuatu. Akhirnya semua beres dan tidak lagi njeglek.

Salut untuk layanan PLN dengan CALL Center 123 dan petugasnya yang cerdas, pintar dan ramah.

—-

Sumber gambar: wartajakarta.com

Tags: 123 listrik pln

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Dari Body Mulus, Sampai Bibir Sexy …

Seneng | 6 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 14 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 14 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Berlari itu Menginspirasi …

Hanni | 7 jam lalu

Diari Santri: #15 Perak Laju …

Syrosmien | 8 jam lalu

Misteri Kartu di Mandala …

Aksa Hariri | 8 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 8 jam lalu

Ledakan Permintaan Jasa Rumah Sakit …

Petra Sembilan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: