Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Djajendra

Djajendra adalah Praktisi, Penulis, dan Pembicara dalam Bidang Manajemen, Budaya Organisasi, Pengembangan Kepribadian, Kecerdasan Emosional, selengkapnya

Pemecahan Masalah

OPINI | 28 December 2012 | 07:33 Dibaca: 495   Komentar: 0   0

“Pikiran kreatif akan selalu menemukan jalan untuk mengembalikan hal-hal yang Anda butuhkan dari gangguan masalah yang tak Anda inginkan.” ~ Djajendra

Masalah hadir untuk membuat diri menjadi lebih cerdas membuat keputusan buat masa depan. Jangan menakut-nakuti diri sendiri dengan memikirkan skenario terburuk dari masalah yang sedang Anda hadapi. Siapkan diri Anda dengan pengetahuan, keterampilan dan wawasan, untuk menemukan solusi hebat dari masalah yang Anda hadapi. Tempatkan pikiran positif dalam masalah Anda, lalu bertindaklah dengan kreatif untuk memanfaatkan informasi dan fakta dengan akal sehat.

Ketika membuat kebijakan dan keputusan, diperlukan sebuah metodologi yang andal untuk pemecahan masalah secara kreatif. Sebab, apapun kebijakan dan keputusan yang dibuat, saat dijalankan, pasti akan menghadirkan tantangan dan risiko yang tak terlihat sebelumnya. Tata kelola yang baik adalah yang mampu mengembangkan metodologi untuk menemukan solusi kreatif atas masalah-masalah yang dihadapi.

Pemecahan masalah haruslah dalam bentuk metodologi yang terstruktur di dalam logika, data, fakta, penelitian, pengetahuan, informasi, dan bukan intuisi ataupun ramalan dari imajinasi. Bila semua informasi tentang sebuah masalah terkumpul dengan lengkap, maka proses kreatif dapat dijalankan untuk menemukan solusi terbaik.


Pola pemecahan masalah harus terfokus pada data dan fakta untuk menemukan solusi, serta bukan pada kreativitas spontan dan intuitif individu atau kelompok. Diperlukan analisis di dalam pengetahuan yang tepat, agar semua skenario atau prediksi atas calon solusi dapat mendekati kebenaran dari keputusan yang seharusnya.

Setiap masalah merupakan realitas yang memberitahukan bahwa ada yang salah dengan prinsip-prinsip kerja saat ini. Oleh sebab itu, saat ingin menemukan solusi yang kreatif, pastikan Anda telah mengevaluasi prinsip-prinsip kerja yang sedang Anda gunakan terhadap semua kebijakan dan keputusan. Jadilah lebih kreatif dalam kendali pikiran dan emosi positif untuk mengevaluasi prinsip-prinsip kerja. Dan kalau perlu, lakukan perubahan, agar dapat diselaraskan dengan solusi yang Anda butuhkan untuk masalah yang timbul.

Kejernihan mental dan kebijaksanaan dalam mengekspresikan sikap terhadap masalah yang hadir, akan menjadi modal yang baik untuk memulai sebuah proses kreatif dalam menemukan solusi terbaik dari masalah tersebut. Kemampuan untuk melakukan analisis, serta mendapatkan hasil akhir yang ideal, haruslah dilakukan dengan menganalisis akar penyebab masalah. Termasuk, menemukan zona penyebab timbulnya masalah, dan kemudian melakukan pemodelan, agar zona penyebab timbulnya masalah dapat dinetralkan dan dijauhkan dari benih masalah.

Masalah sering sekali seperti matahari yang kadang-kadang harus melewati awan gelap, sehingga terang menjadi hilang dan digantikan gelap. Dan hal ini terjadi hanya karena matahari masih berada di balik awan gelap. Tapi, semua ini bukanlah permanen sifatnya, hanya sementara saja. Sebab, bumi pasti terus bergerak untuk menemukan terangnya sinar matahari. Demikian juga dengan masalah, setiap muncul masalah, solusi sedang tertutup awan gelap pikiran, dan pikiran kreatif pasti akan menemukan kecerdasannya untuk menemukan solusi yang tertutup awan gelap. Artinya, setiap masalah pasti ada solusinya, dan yang diperlukan adalah menerangkan pikiran gelap, agar solusi terbaik dapat dilihat dari pikiran terang.

Djajendra

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: