Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Roman Rendusara

Nama lengkap saya Oswaldus Romanus Minggu. Nama pena, Roman Rendusara. Dilahirkan di Kepi, Rajawawo, Kec. selengkapnya

Puskopdit Flores Mandiri Terus Tingkatkan Kapasitas SDM

REP | 29 January 2013 | 07:23 Dibaca: 266   Komentar: 0   0

“Kegiatan RAT bertujuan mempertanggungjawabkan kinerja pengurus dan pengawas selama Tahun Buku 2012 dan membahas program kerja tahun 2013” kata Ketua Panitia RAT Puskopdit Flores Mandiri dalam acara pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pusat Koperasi Kredit Flores Mandiri di Aula Pusdiklat, Jl Melati No 1 Ende, Flores – NTT, Jumat (25/1) petang. RAT kali ini, lanjut Mikhael yang juga Manajer Puskopdit, mempunyai makna strategis yakni pengesahan Road Map Puskopdit 2013 – 2018, dengan target aset mencapai 1,6 triliun pada akhir tahun 2018. Mari kita bangun komitmen bersama untuk mencapai target ini, ajak Mikhael Jawa.

Acara Pembukaan RAT Pusat Koperasi Kredit Flores Mandiri XIV dengan tema besar “Membangun Komitmen Perubahan Menuju Kemandirian dan Keberlanjutan Pengelolaan Koperasi Kredit” ini sengaja dikemas agak berbeda dari tahun – tahun sebelumnya. Kesempatan pertama disuguhkan tarian kreasi dari anak – anak TK Pu’urere. Dengan sedikit menyentuh “oppah gangnam style” mampu mengocok perut peserta RAT dan tamu undangan yang hadir. Tak ketinggalan suara kompak nan merdu “St Sisilia Choir” dari Lingkungan IB Stasi Pu’urere Paroki Onekore Ende yang turut menyemarakan upacara tahunan koperasi ini.

Hadir pada acara ini pengurus, pengawas dan manajemen Puskopdit dan utusan kopdit – kopdit primer di bawah naungan Puskopdit Flores Mandiri. Turut hadir para tamu undangan antara lain, Bupati Ende, Drs. Don Bosco M. Wangge, M.Si, ,Ibu Anastasia Moi – Kadis Koperasi Kabupaten Ngada, Abat Elias – GM Inkopdit dan yang mewakili Bupati Ngada serta kadis koperasi Ende dan Nagekeo.

Ketua Puskopdit Flores Mandiri, Petrus Lengi, S.Pd dalam sambutannya melukiskan prestasi yang telah diraih oleh Puskopdit. Dari segi aset dan jumlah anggota, Puskopdit Flores Mandiri berada pada urutan ke – 6 dari 41 Puskopdit se-Indonesia (35 Puskopdit, 6 Puskopdit Binaan). Saat ini terdapat 46 kopdit yang berpayung di bawah Puskopdit Flore Mandiri dengan rincian 24 kopdit anggota, 11 calon anggota dan 11 kopdit kelompok binaan. Data per 31 Desember 2012 mencatat total anggota berjumlah 90.751 orang, aset Rp567 miliar, simpanan saham Rp445 miliar, simpanan non saham Rp135 miliar dan pinjaman beredar mencapai Rp385 miliar. Sementara itu Puskopdit masih mendapat dukungan dana dari pemerintah dalam bentuk pinjaman bergulir sebesar Rp1,2 miliar. Angka – angka di atas, lanjut Lengi, mencerminkan kemandirian dan keswadayaan masyarakat utnuk membangun dirinya dalam semangat kebersamaan dan solidaritas melalui koperasi kredit. Dengan memperhatikan pertumbuhan aset, saran Lengi, kopdit harus melaksanakan strategi gerakan “3A” menuju “3S”. A yang petama, AMAN – pastikan aset anggota kopdit dikelola dengan aman. Yang kedua, AMAL – Filosofi “aku susah kau bantu, kau susah aku bantu” harus menjadi karakter unggulan anggota kopdit. Yang ketiga, AWAS – kredit macet masih menggerogoti kita, pelepasan pinjaman perlu kajian dan analisis. Dengan mewujudkan dan mengatasi “3A” maka kita sudah diantar menuju ruang “3S” (Tiga Sehat), sehat organisasi, sehat administrasi dan sehat usaha.

General Manajer Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) Indonesia, Abat Elias dalam sambutannya mengingatkan bahwa semakin membesarnya asset (kekayaan) kopdit mengundang perhatian berbagai pihak, khususnya pengurus, pengawas serta staf dan karyawan dalam kopdit itu sendiri.

Sudah mulai terjadi gesekan-gesekan kepentingan sehingga terjadi pecat memecat satu dengan yang lain sampai-sampai dibawah ke arena hukum baik ke polisi maupun ke pengadilan. Pihak luar sudah mulai senang dan tertawa, apabila melihat organisasi kopdit sudah mulai goyang  oleh kita sendiri dan jika ditambahkan oleh unsur eksternal sedikit saja, maka goncangan akan bertambah hebat dan mereka  menunggu robohnya organisasi kopdit yang akan berakibat fatal terhadap usaha kopdit  menuju kehancuran atau kerugian karena banyak energi”, ujar Elias memberikan contoh. Solusi yang ditawakannya adalah pendidikan yang tak henti.

Menurut Abat Elias, jika dikaitkan tahun 2013 sebagai tahun Ular air dalam mitologi Cina, maka dalam tahun ini adalah tahun sial. Tahun yang membawa kejatuhan bagi koperasi kredit. Makanya kita mesti sigap dan siap menghadapinya, pungkas Elias.

Selanjutnya, Ibu Anastasia Moi, yang mewakili Bupati Ngada memberikan dukungan penuh terhadap partisipasi koperasi kredit di bawah naungan Puskopdit Flores Mandiri dalam menyejahterakan anggota. Moi berharap kopdit terus meningkatkan pendidikan kewirausahaan, mengembangankan website dan IT berbasis online, pelayanan prima dan kerja sama yang komit bersama pihak pemerintah.

Sedangkan dalam sambutan tertulisnya, Bupati Nagekeo Johanes Samping Aoh memberikan kesan positif terhadap animo anggota kopdit yang datang dari berbagai latar-belakang untuk menghadiri RAT. Hal ini menunjukkan koperasi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Aoh juga melihat peran Puskopdit Flores Mandiri sangat nyata dalam mengembangkan koperasi baik soal manajemen yang profesional maupun pendidikan bagi insan kopdit, ungkap Bupati Aoh.

“Hanya sedikit di antara kita bisa melakukan hal – hal yang besar, tetapi semua kita bisa melakukan hal – hal kecil dengan cinta yang besar” ungkap Bupati Ende, Drs. Don Bosco M. Wangge, M.Si mengutip kata-kata Ibu Teresa. Dalam sambutannya sekaligus membuka dengan resmi RAT XIV Puskopdit Flores Mandiri tahun buku 2012, Bupati Ende mengapresiasi kehadiran Pusat Koperasi Kredit Flores Mandiri yang telah memberikan andil yang signifikan dalam menumbuhkembangkan koperasi kredit di kabupaten Ende, Ngada dan Nagekeo. Sebagai koperasi sekunder, lanjut Wangge, Puskopdit telah memfasilitasi kebutuhan 46 kopdit dalam peningkatan kapasitas SDM (capacity building), penguatan modal dan penguatan jaringan kerja gerakan koperasi kredit secara vertikal maupun horisontal. Ada pun langkah konkret terus dilakukan yakni membangun kapasitas anggota, sebagai fasilitator dan mediator, jelas Bupati Wangge. Sembari mengutip ayat Kitab Suci, Wangge mengajak hadirin, “pergilah dan wartakan koperasi kepada semua orang” – disambut tepuk tangan hadirin.

Seremoni pembukaan RAT Puskopdit yang dipandu oleh MC Regina Anastasia Mei ini berlangsung sekitar dua jam. Acara ditutup dengan doa penutup dan makan malam bersama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasar Jibama, Arena Transaksi Sekaligus …

Dhanang Dhave | | 27 November 2014 | 09:26

Taklukkan Ciputat Maka Kau Taklukkan …

Dzulfikar | | 26 November 2014 | 23:31

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Oleh-oleh dari Pak Jonan di Kompasianival …

Sang Nanang | | 27 November 2014 | 08:46

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 3 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 5 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 5 jam lalu

Menteri Dalam Negeri dan Menko Polhukam …

Hendi Setiawan | 14 jam lalu

Menguji Kesaktian Jokowi Menjadi Presiden RI …

Abdul Adzim | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Penataan Lembaga Kementerian Kabinet Kerja …

Habsul Nurhadi | 7 jam lalu

Ruang Kelas …

Jhon Torr Lambene | 8 jam lalu

Presiden Jokowi Akan Menghapus Otonomi …

Sarjito Ir | 8 jam lalu

Kejar Tayang Juga: PNS Rapat di Hotel sampai …

Natalia Karyawati | 8 jam lalu

Sate Kambing Muda Cak Jumadi, Enak, Empuk, …

Imam Hariyanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: