Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Odevariant

pekerja swasta, domisili jakarta, senang menulis/seni,twitter @susmiyuli

Redenominasi 2014

OPINI | 19 March 2013 | 15:43 Dibaca: 200   Komentar: 0   0

6f4ff32ff330a7034fd5304b925e30c0

Apa sebenarnya arti dari redenominasi mata uang?penyederhanaan mata uang dengan mengurangi digit (angka 0) tanpa mengurangi nilainya?apakah benar? dan apakah hal tersebut tidak akan berdampak buruk pada perekonomian?terjadinya inflasi?karena pembulatan yag beredar dipasaran dengan alasan kebingungan menentukan harga?

Mungkin pemikiran saya yang terlalu rendah kali ya, jadi bingung.Tapi apa masyarakat umum juga tidak merasakan kebingungan seperti saya?Apalagi kalau sampai redenominasi di tahun 2014 itu dilakukan tanpa adanya sosialisasi ke masyarakat terlebih dahulu.Bisa terjadi kesalahpahaman yang nyata , antara pembeli dan penjual, antara pemberi dan penerima jasa, Mungkin pemerintah sudah mempertimbangkan semuanya dengan matang.

Seperti halnya pada masa transisi akan ada dua jenis mata uang, yakni pecahan lama dan pecahan baru pascaredenominasi. Namun, kedua pecahan tersebut memiliki nilai sama sesuai kegunaannya.Bagaimana cara pemerintah mengatur peredarannya di pasaran ya?Terus satu hal lagi yang jadi pertanyaan saya, Kalau rencana ini hanya ditujukan untuk mengurangi tiga digit angka 000 berarti sama saja dong uang sebesar 1juta = seribu akan ada 10 lembar uang rupiah 100, tidak akan mengurangi jumlah lembar uangnya, itu kan sama artinya dengan yang terjadi sekarang?tetap saja akan banyak lembaran-lembaran uang yang beredar di pasaran, saya pikir jumlah lembarnya akan berkurang, jadi tidak akan repot apabila saya akan mengambil uang di bank dalam jumlah besar. justru redenominasi akan menambah anggaran untuk pencetakan uang baru yang akan dikenalkan ke masyarakat, dengan berbagai kebingungan yang akan dialami masyarakat pula. Sebagai warga yang baik harus tunduk sama pemerintahan.Semoga bermanfaat.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Anak Kabur dari Pesantren, Salah Siapa? …

Mauliah Mulkin | | 28 August 2014 | 14:00

Pulau Saonek Cikal Bakal Raja Ampat …

Dhanang Dhave | | 28 August 2014 | 10:40

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Gap Year: Setahun Nganggur …

Marlistya Citraning... | | 28 August 2014 | 11:39

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 6 jam lalu

Rieke Diah Pitaloka Tetap Tolak Kenaikan …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Ahok Nggak Boleh Gitu, Gerindra Juga Jangan …

Revaputra Sugito | 10 jam lalu

Tomi & Icuk Sugiarto Nepotisme! …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Sebab SBY dan Jokowi Tak Bicarakan BBM di …

Pebriano Bagindo | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Kabinet Ramping Jokowi: Cukup 20 Menteri …

Roes Haryanto | 7 jam lalu

Listrik dari Sampah, Mungkinkah? …

Annie Moengiel | 7 jam lalu

Sensasi Rasa Es Krim Goreng …

Topik Irawan | 8 jam lalu

Indonesia Abad ke-9 Masehi …

Ahmad Farid Mubarok | 8 jam lalu

Catatan Harian: Prioritas di Kereta Wanita …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: