Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Pemimpin yang Menginspirasi

OPINI | 27 March 2013 | 19:20 Dibaca: 187   Komentar: 0   0

Pada tahun 1960 an negara Singapura adalah negara yang terpuruk, pembunuhan marak dimana-mana bahkan untuk mencari air bersih saja harus berjalan kaki berkilo-kilo meter, pada saat itu hadirlah seorang pemimpin yang bernama Lee Kuan Yew, beliau memiliki impian (visi) agar  Singapura di masa yang akan datang  menjadi negara yang makmur, bersih, indah dan menjadi pusat perdagangan dunia. Mulai saat itu Lee Kuan Yew menularkan mimpinya itu kepada seluruh rakyat nya dengan mengirimkan kartu pos yang berisi semua impian tentang Singapura dimasa yang akan datang.

Didalam kartu pos itu terdapat pemandangan kota yang bersih, taman tempat bermain anak-anak yang nyaman, gambar masyarakat Singapura yang sedang memakai jas dan dasi berlalu lalang ditengah kota, itulah cara Lee Kuan Yew menularkan inspirasi kepada rakyatnya, sehingga apa yang terjadi pada hari ini, Impian tersebut menjadi kenyataan.

Oleh karena itu, agar para pemimpin dapat menjadi pemimpin yang menginspirasi, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, pemimpin harus dapat menciptakan inspirasi. Seorang pemimpin harus memiliki stok inspirasi (energi) yang banyak, sehingga inspirasi tersebut dapat dirasakan oleh pengikutnya, sumber inspirasi yang paling mendasar ada dalam agama, bagaimana seorang pemimpin harus taat kepada ajaran agamanya sehingga memiliki kekuatan spiritual yang baik. Inspirasi juga terwujud dalam bentuk sebuah visi (mimpi) sehingga seorang pemimpin harus memiliki visi yang dapat dengan mudah dilaksanakan.

Kedua, pemimpin harus dapat menularkan inspirasi. Inspirasi seorang pemimpin harus dapat ditularkan kepada pengikutnya, sehingga inspirasi itu haruslah dapat dikomunikasikan dengan mudah, seperti yang dilakukan oleh Lee Kuan Yew yang membagikan kartu pos berisi gambar-gambar  dari visi kepemimpinannya, sehingga rakyat dengan mudah memahami apa yang menjadi visi dari pemimpinnya dan dapat melaksanakan dengan baik apa yang diinginkan pemimpinnya.

Ketiga, pemimpin harus dapat melestarikan inspirasi. Inspirasi dari seorang pemimpin harus dilestarikan, karena seorang pemimpin akan menjadi pemimpin dalam waktu yang lama, sehingga agar inspirasi itu dapat terus dilestarikan dengan baik

Ada yang beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Pertama, Integritas. Seorang pemimpin harus memiliki integritas, yaitu apa yang dikatakan oleh seorang pemimpin harus sesuai dengan perbuatannya atau seiya dan sekata. Agar inspirasi yang diberikan oleh seorang pemimpin terus dipercaya oleh pengikunya. Perilaku seorang pemimpin harus sesuai dengan visi yang ingin dicapai dalam masa kepemimpinannya.

Kedua, Memiliki Rasa Kemanusiaan. Pemimpin harus sadar bahwa para pengikutnya adalah manusia, yang kadang bisa sakit, lapar, hidup dalam kekurangan dan sifat-sifat kemanusiaan lainnya, sehingga seorang pemimpin harus dapat memahami kondisi pengikutnya. Sebaiknya pemimpin harus siap lapar sebelum pengikutnya kenyang.

Ketiga, Memilki Empati. Seorang pemimpin harus dapat merasakan penderitaan pengikutnya (empati), sehingga seorang pemimpin harus merakyat dan hidup sederhana seperti pengikutnya, apabila seorang pemimpin memiliki empati kepada pengikutnya sudah pasti pengikut akan mencintainya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Nonton Pengumpulan Susu Sapi di Kampung …

Merza Gamal | | 24 April 2014 | 08:30

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 5 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 6 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 7 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 11 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: