Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Farid Wadjdi

Lulusan arsitek yang bekerja di perusahaan kontraktor nasional. Mengelola blog "Arsikons - Arsitektur dan Konstruksi", selengkapnya

Tugas Fungsi Engineering Pada Proyek Konstruksi

OPINI | 04 April 2013 | 07:57 Dibaca: 12521   Komentar: 8   1

1365011653232896373

www.usc.edu

Dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi, kontraktor pelaksana akan membentuk satu tim dengan struktur organisasi proyek yang mewakili kompleksitas proyek tersebut. Beberapa kontraktor menerapkan pola manajemen yang berbeda satu sama lain, yang kemudian tercermin pada struktur organisasi proyeknya. Namun struktur organisasi yang berbeda tersebut pada intinya tetap harus mewakili fungsi-fungsi utama pada sebuah organisasi proyek.

Dalam hal penulis akan memberikan contoh struktur organisasi di perusahaan di mana penulis bekerja. Dalam berbagai proyeknya, struktur organisasi yang dibentuk selalu mewakili fungsi-fungsi utama sebagai berikut:

  1. Safety Officer, fokus pada masalah pengelolaan aspek keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengelolaan proyek yang berwawasan lingkungan.
  2. Construction Manager (Site Manager), fokus pada pengelolaan pelaksanaan pekerjaan, dengan memperhatikan metode kontsruksi, sistematika dan tahapan pelaksanaan.
  3. Chief Engineer (Site Engineer), fokus pada perhitungan construction engineering, value engineering, pembuatan shop drawing, time control dan pengawasan pelaksanaan engineering proyek.
  4. Commercial Manager, fokus pada pengelolaan pengadaan jasa dan material, contract administration dan quantity surveyor.
  5. General Affair, fokus pada pengelolaan urusan umum antara lain pergudangan, kesekretariatan, kepersonaliaan proyek, perijinan, monitoring pembayaran kas proyek, keamanan dan hubungan sosial.

Dari lima  fungsi utama tersebut, penulis ingin membahas lebih lanjut pada poin nomor tiga, yaitu fungsi engineering. Tugas fungsi engineering, yang dalam ini dijabat oleh Chief Engineering atau Site Engineering (tergantung besar kecilnya proyek), adalah sebagai berikut:

  1. Mengkoordinir pembuatan master schedule dan breakdown aktivitas bulanan dan mingguan.
  2. Mengkoordinir penentuan schedule material dan persetujuan material dari owner.
  3. Mengkoordinir pembuatan shop drawing.
  4. Memaksimalkan kemungkinan pemanfaatan value engineering (VE).
  5. Mengkoordinir pembuatan laporan progres pelaksanaan proyek secara periodik.

Fungsi engineering sendiri menempati tahap ketiga dari lima tahapan pelaksanaan proyek, yaitu pada tahapan sosialisasi dan penjabaran. Ada pun kelima tahapan tersebut terdiri dari tahap pemahaman dan perencanaan,tahap pengadaan, tahap sosialisasi dan penjabaran, tahap pelaksanaan pekerjaan dan tahap serah terima pekerjaan. Dalam pelaksanaannya, fungsi engineering merencanakan tugas-tugas tersebut di atas pada tiga aspek, yaitu stuktur, arsitektur dan mekanikal elektrikal.

Lingkup pekerjaan struktur meliputi pekerjaan sub structure (pondasi), upper structure (struktur gedung) dan struktur atap. Jenis pekerjaan struktur meliputi pekerjaan beton dan baja. Untuk lingkup pekerjaan arsitektur meliputi pekerjaan finishing yang terdiri dari finishing dinding, lantai, plafond, pintu jendela dan penutup atap. Jenis pekerjaan atau material arsitektur (finishing) sangat beragam, sehingga memerlukan pembahasan tersendiri. Sedangkan lingkup pekerjaan mekanikal elektrikal, meliputi instalasi penerangan (elektrikal), air bersih, air kotor & limbah, tata udara, pemadan kebakaran dan pekerjaan instalasi elektronik.

Pada tulisan berikutnya, penulis akan membahas khusus untuk engineering arsitek, baik secara teoretik maupun pengalaman di lapangan, baik di lingkunan internal maupun eksternal. (bersambung)

———————-

Catatan : Artikel ini juga dapat dibaca di blog penulis di sini. Kalau ada waktu, silakan mampir.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 13 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 13 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 14 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Donor Darah di Perancis …

Bayu Teguh | 11 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 12 jam lalu

Mitos-mitos Seputar Kenaikan Harga BBM …

Axtea 99 | 12 jam lalu

Menggali Potensi Diri dengan Travelling …

Detha Arya Tifada | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: