Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Pranatawahyu

cowok yang hobby menulis, aktif di media Social, suka terhadap teknologi dan aktif di MRCindonesia.com sekarang selengkapnya

Kasus Melawan “Penglihatan”

OPINI | 11 April 2013 | 18:35 Dibaca: 169   Komentar: 0   0

terkadang kita juga harus mempelajari bagaimana pola pikir para orang-orang sukses dan mengaplikasikannya di hidup kita. lalu bagaimana anda bisa sukses atas inspirasi orang lain??

Robert J. Eaton mempunyai jabatan tinggi yang harus dipangku. Dalam bulan juli 1993 ia memangku jabatan presiden komisaris pada Chysler Corp. yang sebelumnya dijabat oleh “Mr. Charisma”, Lee Iacocca. Iacocca telah mengambil oper pucuk pimpinan Chrysler itu pada tahun 1980, ketika perusahaan itu berada di pinggir kebangkrutan. Dalam hanya beberapa tahun saja, Iacocca telah mengubah Crysler menjadi mesin pencetak uang.

Gaya Iacocca teguh dan visioner. Ia mengembangkan beberapa setrategi akbar untuk Chriysler. Untuk membuat perusahaan itu segera menguntungkan ia menciptakan suatu model kompak yang dasar mobil K dan menggunakan landasan itu untuk menciptakan sejumlah mobil baru termasuk minivan yang luar biasa sukses. Untuk mengisi kebutuhan akan mobil subkompak, ia mulai mengimport mobil dari jepang dan menempelkan plat nama Chrysler Corp. Pada mobil-mobil itu.

Tetapi itulah dulu dan inilah sekarang. Robert Eaton telah bergabung dengan suatu kelompok eksekutif utama yang mengesankan yang tidak lagi mempercayai gagasan bahwa pemimpin perlu memberikan visi besar atau strategi jangka panjang untuk mereka. Sebagai gantinya, mereka menekankan baris bawah jangka pendek.

“secara intern, kami tidak menggunakan kata visi,” kata Eaton. “saya meyakini hasil jangka pendek yang dapat dikuantifikasi, hal-hal yang semuanya dapat dihubung-hubungkan sebagai lawan terhadap suatu hal yang esoterik yang tidak seorangpun dapat menguantifikasi.”

Pendapat tersebut juga dikemukakan dengan gamblang oleh para dirut dari Apple computer, IBM, Aetna Life & Casualty dan General Motors. Ketika ditanya resepnya nutuk kembalinya IBM, presiden komisaris yang baru-baru ini diangkat, Louis V. Gerstner, berkata, “Hal terakhir yang diperlukan IBM sekarang ini adalah Visi.”

Tampaknya abhwa, sekurang-kurangnya dikalangan beberapa pemimpin, visi yang besar telah bukan modenya. Mereka sedang berkonsentrasi pada rincian dalam menjalankan bisnis mereka.

Pertanyaan

1. Tidakkah Fokus jangka pendek ini kemungkinan besar merugikan perusahaan mereka dalam jangka yang lebih panjang?

Jawab : fokus jangka pendek tentunya didapatkan dari visi yang merupakan fokus jangka panjang. Dalam persaingan global seperti produk-produk otomotif, elektronik dll telah memasukki persaingan yang ketat. Sehingga dibutuhkan inovasi-inovasi yang selalu baru dalam setiap rentang waktu tertentu, ini merupakan cermin dari fokus jangka pendek.

Hal ini terbukti ketika perusahaan-perusahaan korea selatan berjaya mulai tahun 2011 sampai sekarang. Mereka sangat inovatif dan cepat memutuskan untuk merilis produknya(samsung, LG, Hyundai, dll). Hal ini berbeda dengan jepang yang mulai melorot akhir-akhir ini. jepang terlalu fokus pada budaya senioritas, mendahulukan yang lebih tua.

2. Apakah maksud dari visi besar? Apa yang menggantikannya jika pemimpin suatu perusahaannya tidak memberikannya?

Jawab : pengertian visi menurut Kamus besar bahasa indonesia adalah kemampuan untuk melihat pada inti persoalan, atau wawasan kedepan. Sedangkan kata besar adalah luas, tidal sempit dll. Jika kedua kata tersebut dirangkai membentuk sebuah kata baru yakni visi besar. Maka secara gampang artinya adalah sebuah pandangan kedepan untuk menyelesaikan suatu persoalan secara luas.

Jika seorang pemimpin tidak memberikan sebuah visi yang besar kepada karyawannya itu artinya perusahaan itu tidak memiliki tujuan kedepan yang jelas. Tujuan itu berfungsi sebagai sebuah rel bagi perusahaan harus berjalan.. jika ini tidak ditanamkan oleh seorang pemimpin maka perusahaan ini tidak akan berjalan dengan baik. Karena sebuah kereta tetap bisa berjalan tanpa rel, namun jalannya akan sangat berantakan. Dan saya rasa sebuah visi besar mutlak dibutuhkan dan tidak bisa digantikan dengan apapun.

3. Tidakkah organisasi-organisasi memerlukan gagasan baru yang radikal untuk memenangkan pasar?

Jawab : ya benar, terutama gagasan-gagasan baru yang bbisa membawa menuju perubahan yang lebih baik. Gagasan tersebut belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh orang lain. Sehingga keberhasilan organisasi kita menjadi pioneer untuk dicontoh. Tentunya gagasan ini mencerminkan visi untuk memenangan pasar.

4. Eaton mengatakan tujuannya untuk Cryshler adalah “membuat sedikit lebih baik setiap harinya.” Apakah itu suatu tujuan yang hidup untuk seorang pemimpin yang sebenarnya?

Jawab : saya rasa memang tepat. Karena nabi mengatakan jika hari ini anda lebih baik dari hari kemarin, maka anda termasuk orang yang beruntung. Namun jika anda hari ini adalah sama dengan hari kemarin maka anda adalah orang yang merugi, apalagi jika sebaliknya anda lebih buruk dari hari kemarin.

Itu artinya walaupun sedikit lebih baik setiap harinya. Anda tetap menjadi seorang pemimpin yang beruntung berasarkan perkataan nabi. Tinggal menunggu waktu untuk menjadikan keberuntungan ini menjadi besar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 10 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 11 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 12 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: