Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Thamrin Dahlan

Sharing, connecting on rainbow. Pena Sehat Pena Saran Pena Kawan

Tiga Kiat Sukses Menjadi (menjabat posisi) Anak Buah

OPINI | 16 April 2013 | 07:44 Dibaca: 419   Komentar: 4   3

13660728291890827897

Boss Never Wrong (givinglifeonline.com)

Selamat pagi sobat kompasianer  yang mulia hatinya.

Selamat menjalankan tugas, semoga sepanjang hari ini kesuksesan selalu menghampiri kita semua, amin.

Anak buah sejati

Dalam manajemen ada pembagian pekerjaan disana ada posisi Bapak Buah dan Anak Buah. Apabila saat ini sobat berada di posisi anak buah (karyawan)  pertama kali harus memposisikan diri sebagai anak buah sejati.  Apapun dan bagaimanapun  kondisi perkerjaan sobat sesungguhnya posisi sebagai  anak buah itu adalah sebuah jabatan terhormat.  Mulai dari sini dulu deh sebelum menjabat Bapak Buah(BOSS). Hukum alam mengatakan begitu, dimana jenjang karier dimulai dari bawah.  Tidak ada pekerja yang lansung menjadi boss, kecuali perusahaan itu milik orang tua sendiri.

Terkadang sobat menghadapi atau diperintahkan melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kompetensi anda. So,. kalau terpaksa atau dipaksa mengerjakan tugas tersebut (biasanya di birokrasi), maka kerjakan dengan sepenuh hati.  Pelajari dengan seksama bagaimana anda bisa menyelesaikann tugas itu dengan baik tentu diawali dengan (mencoba) menyenangi  pekerjaan.  Seandainya sobat ngedumel berkepanjangan maka hal itu akan menyusahkan diri anda sendiri dan tentunya si boss mulai memberikan nilai negatif kepada anda.

3 Jurus

By the way sebelum naik bus way ada 3 kiat / jurus sukses dalam bekerja versi TD. Pengalaman selama lebih 30 tahun mengabdi di birokrasi hanya ada 3 kalimat yang awak ucapkan ketika di panggil si Boss ke ruang kantor nya :

1. Siap salah kumendan,
2. Mohon arahan boss,
3. Siap laksanakan Pak,

Menjabat posisi anak buah memang harus memiliki kesabaran sebanyak bulu di badan. Walaupun kita yaqin haqqul yakin  benar melakukan tugas namun bila kumendan mengatakan salah maka keluarkan jurus 1 : Siap salah kumendan. Jangan menentang Boss. Komandan memang di beri tunjangan jabatan yang lebih tinggi dari anak buah, karena salah satu job description Tunjab itu adalah untuk memarahi anak buah. Memang sih kemarahan itu tidak sama dengan kewibawaan,  tetapi kemarahan melekat pada diri si Boss.

Setelah mengaku salah (walau terpaksa), maka keluarkan jurus kedua : Mohon arahan boss. Boss yang tadinya marah besar akan mulai kelihatan tenang.  Beliau merasa dirinya di agung agung kan (di hormati kalee) sehingga keluarlah arahan (sebenarnya perintah).  Dengarkan baik baik jangan menyanggah biarkan beliau menyelesaikan perintah itu dengah sempurna. Posisikan bahasa tubuh sobat seolah anda sangat kagum atas arahan komandan tersebut, sesekali ucapakan oh oh oh, luar biasa dan lain lain pujian. Nah perhatikan raut wajah komandan, dia mulai tersenyum.  Sukseskan kiat awak.

Selanjutnya setelah mendengar arahan tuntaskan penghadapan sobat kepada beliau dengan ucapan Siap laksanakan Pak, Inilah jurus ke - 3. Pastikan ketika mengucapkan kalimat itu sampaikan dengan suara keras dan tegas dan sikap sempurna pakai hormat grak, atau tabek tuan kata orang melayu.  Boss sekarang mempunyai nilai positif kepada anda.  Kini beliau sudah senang melihat sikap anak buahnya yang penurut menurut versi nya.  Tetapi agar anda tidak merasa tersinggung dengan ssikap si Boss bolehlah pakai istilah loyalitas atau dedikasi,…hehehehe

Boss never wrong

Alhamdulillah, awak survive ketika menghadapi si Boss.  Segarang atau se bengis apapun sang komandan, namun  ketika anak buah mengucapkan 3 kalimat sakti itu si Boss bisa diredam kemarahannya.  Sobat  tentu sudah sering bukan mendengar paradiqma Boss dan anak buah.  Baik kita ulangi lagi 2 pasal populer itu dalam kancah ilmiah manajemen :

1. Boss tidak pernah salah (Boss never wrong)

2. Kalau Boss salah maka kembali ke pasal - 1

Rahasia terakhir, seandainya posisi anda sekarang sebagai boss, dan anak buah anda masih banyak yang kurang pengabdian (ajar) alias tidak tahu diri,  ada baiknya menggunakan kiat ke - 4.  Photo copy artikel awak ini sebanyak jumlah anak buah anda.  Setelah itu secara diam diam sebarkan naskah 3 kiat jadi anak buah ini di kantor.  Pastikan semua anak buah membaca dengan seksama.  nah seperti kata Mario Teguh : Perhatikan nanti apa yang akan terjadi,…heheheh

Terakhir di dunai ini  sebenarnya ada lagi boss besar di atas anda. Boss besar itu adalah Tuhan nYang maha Esa.

(tulisan ini ter inspirasi dari FB Dr. D. Aji Kadarmo)
Salam salaman

PenasehatpenakawanpenasaraN

Boedray, 16 April 2013

TD/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sumber Air Bersih di Desa Kami Semakin …

Tarjum | | 19 December 2014 | 21:08

JKN “Mimpi” bagi Masyarakat …

Yosua Panjaitan | | 20 December 2014 | 07:22

Sepinggan, The Best Airport 2014 …

Heru Legowo | | 19 December 2014 | 18:10

Salah Penggunaan, Bubuk Protein Potensi …

Novia Cristi | | 20 December 2014 | 07:13

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Hebat, Pemerintah Sanggup Beli Lumpur …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Mau Lihat Orang Jepang Antri Di Pom Bensin? …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 11 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 11 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: