Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Solusi Bijak

Blogger and enthusiast for Tax, Family and Leadership

Kriteria Kepemimpinan yang Berhasil

OPINI | 17 April 2013 | 17:59 Dibaca: 601   Komentar: 0   0

successleader

successleader

(Pic Courtesy by LeadGlobal’s Media)

Bila melihat sebuah karya atau pekerjaan yang kita lakukan, jarang ada yang menginginkan apa yang mereka lakukan itu menemui kegagalan. Kita semua mendambakan keberhasilan & kesuksesan, bukan? Namun sebelum kita melihat hasil dari keberhasilan / kegagalan itu sendiri, semua memerlukan kriteria atau ukuran.

Prinsip kepemimpinan pada dasarnya tidak bisa serta merta diidentikkan dengan sebuah posisi struktural (misal, karena dia bos, maka dia pasti pemimpin) atau karena usia, dan lain sebagainya. Kepemimpinan tidak lahir begitu saja karena ada proses yang harus dilalui untuk menimbulkan karakter pemimpin. Sedangkan karakter kepemimpinan dibangun dengan variable yang sangat beragam sehingga muncullah sebuah kriteria kepemimpinan. Sedangkan kriteria sendiri juga harus diuji dan diukur untuk dapat dikatakan berhasil / gagal. Keberhasilan kepemimpinan diawali dengan pemenuhan value kriteria itu sendiri.

Visi dan Misi Sang Pemimpin dapat dijabarkan oleh yang dipimpin
Pemimpin yang mengkomunikasikan visi dan misi kepada komunitas yang dipimpin mendapat poin awal menuju kesuksesan karena dia tidak dapat berjalan sendiri. Tugas makin besar, makin menuntut adanya keterkaitan relasi antara pemimpin dan komunitasnya. Visi dan misi yang dimengerti dan diresapi oleh yang dipimpin akan memudahkan sang pemimpin menuntun komunitasnya mencapai tujuan.

Teamwork berjalan dengan baik bahkan tanpa kehadiran Sang Pemimpin
Pemimpin bukan superman atau manusia hebat yang tidak dapat berhalangan karena faktor penyakit, masalah pribadi dan lain sebagainya. Ketika proses mencapai tujuan sedang berjalan, maka proses seyogyanya tidak boleh berhenti atau beralih kepada momentum, karena fokus bisa hilang. Kepemimpinan harus tetap berjalan walau secara fisik, sang pemimpin tidak berada disana. Dengan teknologi sebenarnya hal ini bisa digantikan, namun teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan kekompakan dan teamwork. Maka teamwork yang berjalan adalah kunci utama kepemimpinan yang berhasil.

Kriteria lainnya

Seri Keluarga Solusi Bijak :
http://www.solusibijak.com/blog-keluarga

Seri Kepemimpinan Solusi Bijak :
http://solusibijak.com/kepemimpinan

Seri Perpajakan Solusi Bijak :
http://solusibijak.com/blog-pajak

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 3 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 4 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 8 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: