Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Solusi Bijak

Blogger and enthusiast for Tax, Family and Leadership

Kriteria Kepemimpinan yang Berhasil

OPINI | 17 April 2013 | 17:59 Dibaca: 540   Komentar: 0   0

successleader

successleader

(Pic Courtesy by LeadGlobal’s Media)

Bila melihat sebuah karya atau pekerjaan yang kita lakukan, jarang ada yang menginginkan apa yang mereka lakukan itu menemui kegagalan. Kita semua mendambakan keberhasilan & kesuksesan, bukan? Namun sebelum kita melihat hasil dari keberhasilan / kegagalan itu sendiri, semua memerlukan kriteria atau ukuran.

Prinsip kepemimpinan pada dasarnya tidak bisa serta merta diidentikkan dengan sebuah posisi struktural (misal, karena dia bos, maka dia pasti pemimpin) atau karena usia, dan lain sebagainya. Kepemimpinan tidak lahir begitu saja karena ada proses yang harus dilalui untuk menimbulkan karakter pemimpin. Sedangkan karakter kepemimpinan dibangun dengan variable yang sangat beragam sehingga muncullah sebuah kriteria kepemimpinan. Sedangkan kriteria sendiri juga harus diuji dan diukur untuk dapat dikatakan berhasil / gagal. Keberhasilan kepemimpinan diawali dengan pemenuhan value kriteria itu sendiri.

Visi dan Misi Sang Pemimpin dapat dijabarkan oleh yang dipimpin
Pemimpin yang mengkomunikasikan visi dan misi kepada komunitas yang dipimpin mendapat poin awal menuju kesuksesan karena dia tidak dapat berjalan sendiri. Tugas makin besar, makin menuntut adanya keterkaitan relasi antara pemimpin dan komunitasnya. Visi dan misi yang dimengerti dan diresapi oleh yang dipimpin akan memudahkan sang pemimpin menuntun komunitasnya mencapai tujuan.

Teamwork berjalan dengan baik bahkan tanpa kehadiran Sang Pemimpin
Pemimpin bukan superman atau manusia hebat yang tidak dapat berhalangan karena faktor penyakit, masalah pribadi dan lain sebagainya. Ketika proses mencapai tujuan sedang berjalan, maka proses seyogyanya tidak boleh berhenti atau beralih kepada momentum, karena fokus bisa hilang. Kepemimpinan harus tetap berjalan walau secara fisik, sang pemimpin tidak berada disana. Dengan teknologi sebenarnya hal ini bisa digantikan, namun teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan kekompakan dan teamwork. Maka teamwork yang berjalan adalah kunci utama kepemimpinan yang berhasil.

Kriteria lainnya

Seri Keluarga Solusi Bijak :
http://www.solusibijak.com/blog-keluarga

Seri Kepemimpinan Solusi Bijak :
http://solusibijak.com/kepemimpinan

Seri Perpajakan Solusi Bijak :
http://solusibijak.com/blog-pajak

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelajaran Akan Filosofi Hidup dari Pendakian …

Erik Febrian | | 18 April 2014 | 10:18

Memahami Penolakan Mahasiswa ITB atas …

Zulfikar Akbar | | 18 April 2014 | 06:43

Kalau Sudah Gini, Baru Mau Koalisi; …

Ali Mustahib Elyas | | 18 April 2014 | 11:32

Mulai Terkuak: Penulis Soal UN “Jokowi” …

Khoeri Abdul Muid | | 18 April 2014 | 11:32

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 6 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 8 jam lalu

Senjakala Operator CDMA? …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Tips Dari Bule Untuk Dapat Pacar Bule …

Cdt888 | 10 jam lalu

Seorang Ibu Memaafkan Pembunuh Putranya! …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: