Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Solusi Bijak

Blogger and enthusiast for Tax, Family and Leadership

Kriteria Kepemimpinan yang Berhasil

OPINI | 17 April 2013 | 17:59 Dibaca: 596   Komentar: 0   0

successleader

successleader

(Pic Courtesy by LeadGlobal’s Media)

Bila melihat sebuah karya atau pekerjaan yang kita lakukan, jarang ada yang menginginkan apa yang mereka lakukan itu menemui kegagalan. Kita semua mendambakan keberhasilan & kesuksesan, bukan? Namun sebelum kita melihat hasil dari keberhasilan / kegagalan itu sendiri, semua memerlukan kriteria atau ukuran.

Prinsip kepemimpinan pada dasarnya tidak bisa serta merta diidentikkan dengan sebuah posisi struktural (misal, karena dia bos, maka dia pasti pemimpin) atau karena usia, dan lain sebagainya. Kepemimpinan tidak lahir begitu saja karena ada proses yang harus dilalui untuk menimbulkan karakter pemimpin. Sedangkan karakter kepemimpinan dibangun dengan variable yang sangat beragam sehingga muncullah sebuah kriteria kepemimpinan. Sedangkan kriteria sendiri juga harus diuji dan diukur untuk dapat dikatakan berhasil / gagal. Keberhasilan kepemimpinan diawali dengan pemenuhan value kriteria itu sendiri.

Visi dan Misi Sang Pemimpin dapat dijabarkan oleh yang dipimpin
Pemimpin yang mengkomunikasikan visi dan misi kepada komunitas yang dipimpin mendapat poin awal menuju kesuksesan karena dia tidak dapat berjalan sendiri. Tugas makin besar, makin menuntut adanya keterkaitan relasi antara pemimpin dan komunitasnya. Visi dan misi yang dimengerti dan diresapi oleh yang dipimpin akan memudahkan sang pemimpin menuntun komunitasnya mencapai tujuan.

Teamwork berjalan dengan baik bahkan tanpa kehadiran Sang Pemimpin
Pemimpin bukan superman atau manusia hebat yang tidak dapat berhalangan karena faktor penyakit, masalah pribadi dan lain sebagainya. Ketika proses mencapai tujuan sedang berjalan, maka proses seyogyanya tidak boleh berhenti atau beralih kepada momentum, karena fokus bisa hilang. Kepemimpinan harus tetap berjalan walau secara fisik, sang pemimpin tidak berada disana. Dengan teknologi sebenarnya hal ini bisa digantikan, namun teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan kekompakan dan teamwork. Maka teamwork yang berjalan adalah kunci utama kepemimpinan yang berhasil.

Kriteria lainnya

Seri Keluarga Solusi Bijak :
http://www.solusibijak.com/blog-keluarga

Seri Kepemimpinan Solusi Bijak :
http://solusibijak.com/kepemimpinan

Seri Perpajakan Solusi Bijak :
http://solusibijak.com/blog-pajak

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Suasana Jalan Thamrin Jakarta Pagi Ini …

Teberatu | | 20 October 2014 | 08:00

Eks Petinggi GAM Soal Pemerintahan Jokowi …

Zulfikar Akbar | | 20 October 2014 | 07:46

[DAFTAR ONLINE] Kompasiana Nangkring Bareng …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Harapan kepada SBY Lebih Besar Dibanding …

Eddy Mesakh | | 20 October 2014 | 09:48

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 4 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Ucapan “Makasih SBY “Jadi …

Febrialdi | 11 jam lalu

Jokowi (Berusaha) Melepaskan Diri dari …

Thamrin Dahlan | 18 jam lalu

Lebih Awal Satu Menit Tak Boleh Masuk Ruang …

Gaganawati | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

[Cermin] Tentang Keimanan …

Meta Morfillah | 7 jam lalu

Mewujudkan Independensi Mahkamah Agung dalam …

Zulkifli Muhammad | 8 jam lalu

Nikmatnya Berwisata Sambil Berdinas …

Dizzman | 8 jam lalu

Menyoal “Kurtilas Terancam Gagal” …

Dede Taufik | 8 jam lalu

“Off the Record” …

Ronny Wijaya | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: