Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Solusi Bijak

Blogger and enthusiast for Tax, Family and Leadership

Kriteria Kepemimpinan yang Berhasil

OPINI | 17 April 2013 | 17:59 Dibaca: 543   Komentar: 0   0

successleader

successleader

(Pic Courtesy by LeadGlobal’s Media)

Bila melihat sebuah karya atau pekerjaan yang kita lakukan, jarang ada yang menginginkan apa yang mereka lakukan itu menemui kegagalan. Kita semua mendambakan keberhasilan & kesuksesan, bukan? Namun sebelum kita melihat hasil dari keberhasilan / kegagalan itu sendiri, semua memerlukan kriteria atau ukuran.

Prinsip kepemimpinan pada dasarnya tidak bisa serta merta diidentikkan dengan sebuah posisi struktural (misal, karena dia bos, maka dia pasti pemimpin) atau karena usia, dan lain sebagainya. Kepemimpinan tidak lahir begitu saja karena ada proses yang harus dilalui untuk menimbulkan karakter pemimpin. Sedangkan karakter kepemimpinan dibangun dengan variable yang sangat beragam sehingga muncullah sebuah kriteria kepemimpinan. Sedangkan kriteria sendiri juga harus diuji dan diukur untuk dapat dikatakan berhasil / gagal. Keberhasilan kepemimpinan diawali dengan pemenuhan value kriteria itu sendiri.

Visi dan Misi Sang Pemimpin dapat dijabarkan oleh yang dipimpin
Pemimpin yang mengkomunikasikan visi dan misi kepada komunitas yang dipimpin mendapat poin awal menuju kesuksesan karena dia tidak dapat berjalan sendiri. Tugas makin besar, makin menuntut adanya keterkaitan relasi antara pemimpin dan komunitasnya. Visi dan misi yang dimengerti dan diresapi oleh yang dipimpin akan memudahkan sang pemimpin menuntun komunitasnya mencapai tujuan.

Teamwork berjalan dengan baik bahkan tanpa kehadiran Sang Pemimpin
Pemimpin bukan superman atau manusia hebat yang tidak dapat berhalangan karena faktor penyakit, masalah pribadi dan lain sebagainya. Ketika proses mencapai tujuan sedang berjalan, maka proses seyogyanya tidak boleh berhenti atau beralih kepada momentum, karena fokus bisa hilang. Kepemimpinan harus tetap berjalan walau secara fisik, sang pemimpin tidak berada disana. Dengan teknologi sebenarnya hal ini bisa digantikan, namun teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan kekompakan dan teamwork. Maka teamwork yang berjalan adalah kunci utama kepemimpinan yang berhasil.

Kriteria lainnya

Seri Keluarga Solusi Bijak :
http://www.solusibijak.com/blog-keluarga

Seri Kepemimpinan Solusi Bijak :
http://solusibijak.com/kepemimpinan

Seri Perpajakan Solusi Bijak :
http://solusibijak.com/blog-pajak

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 10 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 12 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 12 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 13 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 14 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: