Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Icha_nors

Berhenti melihat jam/waktu dan mulai melihat dengan mata

Irbaniq, Manajemen Input Sarana Prasarana PAUD Berbasis Masyarakat

OPINI | 20 April 2013 | 19:34 Dibaca: 1792   Komentar: 8   2

PAUD  berbasis masyarakat memberikan jawaban atas kebutuhan masyarakat, ia muncul karena adanya inisiatif masyarakat sendiri dengan penuh kesadaran. PAUD oleh masyarakat artinya masyarakat ditempatkan sebagai subyek/pelaku pendidikan, bukan objek pendidikan. Pada konteks ini, masyarakat dituntut peran dan partisipasi aktifnya dalam setiap program pendidikan serta bertanggung jawab dengan semangat kemandirian Adapun pengertian PAUD untuk masyarakat artinya masyarakat diikutsertakan dalam semua program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mereka, demi kemajuan kehidupan bersama. Secara singkat dikatakan, masyarakat perlu diberdayakan, diberi peluang dan kebebasan untuk merddesain, merencanakan, membiayai, mengelola dan menilai sendiri apa yang diperlukan secara spesifik di dalam, untuk dan oleh masyarakat sendiri.

Salah satu kelebihan PAUD Berbasis Masyarakat adalah PAUD berada di tengah-tengah masyarakat sehingga menjadi milik masyarakat.Kebutuhan dan pengembangan dapat didiskusikan bersama warga masyarakat.

Hal yang sangat mendukung dalam keberhasilan proses pembelajaran adalah tersedianya penyetaraan sarana dan prasarana yang baik dan lengkap. Tentu saja semua ini memerlukan pendanaan yang tidak sedikit. Untuk menyiasatinya perlu kerjasama yang baik antara pemerintah, pengelola/penyelenggara, tenaga pendidik dan kependidikan serta masyarakat.

Irbaniq Sebagai Suatu Manajemen Input Sarana Prasarana PAUD Berbasis Masyarakat

Irbaniq adalah akronim dari kata Iriban (bahasa Jawa) atau semacam arisan yang beroperasi di luar ekonomi formal sebagai sistem lain untuk menyimpan uang, namun “arisan” juga dimaksudkan untuk kegiatan pertemuan yang memiliki unsur ‘paksa’ karena anggota diharuskan membayar dan datang setiap kali undian akan dilaksanakan. (Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas),” dan Infaq (bahasa Arab) yang berarti pengeluaran sukalrela yang di lakukan seseorang, setiap kali ia memperoleh rizki, sebanyak yang ia kehendakinya.

Iriban juga berarti kegiatan mengumpulkan uang atau barang yg bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yg memperolehnya, undian dilaksanakan di sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya.

Salah satu kegiatan atau usaha untuk menunjang terwujudnya “kesejahteraan” adalah kegiatan “arisan”, kegiatan yang telah dilaksanakan oleh segala lapisan masyarakat. Di dalam kegiatan “arisan” ini telah banyak terwujud dalam pemenuhan kebutuhan jasmaniah (materiil), namun ada pengaruhnya juga terhadap “kesejahteraan” dalam segi sosial maupun spiritual.

Jadi secara garis besar pengertian organisasi “arisan” adalah suatu bentuk perkumpulan dari sekelompok orang yang saling menyatukan diri dalam suatu kerja sama untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam segi materiil dengan cara bergiliran.

Sedang Infaq berasal dari bahasa Arab, namun telah dibahasa Indonesiakan yang berarti; pemberian (sumbangan) harta dan sebagainya untuk kebaikan. Dalam bahasa Arab (infaq/ إنفاق). Akar kata dan tashrif-nya adalah نفق-ينفق-نفقا أو نفاقا و إنفاق yang berarti sesuatu yang habis.

Menurut pendapat lain, infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan harta untuk kepentingan sesuatu. Sedangangkan menurut islilah syari’at, infaq adalah mengeluarkan sebagian harta yang diperintahkan dalam islam. Infaq berbeda dengan zakat, infaq tidak mengenal nisab atau jumlah harta yang ditentukan secara hukum. Infaq tidak harus diberikan kepada mustahik tertentu, melainkan kepada siapapun misalnya orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, atau orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dalil naqli yang mendasadri infaq sebagaimana firman allah dalam al-qur’an (Ali Imran:134

Artinya : “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran 134)

Jadi secara garis besar pengertian irbanik adalah suatu bentuk pengeluaran secara rutin yang ditentukan nominalnya kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yg memperolehnya. Undian dilaksanakan di sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya tapi dengan kesepakan sebagian dari pendapatan iriban itu diinfaqkan kepada pengelola guna kepentingan lembaga yang dikelolanya dan dicatat sebagai infaq atas nama yang memperolehnya.

Tujuan dan Manfaat Irbaniq Bagi Penataan Sarana prasarana PAUD

Sedikitnya akan ditemui dua hal penting dalam kasus kegiatan arisan . Pertama, institusi arisan merupakan suatu bentuk sederhana dari mekanisme mobilisasi dan distribusi dana masyarakat dalam ruang yang lebih terbatas. Mekanisme mobilisasi dan distribusi dana ini distimulasi oleh kuatnya dorongan kebutuhan masyarakat akan uang tunai ( likuiditas ) dalam skala yang cukup besar. Jadi, arisan dapat berfungsi sebagai scalling up. Disinilah kemudian arisan mengambil peran sebagai institusi intermediate antara sumber - sumber dana yang menjadi kebutuhan atau permintaan.

Kekuatan mobilisasi dan distribusi dana institusi ini justru berada pada keterbatasan ruang dan kesederhanaan normalnya. Ruang yang ada hanya meliputi lingkungan yang sangat dekat dan relasi sosial yang kental. Sedangkan norma yang dibangun mengacu pada tingkat kebutuhan anggota dan institusi. Akan tetapi dari sudut institusi arisan tidak membentuk akumulasi kapital seperti pada institusi pembiayaan lainnya. Arisan hanya berperan sebagai jembatan arus masuk (mobilisasi) dan keluar ( distribusi ) uang.

Kedua, institusi arisan merupakan potret swadaya masyarakat dengan kegiatan yang lebih terbatas. Ditengah pergulirannya, terjadi pengentalan antara anggota. Pengentalan selain dapat memberi manfaat bagi anggota seperti rekomendasi, pinjam meminjam, ” jaminan sosial ” , dan lainnya ), juga merupakan jaminan bagi kelangsungan hidup institusi itu sendiri kekentalan dan jaminan ini tumbuh secara alami sejalan dengan perkembangan kegiatan arisan itu sendiri.

Mekanisme infaq harta melalui irbaniq ini hampir sama dengan arisan biasa. Bedanya dari arisan biasa terletak pada pendistribusian hasil pengundian, yaitu sepertiga dari penghasilan yang didapat dari setiap pengumpulan uang/barang didistribusan untuk kepentingan sarana dan prasana PAUD sebagai infak yang mendapat undian.

Dengan perhitungan sederhana terlihat betapa besar income yang masuk ke kas lembaga yang nantinya dialokasikan untuk penataan sarana dan prasarana PAUD setiap tahunnya. Mekanismenya seperti ini:

Jumlah anggota iriban sebanyak 150 orang x Rp. 3.000,- perhari = 450,000,- dikalikan 30 hari karena pengundian dilakukan satu bulan sekali, maka dana yang terkumpul berjumlah Rp. 13.500.000.-. Dari dana perolehan itu sepertiganya akan menjadi infaq bagi yang memperoleh undian, yaitu sebesar RP. 4.500.000,-

Kegiatan yang diprakarsai oleh pengelola bekerjasama dengan Komite sekolah ini semata-mata untuk membantu peningkatan manajemen input sarana dan prasarana di PAUD.

Selain sebagai ajang penggalangan dana, melakukan sosialisasi/memperluas jaringan, silaturrahim dan menabung, arisan infak ini juga bisa digunakan sebagai ajang promosi PAUD sebagai mekanisme penjelasan dan rasionalisasi suatu penawaran program dengan berbagai keunggulannya, baik dari segi masukan (input), keluaran (output) dan lulusan (outcome). Sesungguhnya promosi juga merupakan sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban publik tentang proses dan hasil pendidikan yang selama ini dilaksanakan dan dikembangkan .

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Hasil SPP2013: Nasib Petani Tanaman Pangan …

Kadir Ruslan | | 24 July 2014 | 05:48

Muda Kaya dan Bahagia …

Radixx Nugraha | | 24 July 2014 | 03:25

Rumah “Unik” Majapahit …

Teguh Hariawan | | 24 July 2014 | 15:27

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Sengketa Pilpres 2014 Akhirnya Berujung di …

Mawalu | 11 jam lalu

Inilah Salah Satu Warisan Terbaik Pak Beye …

Raisa Atmadja | 12 jam lalu

Timnas U-19 Batal Tampil di Spanyol …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 19 jam lalu

Jokowi “Penyebar Virus” kepada …

Hendrik Riyanto | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: