Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Daeng.arham

Mau kaya? jangan harap kaya. Mau uang? jangan cari uang.

3 Level Cara Bermain Dalam Bisnis

OPINI | 27 June 2013 | 08:43 Dibaca: 223   Komentar: 0   0

Dalam kehidupan seorang pebisnis, biasanya ada 3 motivasi memulai usaha :

-         Level terendah : Yaitu golongan orang-orang yangmemulai usahanya karena kepepet

Apakah kepepet hutang atau kepepet mau nikah atau kepepet lainnya. Dorongan berusaha yang seperti ini tipikal bisnisnya biasanya tanpa perencanaan, apa yg dianggapnya peluang di depan mata, itu langsung diembatnya. Pelakunya seperti ‘berlari’ usaha sana-sini untuk mendirikan bisnis, pokoke ada bisnis, bisa dapat uang, bayarin keperluannya yg kepepet itu. Begono..

Biasanya karakter hidup berbisnis karena kepepet ini menjadikan hidup pelakunya tidak tenang, diburu2 target, dan kebanyakan umur bisnisnya tidak bertahan lama. Akan terasa capek terus perasaannya dgn kehidupan yg dianggapnya sudah bekerja keras.

-         Level Menengah : Yaitu golongan orang-orang yang memulai usahanya karena kepingin Kaya.

Pengen tampil, pengen dilihat cepat sukses, pengen dilihat hebat oleh sesamanya manusia. Karena dorongan besar mau kaya ini, maka segala cara ditempuhnya untuk bisa menumpuk kekayaan.Yang dikejarnya adalah kedudukan, penampilan, dan gelar, ingin dipuji. Karakter yang muncul biasanya menjadi serakah, pelit, kanan-kiri OK, sikut kiri-kanan sing penting dianya bisa kaya, bisa jadi orang hebat. Tak peduli pula apakah ini sesuai syariat islam atau tidak, baginya aturan agama itu nomor kesekian, yang penting transaksinya sudah bisa diterima masyarakat. Kalau ada transaksi tidak jelas atau abu-abu, oke sajalah..yang penting tidak ketahuan masyarakat umum. Maka cara2 suap pun menjadi kelaziman, yang penting tdk didahului orang katanya itu biasa..oke sajalah…sebut namaku 3kali..bento..bento..bento…

Perasaan yang ada hanya takut, takut tidak kebagian dunia, takut oleh manusia, takut mati, dan berbagai macam ketakutan lain.Persis seperti orang yang masuk dalam rimba belantara. Walaupun membawa bekal, tapitidak membawa peta. Bekalnya banyak tapi takut habis, akhirnya diapun panik sendiri.

Segala sesuatu dikerjakan dengan harapan balas jasa. Gue kerjain ini, lu bisa ngasih apa. gitu katenye. Lu jual, gua beli. Gua kerja, amplop bayarannya. Bahwa semua yang dimiliki adalah karena kemampuan akal dan kerja kerasnya sendiri

-         Level Tertinggi : Yaitu golongan orang-orang yang dorongannya berbisnis karena ingin berkontribusi ke banyak orang. Banyak orang sukses yang kita lihat karena menebar kebaikan dengan bisnisnya, dia akan menjadi orang yang mau berbagi dengan yang lain. Yang banyak sedekahnya dan menginspirasi produknya untuk kebaikan bagi orang lain. Banyak contoh sukses yang kita lihat di depan mata skrg ini, terutama orang-orang non-muslim.

Sebagai muslim, tentunya kita punya aturan sendiri, bahwa kehadiran kita berbisnis bukan saja untuk hebat di dunia, tapi bagaimana agar kekayaan yang kita miliki bisa menjadi bekal yang sempurna di kehidupan akhirat kita nanti yang kekal adanya. Caranya : yaitu dengan berbisnis di jalan ALLAH dan ketika kita memperlihatkan kesungguhan kita bekerja ini mungkin saja ALLAH bisa turunkan ridhoNYA, yang dengan ridhoNYA kemudian menurunkan rezeki yang tidak terduga kepada pelakunya. Kalo bilangnya tidak terduga itu berarti tidak terbatas kan? Juga berarti tidak terukur dan tidak ter.. ter.. lainnya kan?

Pebisnis muslim yang bermain dengan cara seperti ini tidak akan kompromi dengan suap, karena keyakinan ALLAH pasti berikan rezeki kalau memang itu haknya. Kerjanya adalah fokus memperbaiki diri untuk memantaskan pemberian rezeki dari ALLAH. Hatinya menjadi tenang, tidak ada kekhawatiran akan hari esok, karena tahu kalo ALLAH itu maha tahu kebutuhan hidupnya dia. Maka yang prioritas buatnya adalah fokus pada proses, bukan hasil. Bahwa ketika berbisnis, bukan soal niat baik saja untuk jadi kaya dan bisa berbagi ke banyak orang, tapi juga harus diikuti dengan bermain yang mengikuti aturan-aturan ALLAH, yaitu berbisnis syariah, halal, dan tanpa riba. Dan sebagai seorang muslim, 3 hal yang dianggapnya sebagai berbisnis di jalan ALLAH yaitu :

o  Saling ingat-mengingatkan akan kebenaran ayatQur’an, maka panduannya berbisnis adalah penyampaian ayat dalam Al-Qur’an.

o  Saling ingat-mengingatkan akan kesabaran.

o  Memberi sebanyak mungkin kebaikan ikhlas lillahitaala ke sebanyak mungkin orang.

Maka harta yang diperolehnya dan segala apa yang dimilikinya bukan lagi dianggap sebagai miliknya, tapi dilihatnya hanya sebagai titipan ALLAH yang dikontribusikan untuk 3 hal di atas. Yang diyakininya bahwa karena ini titipan maka ALLAH juga bisa mengambilnya kembali setiap saat. Baginya baik atau buruk, kaya atau miskin, semua adalah ketentuan ALLAH, tidak ada sesuatu hal pun yang bisa terjadi kalau ALLAH tidak menghendakiNYA. Senang dan susah, tercapai rencana dan harapannya atau tidak,  baginya sama saja, yang penting dia tidak cari ‘gara-gara’ ke ALLAH. Mengenai pencapaian target, biasanya diikuti keyakinan besar berhasil sesuai kepantasan dirinya yang dibarengi penyerahan diri sebesar2nya pada ALLAH yang diyakininya mempunyai domain kuasa atas realisasi rencana yang dibuatnya yang tidak bisa diintervensi oleh dirinya selaku hamba yang lemah dan tidak punya apa-apa.

Ada banyak contoh kehidupan pebisnis-pebisnis muslim hebat yang patut ditiru, dimulai dari pribadi Rasulullah Muhammad SAW dan sahabat-sahabat beliau, para waliyullah, tokoh-tokoh pergerakan Indonesia yang kemudian dalam kehidupan beliau telah mewakafkan dirinya, waktu, tenaga, fikiran, dan hartanya untuk 3 hal di atas..untuk syiar & pergerakan dakwah, dan menebar kebaikan ke sebanyak mungkin orang.

Niatnya bukan lagi untuk dikenal orang, tapi bekerja untuk ALLAH, tidak kepengen dilihat hebat di mata manusia, cuma berharap bisa dilihat hebat di mata ALLAH. nothing to lose…hanya berharap ridho ALLAH…

realitas kehidupan cara berbisnis kita tentu bisa dilihat dari 3 karakter di atas. Pertanyaannya adalah : kita termasuk di kategori mana? Diposisi mana kita sekarang dan mau kemana kita?

Kalau pun cara bermain kita masih belum ada di level tertinggi…selalu ada cara memperbaiki proposal hidup kita. Ada trik jitu mengubah hidup, yaitu dengan berangkat ke baitullah, berdo’a di multazam di 2/3 malam, ditemani orang tua, dan istri/suami, membuat proposal baru untuk kehidupan baru. Mau tahu materi do’a yang bagus untuk hal ini? kami mempunyai materi do’a yang pernah dipraktekkan orang-orang hebat. mari kita sama-sama belajar. wallahu a’lam. Silahkan di email ke : arham.online@yahoo.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 4 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 12 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 12 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: