Back to Kompasiana
Artikel

Manajemen

Anita Maharani

Dosen, trainer, mendalami Bisnis Milik Keluarga baik sebagai praktisi maupun akademisi. @anitamaharani

Menemukan Karyawan

OPINI | 19 October 2013 | 15:47 Dibaca: 196   Komentar: 0   0

Hampir dua tahun setengah usaha bisnis kantin dan katering dijalankan oleh suami. Bisa dibilang perputaran karyawan (turnover) di bisnis suami cukup rendah. Indikator rendahnya perputaran karyawan tersebut dilihat dari lamanya karyawan yang bekerja dibandingkan dengan karyawan yang mengundurkan diri. Indikator ini terkira-kira, tanpa mengikuti kaidah rumus perputaran karyawan yang banyak ditulis di buku-buku Manajemen Sumber Daya Manusia.

Sejak dibangun dua tahun setengah yang lalu hingga kini, pergantian karyawan terjadi sebanyak empat kali, dan keempat mantan karyawan tersebut adalah asisten karyawan utama yang memiliki deskripsi pekerjaan sebagai cooker. Keempat mantan karyawan tersebut sebenarnya juga merupakan kerabat dari karyawan utama.

Sebenarnya selaku pemilik bisnis, suami pernah melakukan identifikasi masalah latar belakang penyebab perputaran ini, rupanya disebabkan bukan karena ketidakcocokan para mantan karyawan pada karyawan utama atau dengan beban kerja. Banyak hal yang menjadi latar belakang dari latar belakang tersebut, antara lainnya: tidak memiliki hasrat untuk bekerja sebagai kru kantin dengan kata lain hanya mengisi waktu karena menganggur, berganti profesi dari karyawan menjadi pengusaha karena sudah memiliki modal untuk memiliki bisnis, kemudian karena tidak berani hidup jauh dari keluarga di kampung.

Dinamika yang dirasakan oleh suami, diyakini juga dapat dialami atau bahkan lebih dahulu dialami oleh pengusaha-pengusaha usaha kecil (dan menengah), yang selalu kesulitan dalam hal merekrut tenaga kerjanya, sehingga memasrahkan pada peer reference atau referensi karyawan yang sudah ada. Jika referensi yang ditawarkan dan ikut bekerja memiliki keahlian maka tentunya bagi pengusaha kecil akan menguntungkan, namun, bagaimana jika sebaliknya? Maka yang terjadi adalah pengusaha (kecil) akan butuh mengeluarkan usaha lebih ekstra dari sisi pelatihan (yang tidak lazim dilaksanakan secara formal) untuk mendidik karyawan baru.

Dilema ini tentunya sulit disiasati oleh pengusaha dari kalangan usaha kecil (menengah), karena tidak memiliki tawaran struktur gaji semenarik yang ditawarkan di Pabrik atau usaha yang sudah mapan. Selain itu, metode rekrutmen yang dilakukan oleh pengusaha usaha kecil (menengah) bertujuan untuk memiliki tenaga bantu tanpa membebaninya dengan tanggung jawab lebih (misalnya pengambilan keputusan), karena pengusaha usaha kecil (menengah) biasanya masih melibatkan dirinya ke dalam bisnis.

Kemudian, apa yang sebaiknya dilakukan oleh pengusaha usaha kecil (menengah) sehubungan dengan dilema “menemukan karyawan” adalah dengan memastikan bahwa pilihan karyawan yang direferensikan memiliki minat yang serius dalam bekerja (meskipun dalam praktiknya banyak benturan dengan masalah urgensi kebutuhan)

Jika sudah ter-rekrut maka ada hal penting lainnya yang perlu dilakukan oleh pengusaha usaha kecil (menengah), yakni dengan menerapkan pola mentoring dengan karyawan utama sebagai mentornya, sehingga akan tercipta perasaan bertanggung jawab dari karyawan yang baru.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Lima Edisi Klasik 16 Besar Liga Champions …

Choirul Huda | | 17 December 2014 | 21:54


TRENDING ARTICLES

Sadisnya Politik Busuk Masa Pilpres di …

Mawalu | 4 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 5 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 6 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 6 jam lalu

Hanya Butuh 22 Detik Produksi Sebuah Motor …

Ben Baharuddin Nur | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

7 Cara Ajaib! Memenangkan Lomba Vote di …

Giant Sugianto | 8 jam lalu

Aristan : Audit Dinas PU Sigi …

Geni Astika | 8 jam lalu

100 Hari Menuju Sakaratul Maut …

Ivone Dwiratna | 9 jam lalu

Dulu Soekarno Mengusir Penjajah, Sekarang …

Abdul Muis Syam | 9 jam lalu

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Christian Kelvianto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: