
Self publishing activist, writer, and editor. Pemilik akun twitter @bysph. hasil karyanya http://nulisbuku.com/books/view/transformasi-lorentz http://nulisbuku.com/books/view/teknologi-dan-pilihan-hidup
Dibaca: 155
Komentar: 0
Nihil
Apa yang anda bayangkan saat sebuah pertanyaan tentang pentingnya internet diajukan kepada ibu-ibu rumah tangga? Apakah internet hanya untuk bermain game saja? Atau hanya untuk chatting dan berinteraksi dengan kawan lama via jejaring sosial saja? Ya, sebagian memang akan menjawab demikian. Tapi ada sebagian lain yang akan memberikan jawaban yang boleh jadi akan sedikit mengejutkan.
Ada sebagian dari ibu-ibu rumah tangga itu yang bisa menghasilkan uang melalui internet. ini adalah sebuah fenomena dan tren baru yang muncul dalam era teknologi komunikasi modern. Ini merupakan satu bukti yang menggambarkan dampak dari internet terhadap kehidupan manusia. Tulisan ini sedikit mengulas tentang pasar potensial bagi operator internet yang datang dari ibu-ibu rumah tangga.
Internet sudah menjadi kebutuhan primer manusia di era modern ini. Semua sendi kehidupan manusia bergantung kepada internet. Mengecek saldo tabungan, transfer uang, berkomunikasi dengan kolega, dan lain-lain dapat dilakukan via internet. Online, itulah istilah bagi segala sesuatu yang dapat dilakukan via internet. Maka tidak asing lagi saat ini jika orang memiliki toko online, melakukan transaksi via online banking, dan lain-lain. Ini semua dilakukan via internet.
Jika ada yang paling diuntungkan dengan perkembangan internet ini, salah satunya adalah para ibu rumah tangga yang kreatif. sebagian dari mereka adalah ibu rumah tangga yang mampu membuat produk yang inovatif dan menjualnya secara online. sebagian yang lain menggunakan internet untuk membantu memasarkan barang dagangan mereka. Mereka bisa jadi tidak memproduksi suatu produk namun punya kemampuan untuk memasarkan suatu produk melalui jaringan yang mereka punya. Apalagi dengan adanya berbagai social media, yang ikut andil dalam memperluas jaringan dan mempermudah interaksi dengan para kolega.
selama ini berkembang anggapan bahwa ibu rumah tangga hanyalah bekerja mengurus rumah tangga, semisal mengurus anak dan memasak untuk keluarga. Intinya ibu rumah tangga hanya berkutat di rumah, dapur, dan sekolah anak. Atau, jika keluar berkumpul dengan koleganya dalam arisan atau komunitas. Anggapan ini bisa jadi sudah tidak relevan lagi untuk saat ini.
Hanya membatasi istri atau wanita untuk mengurus keluarga dan membelenggunya di sekitar rumah, sekolah anak, dan dapur sudah tidak relevan dengan perkembangan teknologi yang ada. Setiap orang tentu memiliki potensi, begitu juga dengan wanita yang pasti juga memiliki potensi. Statusnya sebagai istri atau ibu rumah tangga semestinya tidak menutup potensi yang sudah ada. Potensinya harus tetap berkembang yang bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Dan, adanya internet bisa digunakan oleh ibu rumah tangga sebagai sarana untuk tetap terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. Karakteristik tugas ibu rumah tangga sangat cocok dengan karakter internet yang online. Dapat menghubungkan banyak pihak tanpa perlu bertemu langsung dengan pihak-pihak itu. Itulah karakter internet yang tercakup dalam kata online.
Dengan internet, ibu rumah tangga dapat berinteraksi dengan banyak orang tanpa perlu meninggalkan tugasnya di rumah. Mereka juga bisa saling berbagi pengalaman dan informasi melalui tulisan-tulisan yang diposting di blog. Juga mereka dapat berbagi resep masakan, mencari bahan tulisan tanpa perlu meninggalkan rumah mereka. Mereka dapat melakukan semua itu sambil, misalnya, memasak di rumah. Artinya, tugas di rumah bisa diselesaikan sekaligus dapat tetap menyalurkan hobi dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Ini semua bisa dilakukan dengan perantaraan internet.
Lebih dari itu, sebagian ibu-ibu rumah tangga ini bahkan mampu mengeruk keuntungan dari internet ini. Mereka dapat menghasilkan produk dan memasarkannya via internet, dan ada juga yang memasarkan suatu produk yang diproduksi oleh orang lain melalui jaringan yang dimilikinya.
Kalangan ibu rumah tangga yang kreatif ini telah berhasil menarik keuntungan ekonomi dengan adanya internet ini. Walaupun sebagian masih berupa penghasilan tambahan saja, namun tentu saja ini sesuatu yang wajar mengingat mereka melakoni ini sebagai usaha lain selain tugas utama mengurus keperluan keluarga.
Fenomena ini sesungguhnya sebuah peluang bagi operator internet. Potensi pasar untuk memperluas pasaran produk layanan internet sangat terbuka dengan adanya fenomena ini. Bayangkan jika semakin banyak ibu rumah tangga yang menyadari peran internet ini, pasar juga akan semakin besar. akan semakin banyak ibu rumah tangga yang membutuhkan layanan internet.
Selain itu, akses internet yang cepat dan stabil dengan harga terjangkau tentu akan semakin menarik minat mereka untuk memilih suatu layanan internet tertentu. Hanya operator yang menawarkan akses cepat dengan harga terjangkau saja yang akan dilirik oleh pasar yang besar ini. Ini tentu saja menjadi tantangan sekaligus peluang bagi operator telekomonikasi yang juga menyelenggarakan layanan internet.