Artikel

Didik Purwanto

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Pena boleh sama tapi yang membedakan adalah siapa yang ada di belakangnya

Populer Berkat Twitter


REP | 31 December 2010 | 19:35 Dibaca: 46   Komentar: 0   Nihil

Sepertinya salah satu distribusi marketing perlu ditambahkan satu lagi yaitu Word of Twitter, melengkapi unsur sebelumnya yaitu Word of Mouth.

Pasalnya, salah satu situs jejaring sosial tersebut benar-benar membuat elemen marketing tersebut kian powerfull..

Hal itu terbukti dari model pemasaran es krim Magnum yang sukses mendulang penjualan dari Word of Twitter..cuma cara yang dipakai Magnum ini adalah harus menunjukkan profil pict bergambar lelehan es krim yang harus teregistrasi di akun Facebook. Bener-bener sinergi yang luar biasa.

Beberapa waktu lalu, Indonesia kembali bergema di kancah Twitter dunia. Hal itu disebabkan trending topic (TT) yang berasal dari Indonesia berjumlah empat buah dari total 10 TT. Semuanya dari ajang sepakbola Asia AFF di Gelora Bung Karno.

Sebelumnya, saat pertandingan melawan Malaysia, nama @IrfanBachdim10 telah menjadi Trending Topics (TT). Kali ini, saat pertandingan dengan Laos, orang Indonesia kian bersemangat menceracau. Tidak hanya @IrfanBachdim10, tapi juga ada yang lain. Bahkan hingga pertandingan berakhir, malah bertambah menjadi 6 TT, yaitu Suyono, Utina, Firman, Cinta Indonesia dan Okto.

Bahkan, pada laga final AFF Suzuki Cup 26 dan 29 Desember lalu sempat muncul pro kontra penggunaan laser saat kedua tim berduel. Hashtagh "Hate Malaysia", "Curang" dan "Malaysiacheatlaser" cukup mendominasi timeline Twitter. Untungnya, saat Indonesia kalah menjadi jawara AFF, suporter Garuda di seantero negeri tidak mengeluarkan kata-kata kotornya yang justru akan menjelekkan nama Indonesia di mata dunia.

Hmmm..meski bukan untuk dipasarkan, nama-nama tadi benar-benar membuat dunia mulai mengalihkan ke Indonesia. Setidaknya, tim sepakbola Garuda tidak mengecewekan selama dua pertandingan ini.

Ke depan, semoga ada pelatih sepakbola dunia yang mau melatih Tim Garuda agar bisa bersaing, minimal di Asia. Syukur kalau bisa masuk ke kompetisi dunia.

Sepertinya, semakin akrab ada hashtag tentang Indonesia maka Indonesia juga akan terkenal di mata dunia. Semoga, hal-hal negatif tentang Indonesia tidak selalu memenuhi time line media luar negeri yang justru membuat mereka kapok untuk datang ke Indonesia.

So, tweepss..mulai rajin-rajin hashtagh tentang Indonesia ya..biar negara kita makin terkenal..


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: