Back to Kompasiana
Artikel

Marketing

Choiron

Pejuang kehidupan | Mencoba menebar manfaat bagi semua | http://choiron.info/ | 081703311567

CS Smartfren, Cantik Juga Nih…

REP | 30 June 2011 | 09:38 Dibaca: 1287   Komentar: 2   0

Sudah 2 minggu lalu saya gundah-gulana bahkan resah dan gelisah. Pasalnya koneksi internet saya dalam 1 bulan sudah menghabiskan kocek 200 ribuan. Sejak SmartFren mengubah model tarif prabayar unlimitednya dengan model baru, modem saya jadi haus pulsa dan saya jadi haus beneran.

Akses internet saya setiap bulannya cukup dilayani dengan Modem EVDO Rev. A yang saya isi dengan kartu Smart dengan sistem prepaid. Biasanya saya mengambil paket Silver yang biaya 75 ribu per bulan Unlimited 24 jam dalam sehari dengan kecepatan sekitar 512 kbps. Untuk kecepatan dan biaya segitu, bagi saya sudah cukup untuk kebutuhan browsing dan download. Biasanya untuk kebutuhan demo internet di depan kelas sudah tidak membuat malu tetangga lah, apalagi diri sendiri.

1309423577861852877

Namun saat Smartfren mengubah model tarifnya awal bulan lalu, sayapun mencoba untuk menggunakan paket lain yang ditawarakan. Kali ini tersedia paket Volume based sebesar 6GB dengan biaya 100 ribu saja dan kecepatan 3.1 mbps untuk 30 hari. Dari segi kecepatan memang sangat memuaskan, namun dari segi argo, download 6 GB ternyata habis hanya dalam waktu 10 hari.

Akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke layanan paket True Unlimited (time based unlimited), 90 ribu untuk 30 hari dengan kecepatan. Masalah muncul saat saya mencoba registrasi dengan mengetikkan *123*30*2*30 untuk mengambil paket Premium dengan kecepatan download 384kbps dan upload 128kbps. Pesan yang diterima mengatakan kalau saya tidak bisa beralik ke paket lain yang lebih rendah karena paket yang lama masa aktifnya belum habis. Itu artinya saya harus menunggu 20 hari lagi untuk beralih ke paket Unlimited. Lah selama 20 hari saya harus pakai koneksi internet apa?

Sayapun memutuskan untuk kontak layanan pelanggan online di nomer 128. Setelah lama menunggu giliran mendapatkan layanan CS yang kosong, akhirnya bisa juga saya menyampaikan unek-unek saya. Jawaban CS Smartfren tentang permasalah tersebut membuat kecut harapan saya. Mereka bilang kalau saya memang tidak bisa beralih ke paket lain yang lebih rendah sebelum masa aktifnya habis. Ya sudah, akhirnya saya isi kembali modem saya dengan mengambil paket Volume based 2 GB sebesar 50 ribu beberapa kali.

Kunjungan ke Galeri Smartfren

Tadi malam saya sempat kuatir karena jatah download saya tinggal 200MB. Kalau putri saya pinjam untuk buka games.co.id dan buka youtube.com, pastilah jatah tersebut habis dalam sekejap.

Pagi tadi saya sempatkan berkujunjung ke galeri Smartfren di WTC Plasa Surabaya. Sekitar jam 11 saya sudah duduk di antrian menunggu giliran mendapatkan pelayan dari petugas SmartFren. Lumayan, suasana siang itu masih sepi karena biasanya orang-orang mulai mengunjungi pusat-pusat keramaian di atas jam 12 siang.

Seperti biasa sambil menunggu saya mengamati suasana sekeliling. Mulai dari cara sekuriti mempersilahkan masuk dan menyanakan keperluan, sistem antrian, konsep pelayanan, tata letak ruang, pemilihan warna ruang dan seragam petugas, hingga model-model orang yang datang ke galeri tersebut. Semuanya menarik untuk saya kaji dalam pikiran saya.

Namun satu pertanyaan yang muncul di pikiran saya adalah mengapa CS (Customer Service) dan sales biasanya lebih dipilih wanita daripada pria. Semua petugas yang berkaitan dengan pelayan secara langsung dengan pelanggan (front office), dipilih wanita yang cantik (baca: berpenampilan menarik), tinggi, dan tampak berpendidikan. Sedangkan para petugas prianya bertugas sebagai back office yang menangani permasalahn produk secara teknis. Jadi saat ada permasalahan pelanggan yang terkait dengan perangkat keras, para CS ini membanya ke back office untuk diperiksa dan diperbaiki. Namun untuk yang sifatnya administratif, mereka bisa melakukannya sendiri.

Setelah menunggu 30 menit, tiba nomer antrian saya ditampilkan di LCD TV dan disebutkan untuk menuju counter nomer 2. Dengan bahan pertanyaan yang sudah saya persiapkan, saya melangkah menuju counter nomer 2. Tampak seorang gadis tinggi agak cubby, kulit kuning langsat, rambut ikal melebihi pundak dan wajah bulat memberi salam dan mempersilahkan saya duduk. Sejuru kemudian saya terlibat dalam pembicaraan intens terkait permasalahan kartu Smart saya.

Rupanya masalah perubahan paket langganan Smartfren memang tidak bisa dilakukan sendiri. Menurut CS tersebut, saya memang harus membawanya ke galeri SmartFren untuk dikonfigurasi ulang paket yang akan diaktifkan. Eyalah… Andai saya lakukan dari minggu-minggu kemarin dan tidak lekas percaya dengan CS online Smart, mungkin saya tidak perlu banyak buang-buang uang untuk koneksi internet bulanan saya. Finally, masalah koneksi saya dengan mudah bisa diatasi oleh CS tersebut.

13094266141908541748

Galeri SmartFren di WTC Surabaya

Pada akhir sesi, sayapun berpamitan. Namun rasanya kurang etis jika saya mengucapkan terimakasih atas layanan baiknya tanpa mengetahui namanya. Saya pun bertanya, “Maaf, mbak ini namanya siapa ya?” “Nama saya Safira Pak.”  Sambil tersenyum khas CS dengan  menjulurkan tangan untuk menyalami saya. Sambil menjabat tangannya sayapun mengucapkan, “Terimakasih Mbak Safira atas layanannya,” sambil sedikit membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan. “Sama-sama Pak,” jawabnya.

Wah ternyata CS Smartfren, canik juga nih… maksud saya bukan hanya berpenampilan menarik, tetapi cantik  (baca: terampil) dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. yah, memang begitu seharusnya seorang CS dalam melayani pelanggannya, seperti yang sering saya ajarkan  dalam matakuliah saya di Interpersonal Skills.

Terakhir, kita semua pada hakikatnya adalah CS bagi orang lain, baik untuk pelanggan internal maupun pelanggan eksternal.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 7 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 14 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 15 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 17 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: