Back to Kompasiana
Artikel

Marketing

Imi Suryaputera™

Pria, orang kampung biasa, Pendidikan S-3 (Sekolah Serba Sedikit)

Iklan Kartu XL yang Tidak Nyambung

OPINI | 20 July 2011 | 02:37 Dibaca: 1479   Komentar: 18   1

Iklan produk di televisi akhir-akhir banyak yang ngawur. Kalau diamati lebih cermat terlihat tidak nyambung dan tak mewakili logika pemirsa.

Contohnya iklan sebuah produk dari salah satu operator seluler, kartu XL; di iklan tampak seorang pengemudi mobil yang sedang berhenti di lampu merah. Si pengemudi yang menyetel radio mobil, didatangi seorang pengemis yang mengetuk kaca pintu mobil minta makan sambil dengan gaya tangannya ke mulut. Si pengemudi cuek aja terhadap pengemis. Namun karena tak dihiraukan, si pengemis tak kalah akal, ia menggunakan ponsel untuk dapat berhubungan dengan si pengemudi. Tiba-tiba ponsel si pengemudi berdering, ia pun mengangkatnya, begitu ia berpaling, ternyata yang menelponnya adalah si pengemis yang berada diluar mobilnya yang hanya dibatasi oleh kaca mobil.

Yang membuat iklan ini aneh dan tidak logis adalah, dari mana si pengemis tahu nomor telpon si pengemudi mobil. Apakah setiap pengemis yang menggunakan kartu XL, dan para pengemudi pengguna kartu XL saling bertukar nomor sebelumnya ? Atau operator seluler XL merupakan pengumpul nomor-nomor para pengemis ? Atau operator ini memang spesialis pelayan pengguna kartu seluler super murah, sehingga yang menggunakannya kebanyakan pengemis ? Atau kemungkinan-kemungkinan lainnya yang jika dipikirkan pun tetap tidak logis ? Entahlah, yang jelas beginilah kiat produsen meraih konsumen melalui iklan meski kurang dan tidak logis.

Ada lagi iklan operator seluler yang kronologisnya adalah seorang anak perempuan berpenampilan lusuh yang menjajakan pisang goreng, menawarkan dagangannya kepada seorang nyonya berbadan gemuk yang sedang menelpon.
Si Nyonya menanyakan harga pisang goreng, kemudian menawar dengan harga rendah, si anak penjaja kaget mendengar harga penawaran oleh si nyonya, dan si anak jatuh pingsan. Selanjutnya roll story di iklan tidak nyambung. Apa hubungannya antara si anak penjaja pisang goreng dan barang dagangannya dengan para pengguna pulsa telpon seluler yang kemudian muncul banyak di iklan tersebut, dan si anak juga ikut gabung dengan mereka tanpa barang dagangannya pula ?

Ini baru sedikit contoh dari iklan produk di televisi yang sangat tidak nyambung bila dipikirkan secara logika. Beberapa iklan rokok yang muncul tanpa terlihat bentuk rokoknya (memang dilarang visual rokok), rata-rata kurang nyambung.
Makanya sebagai orangtua yang memiliki anak dibawah umur agar mendampingi mereka manakala menonton iklan produk, dan ketika mereka mengajukan pertanyaan terkait visualisasi iklan, alih-alih mau menjawab pertanyaan anak, kita sendiri saja bingung melihatnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produk Indonesia di Tengah Konflik Rusia dan …

Syaripudin Zuhri | | 02 September 2014 | 08:42

Koalisi Merah-Putih Terus Berjuang Kalahkan …

Musni Umar | | 02 September 2014 | 06:45

Serunya Berantas Calo Tiket KA …

Akhmad Sujadi | | 02 September 2014 | 05:55

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | | 01 September 2014 | 23:08

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 1 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya ,serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Yakitori, Sate ala Jepang Yang Menggoyang …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

Sebuah Cinta Berusia 60 Tahun dari …

Harris Maulana | 8 jam lalu

Yohanes Surya Intan Terabaikan …

Alobatnic | 8 jam lalu

Mengukur Kepolisian RI Dari Kuching …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Xiaomi RedMi 1S “Hajar” Semua Brand …

Andra Nuryadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: