Back to Kompasiana
Artikel

Marketing

Muhammad Rafizeldi

Web strategist, website designer, SEOer dan inbound marketer @INCRIdea Indonesia. Menyediakan bantuan jasa pengembangan & selengkapnya

Mengapa Menggunakan Inbound Marketing

OPINI | 05 March 2012 | 19:26 Dibaca: 200   Komentar: 7   1

Outbound dan Inbound Marketing Cost Per Lead

Pesatnya perkembangan teknologi & media internet disertai dengan perubahan budaya masyarakat modern membuat banyak perusahaan global beralih memanfaatkan strategi Inbound Marketing sebagai solusi kegiatan pemasaran (marketing). Inbound marketing membantu para perusahaan untuk mendekatkan diri dengan target marketnya melalui media internet seperti website, blog, search engine dan social media.

Ada tiga alasan utama mengapa Inbound Marketing penting untuk diterapkan dalam rangka meningkatkan efisiensi kegiatan marketing, yaitu:

(1) It Costs Less, biaya lebih murah – Outbound marketing merupakan kegiatan membelanjakan / menghabiskan uang dengan membeli iklan, membeli email lists atau menyewa tempat pada pameran dagang (trade shows).

Sedangkan Inbound Marketing adalah kegiatan membuat konten, membicarakan dan menyebarluaskannya. Membuat Blog tidak membutuhkan biaya banyak, akun social media seperti Facebook, Twitter, Kompasiana, Kaskus juga gratis. Kombinasi Blog dengan social media dapat mendatangkan ribuan pelanggan ke website, toko online (e-commerce) Anda. RoI (Return of Investment) dari kampanye Inbound Marketing lebih tinggi.

(2) Better Targeting, sasaran yang lebih baik - Teknik seperti cold-calling, mass mail dan email campaign tidak memiliki sasaran yang tepat. Pemasar mendatangi seseorang hanya berdasarkan dari 1 atau 2 informasi dari database target mereka.

Ketika melakukan Inbound Marketing, Anda hanya mendekati orang yang sudah memiliki ketertarikan (self-qualify) terhadap produk / jasa Anda. Mereka telah menunjukkan perhatian dan minat terhadap konten Anda melalui pencarian mesin pencari, komentar blog atau “Like” Facebook. Dan sangat besar kemungkinan mereka sedang memiliki kebutuhan akan produk Anda.

(3) It’s an Investment, Inbound Marketing adalah investasi, Inbound Marketing bukan pengeluaran belanja. Ketika Anda melakuan outbound marketing dengan membeli iklan seperti billboard, banner atau pay-per-click, nilai dan manfaatnya akan hilang bersamaan dengan Anda memberhentikan belanja iklan tersebut. Untuk dapat berpromosi, Anda harus terus menerus membayar provider tersebut.

Promo Indonesias Best Local MinimarketJika Anda menginvestasikan uang dan waktu untuk membuat konten berkualitas dan mendapat posisi terbaik (halaman pertama) pada hasil pencarian organik mesin pencari (Google, Bing, Yahoo), konten Anda akan terus berada di sana hingga konten orang lain atau kompetitor Anda menggantikannya dengan konten yang lebih baik.

“The aim of marketing is to know and understand the customer so well that the product or service fits him and sells itself. Ideally, marketing should result in a customer who is ready to buy. All that should be needed then is to make the product or service available…”

~Peter F Drucker, Management: Tasks, Responsibilities, Practices.

Baca kembali:

Penulis: 
Web strategist, website designer & inbound marketer Indonesia
Blog | rafizeldi@incridea.com
Sumber asli: Inbound Marketing | INCRIdea Indonesia
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 3 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 13 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 13 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Catatan Terbuka Buat Mendiknas Baru …

Irwan Thahir Mangga... | 7 jam lalu

Diary vs Dinding Maya - Serupa tapi Tak Sama …

Dita Widodo | 7 jam lalu

Nama Kementrian Kabinet Jokowi yang Rancu …

Francius Matu | 8 jam lalu

Menggapai Semua Mimpi …

Akhmad Husaini | 8 jam lalu

Wife Destroyed …

Harry Nuriman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: