Back to Kompasiana
Artikel

Marketing

Icha_nors

Berhenti melihat jam/waktu dan mulai melihat dengan mata

Promosi PAUD? Harus Itu

OPINI | 22 April 2012 | 19:02 Dibaca: 1294   Komentar: 22   3

Melanjutkan artikel saya kemarin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam strategi marketing dalam pendidikan anak usia dini. Seperti perusahaan, sekolah juga perlu pemasaran dan promosi lho. Iya dong, kalau nggak ada promosi mana ada orang yang tahu kalau kita punya produk? Dan Hampir semua bidang dapat menggunakan konsep pemasaran (marketing concept).

Kenapa pemasaran  dan promosi menjadi hal yang pokok? Karena untuk mengidentifikasi dan mengggambarkan tingkat animo masyarakat terhadap lembaga yang bersangkutan. Tidak hanya lembaga pendidikan yang baru saja berdiri, tapi yang sudah lama berdiri juga perlu promosi, bahkan yang sudah terkenal sekalipun. Sering lihat baliho di jalan-jalan, atau spanduk yang mempromosikan sebuah sekolah yang sudah terkenal kan? Taruh aja UGM, misalnya. Siapa sih nggak kenal rajanya PTN ini? Tapi setiap ada program baru yang ditawarkan, masih selalu berpromosi.

Kegiatan promosi juga dapat digunakan sebagai mekanisme penjelasan dan rasionalisasi suatu penawaran program dengan berbagai keunggulannya, baik dari segi masukan (input), keluaran (output) dan lulusan (outcome). Selain itu promosi sebetulnya juga untuk sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban public tentang proses dan hasil pendidikan yang selama ini dilaksanakan dan dikembangkan .

Citra dan kredibilitas suatu lembaga akan bertahan lama jika kita menyadari, memelihara dan mengembangkan berbagai kondisi baik dari waktu ke waktu. Dengan cara promosi, penurunan animo dapat dijadikan dasar untuk menelusuri kelemahan lembaga secara internal dan factor eksternal yang ikut terlibat dalam pembentukan opini negative pada lembaga. Dari sini kita bisa belajar untuk langkah perbaikan selanjutnya. Itulah mengapa ada lembaga pendidikan yang mahal biaya, jauh lokasinya, sulit masuknya tapi tetap dicari masyarakat.

Strategi Marketing PAUD

Sebenarnya kalau kita cermat, lembaga  paud adalah satu-satunya lembaga pendidikan dasar yang mempunyai banyak produk, karena mengelola pendidikan anak usia 0-6 tahun yang meliputi: TPA (Tempat Penitipan Anak) mulai 0-2 tahun, Toodler (2-3 tahun), PG/KB (Kelompok Bermain ) 3-4 tahun dan SPS (setingkat TK/RA) 4-6 tahun. Jadi lahan garapannya lebih luas dibanding  yang lain.

Konsep strategi pemasaran tetap merujuk pada strategi pemasaran dari ilmu ekonomi yang diadaptasi ke dalam pemasaran lembaga paud.  Konsepnya beorientasi pada kepuasan konsumen tanpa mengabaikan tujuan yang telah ditetapkan, terutama dalam mencari laba secara jangka panjang. Tapi kita harus ingat tujuan semula mendirikan paud bukan semata-mata hanya meraup keuntungan sebesar-besarnya, tapi juga mengedepankan nilai-nilai pengabdian masyarakat.

Empat strategi yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan pemasaran yang tepat adalah : Strategi produk, strategi harga, strategi promosi dan strategi distribusi. Lembaga paud bisa menerapkan strategi produk dengan menerapkan konsep:

•    Menekankan ketidakpastian

•    Memahami problem.

•    Menekankan pada pembelian profesionalitas.

Jadi jelas, dalam melakukan promosi PAUD, harus memperhatikan ulasan yang akan diberikan, kapasitas frekuensi dan kesinambungan.

Pola distribusi PAUD bersifat sangat personal, seperti perusahaan jasa,  karena pihak pengelola akan berhadapan langsung dengan anak-anak yang belajar di lembaga tersebut.

Yang tak kalah penting, lembaga yang kita kelola harus memberikan manfaat bagi orang tua, anak-anak dan lingkungan sekitar PAUD. Caranya adalah memiliki staf dan guru yang berkualitas.

Selamat mencoba

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 5 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 5 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 5 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 11 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Kinerja Buruk PLN Suluttenggo …

Hendi Tungkagi | 7 jam lalu

Jokowi-JK Berantas Koruptor Sekaligus …

Opa Jappy | 7 jam lalu

Luar Biasa, Indonesia Juara Matematika …

Dean Ridone | 7 jam lalu

The Beatles Konser di BI …

Teberatu | 7 jam lalu

Gandeng KPK, Politik Nabok Nyilih Tangan ala …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: