Back to Kompasiana
Artikel

Marketing

Icha_nors

Berhenti melihat jam/waktu dan mulai melihat dengan mata

Promosi PAUD? Harus Itu

OPINI | 22 April 2012 | 19:02 Dibaca: 1304   Komentar: 22   3

Melanjutkan artikel saya kemarin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam strategi marketing dalam pendidikan anak usia dini. Seperti perusahaan, sekolah juga perlu pemasaran dan promosi lho. Iya dong, kalau nggak ada promosi mana ada orang yang tahu kalau kita punya produk? Dan Hampir semua bidang dapat menggunakan konsep pemasaran (marketing concept).

Kenapa pemasaran  dan promosi menjadi hal yang pokok? Karena untuk mengidentifikasi dan mengggambarkan tingkat animo masyarakat terhadap lembaga yang bersangkutan. Tidak hanya lembaga pendidikan yang baru saja berdiri, tapi yang sudah lama berdiri juga perlu promosi, bahkan yang sudah terkenal sekalipun. Sering lihat baliho di jalan-jalan, atau spanduk yang mempromosikan sebuah sekolah yang sudah terkenal kan? Taruh aja UGM, misalnya. Siapa sih nggak kenal rajanya PTN ini? Tapi setiap ada program baru yang ditawarkan, masih selalu berpromosi.

Kegiatan promosi juga dapat digunakan sebagai mekanisme penjelasan dan rasionalisasi suatu penawaran program dengan berbagai keunggulannya, baik dari segi masukan (input), keluaran (output) dan lulusan (outcome). Selain itu promosi sebetulnya juga untuk sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban public tentang proses dan hasil pendidikan yang selama ini dilaksanakan dan dikembangkan .

Citra dan kredibilitas suatu lembaga akan bertahan lama jika kita menyadari, memelihara dan mengembangkan berbagai kondisi baik dari waktu ke waktu. Dengan cara promosi, penurunan animo dapat dijadikan dasar untuk menelusuri kelemahan lembaga secara internal dan factor eksternal yang ikut terlibat dalam pembentukan opini negative pada lembaga. Dari sini kita bisa belajar untuk langkah perbaikan selanjutnya. Itulah mengapa ada lembaga pendidikan yang mahal biaya, jauh lokasinya, sulit masuknya tapi tetap dicari masyarakat.

Strategi Marketing PAUD

Sebenarnya kalau kita cermat, lembaga  paud adalah satu-satunya lembaga pendidikan dasar yang mempunyai banyak produk, karena mengelola pendidikan anak usia 0-6 tahun yang meliputi: TPA (Tempat Penitipan Anak) mulai 0-2 tahun, Toodler (2-3 tahun), PG/KB (Kelompok Bermain ) 3-4 tahun dan SPS (setingkat TK/RA) 4-6 tahun. Jadi lahan garapannya lebih luas dibanding  yang lain.

Konsep strategi pemasaran tetap merujuk pada strategi pemasaran dari ilmu ekonomi yang diadaptasi ke dalam pemasaran lembaga paud.  Konsepnya beorientasi pada kepuasan konsumen tanpa mengabaikan tujuan yang telah ditetapkan, terutama dalam mencari laba secara jangka panjang. Tapi kita harus ingat tujuan semula mendirikan paud bukan semata-mata hanya meraup keuntungan sebesar-besarnya, tapi juga mengedepankan nilai-nilai pengabdian masyarakat.

Empat strategi yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan pemasaran yang tepat adalah : Strategi produk, strategi harga, strategi promosi dan strategi distribusi. Lembaga paud bisa menerapkan strategi produk dengan menerapkan konsep:

•    Menekankan ketidakpastian

•    Memahami problem.

•    Menekankan pada pembelian profesionalitas.

Jadi jelas, dalam melakukan promosi PAUD, harus memperhatikan ulasan yang akan diberikan, kapasitas frekuensi dan kesinambungan.

Pola distribusi PAUD bersifat sangat personal, seperti perusahaan jasa,  karena pihak pengelola akan berhadapan langsung dengan anak-anak yang belajar di lembaga tersebut.

Yang tak kalah penting, lembaga yang kita kelola harus memberikan manfaat bagi orang tua, anak-anak dan lingkungan sekitar PAUD. Caranya adalah memiliki staf dan guru yang berkualitas.

Selamat mencoba

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Perjuangan PPP & PPP Perjuangan …

Ribut Lupiyanto | | 31 October 2014 | 14:24

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Nonggup, Contoh Pergerakan Cerdas Orang …

Evha Uaga | | 31 October 2014 | 17:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 6 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 10 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 10 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kompasiana-Tanoto Foundation Blog …

Kompasiana | 7 jam lalu

Sang Pawang Jati …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Meningkatkan Kesadaran Tentang Korupsi …

Andrew Ebeneizer Se... | 8 jam lalu

Moratorium CPNS 5 Tahun? Slow aja! …

Niztchan | 8 jam lalu

Vergiss-mein-nicht (Gema di Lautan Sunyi …

Monika Chandra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: