Back to Kompasiana
Artikel

Marketing

Emshofi

nangis ketawa, sedih gembira, guling-gulingan

Siapa Anak SGM Tunjuk Tangan

OPINI | 20 March 2013 | 23:17 Dibaca: 714   Komentar: 0   0

sofur, piss deh/izzashop.com

Sumber: sofur, pliss deh/izzashop.com

Biaya tanpa batas, usaha menancapkan persepsi di benak publik. Kedahsyatan susu formula begitu meyakinkan, menggoda dan menyederhanakan masalah dalam iklan yang berseliweran tak terbendung. Bebas mengedukasi keluarga Indonesia, mengubur dalam-dalam akan keberadaan air susu ibu (ASI) yang sejatinya paling praktis, ekonomis dan substantif.

Pemandangan biasa, ketika masuk di mini market. Berderet-deret rapi kemasan susu formula beraneka ragam merek. Banyak juga kaleng susu yang diborgol, takut digasak pengunjung usil karena harganya yang tidak murah. Mahal identik dengan jaminan mutu dan gengsi. Dan itu tak pernah sepi peminat, selalu ludes tandas masuk ke perut balita-balita negeri ini yang ingin sehat dan pintar.

Sosialisasi keungggulan ASI semakin terpinggirkan, sunyi dalam keterbatasan. Buku inspiratif  ”Catatan Ayah ASI, Kami Bukan Ahli Cuma Mau Berbagi” urgen untuk disebarkan seluas-luasnya. Sangat mendesak divisualisasikan sebagai counter, usaha penyeimbang akan perang persepsi dengan pemodal susu formula. Yang sebagai produsen, terlalu berfikir laba besar saja dengan melupakan sisi sosial responsibility-nya.

Pro ASI, kampanye ASI. Menyentuh hati terus menerus, menyadarkan bahwa tidak memberi ASI termasuk mengingkari hak asasi dari sang bayi, buah hati kita. ASI merupakan makanan alamiah yang baik, praktis, ekonomis, steril, mudah dicerna. Memiliki komposisi, zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi.

Siapa anak ASI tunjuk tangan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 3 jam lalu

Serba Salah: Jokowi dan AM Tukang Tusuk Sate …

Stephanus Jakaria | 7 jam lalu

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Cari Info Wisata Bukan Paket Liburan …

Pandu Aji Wirawan | 8 jam lalu

KIS Diberlakukan, SDM Kesehatan Siap-Siap …

Dian Arestria | 8 jam lalu

#R …

Katedrarajawen | 8 jam lalu

Australia Berubah Total, Indonesia Perlu …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Bebaskan MA! …

Harja Saputra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: