Back to Kompasiana
Artikel

Marketing

Emshofi

nangis ketawa, sedih gembira, guling-gulingan

Siapa Anak SGM Tunjuk Tangan

OPINI | 20 March 2013 | 23:17 Dibaca: 713   Komentar: 0   0

sofur, piss deh/izzashop.com

Sumber: sofur, pliss deh/izzashop.com

Biaya tanpa batas, usaha menancapkan persepsi di benak publik. Kedahsyatan susu formula begitu meyakinkan, menggoda dan menyederhanakan masalah dalam iklan yang berseliweran tak terbendung. Bebas mengedukasi keluarga Indonesia, mengubur dalam-dalam akan keberadaan air susu ibu (ASI) yang sejatinya paling praktis, ekonomis dan substantif.

Pemandangan biasa, ketika masuk di mini market. Berderet-deret rapi kemasan susu formula beraneka ragam merek. Banyak juga kaleng susu yang diborgol, takut digasak pengunjung usil karena harganya yang tidak murah. Mahal identik dengan jaminan mutu dan gengsi. Dan itu tak pernah sepi peminat, selalu ludes tandas masuk ke perut balita-balita negeri ini yang ingin sehat dan pintar.

Sosialisasi keungggulan ASI semakin terpinggirkan, sunyi dalam keterbatasan. Buku inspiratif  ”Catatan Ayah ASI, Kami Bukan Ahli Cuma Mau Berbagi” urgen untuk disebarkan seluas-luasnya. Sangat mendesak divisualisasikan sebagai counter, usaha penyeimbang akan perang persepsi dengan pemodal susu formula. Yang sebagai produsen, terlalu berfikir laba besar saja dengan melupakan sisi sosial responsibility-nya.

Pro ASI, kampanye ASI. Menyentuh hati terus menerus, menyadarkan bahwa tidak memberi ASI termasuk mengingkari hak asasi dari sang bayi, buah hati kita. ASI merupakan makanan alamiah yang baik, praktis, ekonomis, steril, mudah dicerna. Memiliki komposisi, zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi.

Siapa anak ASI tunjuk tangan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ignatius Jonan Akan Menjadi Menteri? …

Daus | 3 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 3 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 3 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Berbagi Cerita Wisata, Menggali Potensi Kota …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

Lima Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia …

Utiket | 7 jam lalu

My Idiot Brother: Kalah dengan Saudaranya …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Cita-cita? Jadi anggota DPR! …

Diana Santi | 8 jam lalu

Pak Tua, Sudahlah… …

Selsa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: