Back to Kompasiana
Artikel

Marketing

Apus-pasarpanas

Saya kompasianer udik! lagi belajar menulis dengan segala keterbatasan. Agar sedikit punya arti. Juga Owner Yahya selengkapnya

Strategi bisnis Banting harga (kasus pribadi)

OPINI | 19 April 2013 | 08:06 Dibaca: 28   Komentar: 0   0

Bisnis pulsa, handphone, eksesoris, dan pulsa yang dijalankan oleh saya saat ini sedang menjalankan strategi bisnis banting harga. strategi penjualan yang biasanya dilakukan oleh pemula dalam mengawali bisnisnya untuk mendongkrak angka penjualan. Namun, tidak sedikit pebisnis lama juga melakukan strategi ini. Termasuk saya. Saya melakukan strategi banting harga terhadap pulsa yang dijual untuk semua operator, hingga harganya menyamai harga pulsa di kota-kota besar, dan menjadi konter dengan menjual pulsa termurah di daerah saya. sementara usaha kami ada di pelosok daerah. Mengapa saya melakukan strategi ini? Apakah benar-benar ampuh? Berikut ini saya sajikan hasil terhadap strategi bisnis yang saya jalankan dari sisi positif dan sisi negatifnya, beserta sulosinya: A. Angka penjualan pulsa langsung terdongkrak naik, kenaikan penjualan pulsa mencapai 30%. Kenaikkan juga dengan bertambahnya pembeli membuat angka penjualan handphone dan eksesorisnya juga terdongkrak naik, mencapai 10%.sementara kenaikkan penjualan eksesoris dan handphone ini adalah kunci kesuksesan sebuah konter, karena margin keuntungan yang didapat relatif besar. Sehingga arus kas menjadi semakin lancar. Dan keuntungan konter yang didapat naik sekitar 15%. B. Konter saya mendapat label “lebih murah” di mata konsumen sehingga akan menumbuhkan rasa loyal konsumen untuk terus berbelanja di konter saya. C. Mengurangi pesaing baru. Seperti kita tahu menjual pulsa, bisa dilakukan siapa saja, dengan modal sedikit. Tanpa harus mempunyai toko, cukup dengan sebuah hp dan saldoratusan ribu, sudah bisa menjual pulsa semua operator. Sehingga dengan saya melakukan banting harga, calon pesaing baru di daerah saya akan berpikir ulang untuk menjalankan bisnis jualan pulsa ini. Karena keuntungan yang didapat semakin kecil. D. Membantu masyarakat. Bukankah pulsa sekarang termasuk kebutuhan pokok setiap orang, dari golongan manapun dia, kaya miskin sama membutuhkan pulsa. dengan turunnya harga pulsa yang saya jual membuat masyarakat secara langsung merasakan mampaatnya. Selain menimbulkan dampak positif, strategi ini juga memiliki dampak negatifnya. Namun saya akan memaparkan juga sulosi yang saya ambil, untuk meminimalisir dampak negatifnya. Yaitu: Margin keuntungan yangterlalu kecil membuat saya mau tidak mau harus bisa melakukan penjualan dalam kuantitas yang besar. Namun hal ini bisa tercapai karena peminat atau segmen pembeli pulsa selalu bertambah jumlahnya. Sementara pesaing karena alasan-alasan tertentu belum ada yang berani menurunkan harga pulsanya seperti konter saya, (sesuai pridiksi saya). Tindakan saya membanting harga, sebenarnya juga bisa memacu perang harga. Namun sesuai prediksi saya ini tidak akan merangsang konter lain untuk juga melakukan hal yang sama. Walaupun konter lain merasa terancam citranya. Hal ini disebabkan konter lain masih banyak dipimpin owner tua.(Maaf,bukan merendahkan yang tua).dan juga saingan banyak yang masih berpikir negatif untuk melakukan hal yang sama seperti saya. Dalam kondisi saingan seperti ini, maka akhirnya konter saya masih terus bisa memimpin pasar. Dalam posisi ini, maka hanya konter besar dan layak bersaing yang bisa bertahan. Sementara toko-toko kecil akan hancur dilibas oleh toko-toko besar. Walaupun ini terlihat kejam, namun hal ini bisa menjadi pelajaran bisnis berharga bagi kita semua,bagi konter pemula, pemain lama ataupun calon pemain baru. Salam banting harga Apus http://yahyaponsel.wordpress.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Rokok Elektronik, Solusi Stop Merokok yang …

Gaganawati | | 31 October 2014 | 01:19

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 9 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 13 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | 8 jam lalu

Ketika Lakon Itu Kembali Dimainkan …

Sarie | 8 jam lalu

Negeri Suka Tandingan …

Didi Eko Ristanto | 9 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: SKILL, Salah …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: