Back to Kompasiana
Artikel

Marketing

Apus-pasarpanas

Saya kompasianer udik! lagi belajar menulis dengan segala keterbatasan. Agar sedikit punya arti. Juga Owner Yahya selengkapnya

Strategi bisnis Banting harga (kasus pribadi)

OPINI | 19 April 2013 | 08:06 Dibaca: 27   Komentar: 0   0

Bisnis pulsa, handphone, eksesoris, dan pulsa yang dijalankan oleh saya saat ini sedang menjalankan strategi bisnis banting harga. strategi penjualan yang biasanya dilakukan oleh pemula dalam mengawali bisnisnya untuk mendongkrak angka penjualan. Namun, tidak sedikit pebisnis lama juga melakukan strategi ini. Termasuk saya. Saya melakukan strategi banting harga terhadap pulsa yang dijual untuk semua operator, hingga harganya menyamai harga pulsa di kota-kota besar, dan menjadi konter dengan menjual pulsa termurah di daerah saya. sementara usaha kami ada di pelosok daerah. Mengapa saya melakukan strategi ini? Apakah benar-benar ampuh? Berikut ini saya sajikan hasil terhadap strategi bisnis yang saya jalankan dari sisi positif dan sisi negatifnya, beserta sulosinya: A. Angka penjualan pulsa langsung terdongkrak naik, kenaikan penjualan pulsa mencapai 30%. Kenaikkan juga dengan bertambahnya pembeli membuat angka penjualan handphone dan eksesorisnya juga terdongkrak naik, mencapai 10%.sementara kenaikkan penjualan eksesoris dan handphone ini adalah kunci kesuksesan sebuah konter, karena margin keuntungan yang didapat relatif besar. Sehingga arus kas menjadi semakin lancar. Dan keuntungan konter yang didapat naik sekitar 15%. B. Konter saya mendapat label “lebih murah” di mata konsumen sehingga akan menumbuhkan rasa loyal konsumen untuk terus berbelanja di konter saya. C. Mengurangi pesaing baru. Seperti kita tahu menjual pulsa, bisa dilakukan siapa saja, dengan modal sedikit. Tanpa harus mempunyai toko, cukup dengan sebuah hp dan saldoratusan ribu, sudah bisa menjual pulsa semua operator. Sehingga dengan saya melakukan banting harga, calon pesaing baru di daerah saya akan berpikir ulang untuk menjalankan bisnis jualan pulsa ini. Karena keuntungan yang didapat semakin kecil. D. Membantu masyarakat. Bukankah pulsa sekarang termasuk kebutuhan pokok setiap orang, dari golongan manapun dia, kaya miskin sama membutuhkan pulsa. dengan turunnya harga pulsa yang saya jual membuat masyarakat secara langsung merasakan mampaatnya. Selain menimbulkan dampak positif, strategi ini juga memiliki dampak negatifnya. Namun saya akan memaparkan juga sulosi yang saya ambil, untuk meminimalisir dampak negatifnya. Yaitu: Margin keuntungan yangterlalu kecil membuat saya mau tidak mau harus bisa melakukan penjualan dalam kuantitas yang besar. Namun hal ini bisa tercapai karena peminat atau segmen pembeli pulsa selalu bertambah jumlahnya. Sementara pesaing karena alasan-alasan tertentu belum ada yang berani menurunkan harga pulsanya seperti konter saya, (sesuai pridiksi saya). Tindakan saya membanting harga, sebenarnya juga bisa memacu perang harga. Namun sesuai prediksi saya ini tidak akan merangsang konter lain untuk juga melakukan hal yang sama. Walaupun konter lain merasa terancam citranya. Hal ini disebabkan konter lain masih banyak dipimpin owner tua.(Maaf,bukan merendahkan yang tua).dan juga saingan banyak yang masih berpikir negatif untuk melakukan hal yang sama seperti saya. Dalam kondisi saingan seperti ini, maka akhirnya konter saya masih terus bisa memimpin pasar. Dalam posisi ini, maka hanya konter besar dan layak bersaing yang bisa bertahan. Sementara toko-toko kecil akan hancur dilibas oleh toko-toko besar. Walaupun ini terlihat kejam, namun hal ini bisa menjadi pelajaran bisnis berharga bagi kita semua,bagi konter pemula, pemain lama ataupun calon pemain baru. Salam banting harga Apus http://yahyaponsel.wordpress.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: