Back to Kompasiana
Artikel

Marketing

Agung Webe

Agung Webe telah menulis 15 buku motivasi dan pengembangan diri. Melalui Training & Seminar pemberdayaan selengkapnya

Dibalik kemenangan Fatin Shidqia Juara X Factor Indonesia

OPINI | 25 May 2013 | 02:59 Dibaca: 5380   Komentar: 16   0

X Factor malam ini dimenangkan oleh Fatin Shidqia mengalahkan Novita dewi. Sejenak saya pribadi kaget dengan pilihan pemirsa yang akhirnya memenangkan Fatin. Bagi saya dari segi teknik menyanyi dan kualitas suara, maupun teknik panggung, Novita Dewi berada di atas Fatin. Namun kembali lagi, karena ini adalah pentas public, maka sebuah kesuksesan merupakan kerja sama yang hebat dan bukan hanya usaha individu semata.
Kita dapat mempelajari bersama untuk kita refleksikan dalam kegiatan marketing kita, apapun produk yang akan kita gulirkan. Setidaknya apabila kita dapat melihat Dibalik kemenangan Fatin Shidqia, maka kita melihat sebuah ‘cara masak’ dari para marketing hebat di belakangnya.
Pertanyaan pertama sebagai bahan dasar adonan adalah, “Bagaimana apabila dari pertama Fatin tidak mengenakan Jilbab?
Hal ini sangatlah penting dalam sebuah strategi penjualan, karena segmen pasar dan komunitas harus diperhitungkan. Para pengusung Fatin sangat menyadari emosi ini. Keluguannya, umurnya yang masih 19 tahun, dan mengenakan Jilbab merupakan potensi tersendiri sebagai sebuah ‘produk’ yang dapat dijadikan komoditas dari sebuah panggung hiburan.
Ini adalah sebuah kejelian dari kemampuan melihat kesempatan. Sekali lagi bahwa sukses adalah jalinan kerjasama. Artinya berbagai pihak yang mempunyai kepentingan dengan marketing sebuah produk harus bekerja sama untuk memunculkan keunikan dan suatu hal yang dapat dijadikan ‘icon’ oleh sebuah komunitas besar yang ada.
Bagi penikmat seni music secara individu sudah tentu akan memilih Novita Dewi dari segi kualitas suara. Namun sekali lagi, bahwa pentas ini adalah pentas market untuk sebuah goal penjualan dari para penjual yang mempunyai kepentingan masing-masing. Kita maklum, dan bagi saya pribadi mengakui bahwa kerja tim dalam kolaborasi untuk sebuah penjualan adalah kerjasama yang harus saling memahami kepentingannya.
Dalam sisi marketing, produk apa yang akan berhasil di pasar? Yaitu produk yang dapat mewakili emosi sebagian besar para penikmatnya. Dan juga mendorong cita-cita emosi yang selama ini belum muncul. Tentu saja kita tidak dapat mengesampingkan mutu didalamnya. Dan dalam diri Fatin, yah, kualitas atau mutu tersebut tidak jelek-jelek amat. Artinya masih dapat dipertanggung jawabkan.
Pembelajaran dari Dibalik kemenangan Fatin Shidqia malem ini dari pentas X factor Indonesia, bagi saya sangat berharga. Karena hal ini mengingatkan saya sendiri tentang bagaimana mengemas sebuah ‘produk’ untuk kita lempat ke pasar.
Pelajaran pertama adalah, pelajari emosi komunitas sebagai target segmen. Kemudian dorong cita-cita komunitas tersebut. Berikan apa yang menjadi keinginan dari pasar yang ada.
Kedua adalah, gunakan potensi-potensi yang dapat menarik atau menenggelamkan emosi pasar.
Untuk sebuah ‘produk’, Fatin Shidqia adalah produk yang berhasil! Karena dunia penjualan bukanlah dunia idealism. Dunia penjualan adalah dunia yang harus dapat melihat keinginan pasar dan memberikan apa yang diinginkan oleh pasar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sense of Meteorology: Kemampuan Meramalkan …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 18 September 2014 | 18:29

Tidak Ada Porter di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 18 September 2014 | 10:45

Perjuangannya Dilaporkan ke Polisi …

Anindita Adhiwijaya... | | 18 September 2014 | 16:41

Larangan Mobil Berpelat Jakarta (B) ke Bogor …

Hanna Chandra | | 18 September 2014 | 16:23

Lomba Menulis Kisah Cinta dan Pernikahan …

Fiksiana Community | | 18 September 2014 | 13:49


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 9 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 10 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 11 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 11 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

LPG untuk Masyarakat, Tak ada Jalan Mundur …

Tri Hatmoko | 8 jam lalu

Ditinggal Shalat, Balita pun Menghilang …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

Membumikan Tasawuf di Tengah Umat …

Fadh Ahmad Arifan | 8 jam lalu

‘Papa Pulang, Mama Basah’ …

Muhammad Fikrillah | 8 jam lalu

Kekacauan Sistematika Perundangan Bidang …

Suprijanto Rijadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: