Back to Kompasiana
Artikel

Marketing

Dedak Sanam

Anak Jalanan Merdeka

Strategi Bisnis yang Unik Indomaret

REP | 06 September 2013 | 21:27 Dibaca: 827   Komentar: 1   0

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang Indomaret, maklum usaha ini cukup penting dijadikan acuan bagi para pebisnis mini market atau bahkan warung waralaba.
Namun sebelumnya masih bingung mau tulis ceruk bidang apanya.
Sampai ada penugasan dari atasan untuk kegiatan marketing intelijen ke wilayah Bali, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Indomaret ataupun Alfamart [mohon maaf kalau salah tulis kedua brand tersebut].
Usaha Indomaret sudah sangat dikenal oleh masyarakat Bali, sebagai contoh ketika “Alfamart” mulai mengikuti jejak Indomaret di Bali - masyarakat masih menyebutnya Indomaret.
Baiklah kembali ke judul tulisan ini, strategi yang unik! To the point – tanggal 30 Agustus 2013 perhatikan sbb:

Flamboyan KLK/009
PT INDOMARCO PRISMATAMA
JL.ANCOL I/9-10,ANCOL,PADEMANGAN
JAKARTA UTARA
NPWP : 01.337.994.6-092.000
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
———————————————————————-
INDOMARET AIR/MN1500    2    2600    5,200
——————————————–
HARGA JUAL    :    5,200
——————————————–
TOTAL        :    5,200
BAYAR        :    6,000
KEMBALI        :       800
+PPN        :DPP=        4,727    PPN =473
PAKAI INDOMARET CARD&DAPATKAN PROMO KHUSUS
- TERIMA KASIH Versi 5.0.80.0 -
———————————————————————-
Hampir tidak ada yang aneh dari bukti pembayaran [bill/struk/nota etc.] tersebut di atas, dan saya tidak punya anggapan apapun sebelumnya! Kemudian beberapa jam saya kembali belanja di Indomaret di Jalan Puputan daerah Galiran Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung. Sapaan selamat datang yang katanya wajib militer indomaret tetap di-sounding dengan sangat sopan. Yang menjadi unik adalah harga air kemasan “Indomaret” yang sebenarnya diproduksi “TOTAL” untuk Indomaret. Anda pasti berpikir saya akan membahas “TOTAL” make product for “Indomaret”! jika begitu dugaan pembaca mohon maaf, mungkin lain kali kita bahas hal tersebut.
Yakni; harga air kemasan 1500ml yang sama – menjadi Rp. 2.500,-! Jarak gerai/toko/minimarket yang di Jalan Flamboyan dengan yang di Jalan Puputan sekitar 3km dan masih dalam satu Kecamatan yaitu; Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung Propinsi Bali.
Sayang sejuta sayang karyawan Indomaret yang di Jalan Puputan tidak memberikan bukti pembayaran [bill/struk/nota etc.].
Pertama sekitar jam 12:13 harga air 1500ml Rp. 2.600,- dan setelah beberapa jam di gerai yang berjarak sekitar 3km menjadi Rp. 2.500,-
Sesuai logika sederhana seharusnya harga air tersebut dari Rp. 2.500,- menjadi Rp. 2.600,-
Namun justru sebaliknya malah turun Rp. 100,-
Mungkin jika kita mempermasalahkan hal ini akan menjadi keterlaluan! Namun bukan itu yang perlu dipermasalahkan! Melainkan strategi harga yang cukup unik. Yaa Rp. 100,- bukan hal besar di Jum’at, 30 Agustus 2013 – hanya unik. Apakah Alfamart yang sudah tutup di sebelah Indomaret di Jalan Puputan terkena dampak strategi harga tersebut? Entahlah.
Bisa saja karena strategi Indomaret yang buka 24jam, atau malah karena kebiasaan masyarakat belanja di Indomaret.
Seperti kita ketahui pemilik Indomaret adalah orang terkaya di Indonesia, kalau tidak salah nomor 5, tentu saja kita perlu belajar banyak strategi bisnis. Maksudnya Belajar Katonan atau learning by seeing.
Ya tidak mungkin minta belajar dari orangnya langsung – kecuali kita undang sebagai dosen tamu!
Bersama beberapa teman sesampainya di Bandung saya berniat akan membahas strategi harga yang “membingungkan” tersebut. Sebagai acuan dasar; daerah Galiran menurut pegawai bidang Ekonomi di Pemda setempat. Mengatakan Galiran adalah Market Center, bahkan untuk seluruh wilayah Bali Selatan. Namun belum maksimal dikelola oleh pimpinan setempat. Sedangkan Indomaret di Jalan Flamboyan dekat dengan RSU dan sekolah SMK Pariwisata. Jadi apakah karena kedekatan Indomaret dengan Galiran yang Market Center, sehingga harus menjual air 1500ml lebih murah lagi Rp. 100,- bias saja!
Semoga bahan ini bisa dijadikan acuan oleh para ekonom aliran dynamic modern dan para Mahasiswa/I Fakultas Ekonomi  jurusan Manajaemen. Sehingga tidak melulu ekonom kita beraliran texbox – melainkan perpaduan antara ortodoks dan dynamic modern. Dan untuk pembaca umum semoga tulisan ini bisa menambah wawasan belanja sederhana dan merakyat.

Tasikmalaya, Jum’at, 30 Agustus 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: