Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Yoyo Agra

Standar Indonesia

PEMBANGUNAN EKONOMI PEDESAAN

OPINI | 02 October 2010 | 06:26 Dibaca: 965   Komentar: 5   0

Memperhatikan kondisi dan situasi pada saat ini, begitu banyak terdengar iklan politik yang begitu syahdu dan sangat memabukan bagi orang awam saparti saya ini. Mereka begitu lantang dalam meneriakan sebagai pengayon masyarakat yang berlagak sebagi malaikat penyelamat dalam mengatasi problem ekonomi yang sedang di hadapi oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Jargon ekonomi merupakan makanan empuk bagi para calon presiden dan wakil presiden dalam meyakinkan mayarakat untuk memilih mereka pada saat nanti hari pencoblosan. Dari sekian banyak potesi ekonomi mereka saling berlomba menyuguhkan Jargon Ekonomi kerakyatan dan seolah-oleh mereka yakin akan bisa mewujudkan janji manis yang selama ini di beberkan.

Apakah mereka sadar atau tidak, bahwa selama ini perekonomian Indonesia banyak dipengaruhi oleh kegiatan perekonomian masyarakat pedesaan yang merupakan basis masyarakat Indonesia. Namun kenyataannya dewasa ini, masyarakat pedesaan seolah-olah tidak bisa berperan dalam membangun perekonomiaan Indonesia dan tenggelam dalam bayang-bayang ketidakjelasan arah pembangunan pemerintah dalam menguatkan peran pedesaan sebagai basis ekonomi kerakyatan. bahkan semenjak krisi moneter menghantam Indonesia tahun 1997 peran pemerintah terhadap kegiatan perekonomian pedesaan kurang sebab mereka lebih memprioritaskan wilayah perkotaan. Bimbingan dan penyuluhan dirasa kurang dan sama sekali tidak ada, lebih-lebih untuk pedesaan terpencil yang jauh dari ibukota kabupaten atauibukota kecamatan serta akses transfortasi yang sulit terjangkau oleh kendaraan.

Jumlah desa di Indonesia berjumlah ribuan dengan tekstur dan karakter Sumber Daya Manusia serta Sumber Dalam Alam berbeda yang merupakan potensi untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan yang berbasiskan pertanian, peternakan, perikanan, usaha kecil dan menengah.

Oleh karena itu, pemerintah yang akan datang harus jeli dan konsisten dalam menggali, memberdayakan serta mengembankan potensi ekonomi pedesaan sehingga tercipta sebuah dinamika perekonomian yang benar-benar pro rakyat. Walaupun selama ini pemerintah terus-terusan memberikan bantuan untuk masyarakat di pedesaan namun ada banyak beberapa hal yang kurang diperhatiakan dan dijalankan pemerintah.
Dalam memberdayakan ekonomi pedesaan maka diperlukan kebijakan, strategi dan system ekonomi yang berpihak kepada rakyat serta didesain secara sistematis. Salah satu kebijakan dan strategi yaitu menganut system pembangunan yang beroreintasi kerakyatanyang berpihak pada kepentingan rakyat, tidak berarti akan menghambat upaya mempertahankan atau meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, akan tetapi pertumbuhan hanya akan berkesinambungan dalam jangka panjang jika sumber utamanya berasal dari rakyat itu sendiri, baik berupa produktivitas rakyat maupun sumber daya yang berkembang melalui penguatan ekonomi rakyat.

Maka untuk membangun pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan yang berbasis Ekonomi pedesaan pemerintah harus :

1. Membangun kembali jaringan penyuluhan dan pembinaan yang benar-benar berkelanjutan, terorganisir serta tepat sasaran.
2. Membangun lahan pertanian,perikanan, peternakan, usaha kecil dan menengah sesuai dengan karakteristik desa tersebut.
3. Membangun dan memperbaiki saluran irigasi dengan memampaatkan alam sekitar dan tidak merusak lingkungan.
4. Membangun jaringan pemasaran hasil produk dengan memberdayakan koperasi secara mandiri dan professional.

Mewujudkan tujuan itu, pemberdayaan dan pembangunan harus di tunjang dengan melaksanakan program organisasi, manajemen, keuangan, permodalan dan pengembangan usaha menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya dan juga meninjau serta menata kembali langkah-langkah peningkatan tersebut sebagai jalan menuju visi masa depan yang lebih baik.

Didalam menjalankan Pemberdayaan Ekonomi pedesaan, mempunyai tujuan yang harus dicapai yaitu mensejahterakan masyarakat pedesaan serta untuk tetap berdiri eksis di tengah gempuran ekonomi kapitalis dan neoliberalis. Salah satu contohnya yaitu pengembangan usaha yang efesien, mandiri dan handal melalui kegiatan produksi, perdagangan, pelayanan jasa dan transaksi lainnya.

Namun itu semua harus di dukung oleh stockholder yang benar-benar konsisten tidak memandang suku, agam,dan ras, di samping itu juga, masyarakat harus bisa menjalankan yang sesuai dengan yang telah di programkan pemerintah dengan kemauan yang ihlas daan menginginkan perubahan terhadap kehidupan perekonomian yang sejahtera.

Disadur dari berbagi sumber…..!!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mahalnya Parkir di Jepang …

Sunardialbanyumasi | | 30 September 2014 | 00:50

Membaca Karakter SBY Lewat Sidik Jari …

Indra Sastrawat | | 30 September 2014 | 10:10

Kesaktian Pancasila, PKI, dan Polemik …

Zulkarnaen Lubis | | 30 September 2014 | 11:34

Mengapa Kelucuan Pelawak Tak Bertahan Lama? …

Odios Arminto | | 30 September 2014 | 02:28

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 4 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 5 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 6 jam lalu

Pembantu yang Berani Mimpi Jadi Big Bos …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Meluapkan SBY, Melupakan PS …

Thamrin Sonata | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Wow… SBY Mendapat Penghargaan Doktor …

Dheandra Kusumah | 7 jam lalu

Beberapa Dinas Bebal, Implementasi Perwali …

Surya Rahmah Labetu... | 7 jam lalu

Sektor Kelautan Kini Punya Payung Hukum …

Jejaka Bahari | 7 jam lalu

I’m Jomblo and Very Happy …

Nur Rahma Nisrina H... | 7 jam lalu

Humor Revolusi Mental #012: Mengapa Buah …

Felix | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: