Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Pengertian kode etik

REP | 05 December 2010 | 10:34 Dibaca: 9442   Komentar: 0   0

1. Pengertian kode etik

Dalam hal ini berarti sebagai “kitap hukum”,sedangkan etik berarti susunan moral yang terdiri atas nilai-nilai yang tersusun baik dalam suatu system yang bulat. Jadi kode etik pada hakikatnya adalah memuat aturan-aturan atau norma-norma yang dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas fungsi semua orang yang terlibat dalam suatu organisasi. Jadi nilai-nilai atau norma-norma itu terkandung didalam suatu system yang dijadiakan pedoman untuk bertingkah laku ataupun dalam menjalankan tugas yang berlaku bagi sekelompok orang yang terlibat dalam kelompok profesi.

2. Pengertian kode etik guru Indonesia

Bahwa kode etik ini diperuntukkan dan dihormati serta ditaati oleh semua guru di Indonesia.

Kode etik guru mengatur hal-hal sebagai berikut:

a. Mengatur hubungan guru dengan anak didik (1-3)

b. Mengatur hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat (4,5)

c. Mengatur hubungan guru dengan jabatan atau profesinya ( 6,8)

d. Mengatur hubungan guru dengan teman sekerja (7)

e. Mengatur hubungan guru dengan pemerintah (9)

f. Mengatur hubungan guru dengan kepala sekolah atau atasanya

g. Mengatur hubungan guru dengan tuhannya(TIM pengembangan MKDK IKIP Semarang 1989,134)

3. Dasar-dasar etik bagi pembimbing sekolah

Suatu profesi mempunyai cirri-ciri tersendiri, oleh sebab itu sesuatu organisasi preposionil dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Setiap anggotanya mempunyai tubuh disiplin spesialisasi tentang pengetahuan, ketrampilan,sikap dan praktek.

b. Disiplin dalam bidang pengetahuan , ketrampilan , sikap dan bagian ini diperoleh melalui penelitian ilmiah dan dipelajari secara ilmu pengetahuan.

c. Disiplin dalam bidang pengetahuan, ketrampilan dan sikap ini didapat melalui persiapan yang bersifat prefosionil pada tingkat graduate pada sebuah college atau universitas maupun melalui in-servis training yang kontinu dan peningkatan yang bersifat perorangan sesudah menyelesaikan pendidikan formil.

d. Disiplin pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang special ini di check secara kontinu dan diperluas melalui riset dan penemuan-penemuan secara ilmu pengetahuan.

e. Setiap profesi mempunyai literatur tersendiri, bahkan system yang tersendiri pula, dan seharusnya atau semestinya mengambil bagian –bagian isinya dari ilmu pengetahuan lainya.

f. Suatu profesi mengutamakan pelayanan terhadap individu dan masyarakat diatas kepentingan pribadi. Profesi itu mempunyai filsafat dan kode etik tersendiri.

g. Suatu profesi melalui ikatan organisasi anggotanya, secara suka rela terus –menerus memajukan dan melengkapi kesempurnaan kualitas profesinya dan pelayanan terhadap individu dan masyarakat.

h. Keanggotaan di dalam organisasi yang bersifat profesi dan pemraktekan profesi mestilah terbatas pada orang –orang yang memenuhi dasar-dasar persiapan dan kompetensi minimum yang standar.

i. Profesi itu memberikan suatu jalan kehidupan dan keanggotaan yang tetap selama pelayanan-pelayanan memenuhi dasar-dasar profesi.

j. Umum mengenal serta menaruh kepercayaan kepadanya dan bersedia member imbalan kepada anggota-anggota profesi untuk pelayanan mereka.

4. Sikap konselor

Seorang konselor harus dapat mengkomunikasikan.

1. Penerimaan(acceptance)

2. Penuh pemahaman (understanding)

3. Kesungguhannya(sincerity)

4. Komunikasi(kemampuan berkomunikasi)

Guru konselor : seorang guru yang dipilih diantara guru-guru untuk memperoleh keahlian tambahan dalam bidang bimbingan ,pilihan itu terjadi berdasarkan cirri kepribadian,minat terhadap bimbingan,sikap dalam bergaul dengan murid yang mirip dengan sikap seorang ahli bombing,kemampuan untuk mengikuti penataran dengan sukses.

Jadi tenaga ini adalah part-time teacher dan part-time counselor dengan perbandingan waktu 50%-50%.

Tugas Konselorà tergantung dari ada tidaknya tenaga ahli bimbing di sekolah. Kalau ada tenaga ahli , teacher-counselor membantu tenaga ahli dalam memberikan pelayanan bimbingan, khususnya dalam pengumpulan data, penyebaran informasi kepada murid melalui bimbingan kelompok dan dalam wawancara konseling. Kalau tidak ada tenaga ahli semua tugas yang khas bagi tenaga ahli dan coordinator akan dibebankan kepadanya, namun mutu dari program bimbingan tidak akan sebegitu tinggi, Karena tenaga ini tidak ahli 100% dalam memberikan semua bentuk layanan bimbingan.

Penerimaanà sikap-sikap yang tumbuh dan berkembang dari tanggapan-tanggapan yang dibuat oleh orang terhadap pengalaman sepanjang hidupnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Lebaran di Jerman dengan Salad …

Gitanyali Ratitia | | 29 July 2014 | 16:53

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Memilih Tempat yang Patut di Kunjungi, Serta …

Tjiptadinata Effend... | | 29 July 2014 | 19:46


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: