Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Asisten Vitual

lagi belajar menulis. semoga bisa konsisten setiap hari nulis. Have a Nice Day..!!

Membangun Bisnis Profit tanpa RIBA

REP | 06 February 2011 | 00:24 Dibaca: 1045   Komentar: 3   0

Membangun Bisnis Profit Tanpa RIBA

oleh Tri Astuti pada 29 Januari 2011 jam 7:10

Bagaimana caranya memulai usaha bersih tanpa hutang, tanpa kredit bank, tanpa riba, tanpa menggadaikan apapun, tanpa tipu-menipu? Yang pasti berkah dan tidak beresiko terhadap kelangsungan bisnis.

strategi yang saya dapatkan dari Bapak H Heppy Trenggono M kom, Bangkrut 62 Milyar dan dalam 4 tahun asetnya 4 trilyun tanpa riba.

Dana tidak hanya diperlukan pada saat memulai usaha saja, tapi juga kadang pada saat pengembangan atau pembiayaan proyek2.

Ternyata sumber uang selain Bank Deal ada yang namanya Equity Deal. Sifatnya saham atau bagi hasil bisa dengan perorangan atau institusi.

Siapakah yang berinvestasi bila kita berbicara dengan orang bukan institusi

sumbernya disingkat 4 F + 1 P

F (1) Founder, dana dari pendirinya sendiri. Mungkin pendirinya sendiri sudah punya tabungan yang digunakan sebagai investasi.

F (2) Family, dana yang datang dari orang tua atau sanak saudara.

F (3) Friend, dana yang datang dari sahabat karena biasanya sudah mengenal dan faktor kepercayaan yang lebih besar.

3 F ini mau berinvestasi di bisnis Anda karena mereka suka Anda, percaya Anda dan kenal baik dengan Anda atau mungkin bahkan kasihan dengan Anda

F( 4) Fool, dana dari orang-orang tidak Anda kenal sebelumnya yang begitu saja percaya terhadap cerita bisnis yang kita tawarkan. Mereka juga suka, tapi suka dengan ceritanya. Orang ini banyak dan ada dimana-mana, termasuk saya dulu. Bahkan ada juga komunitasnya. Biasanya golongan ini adalah orang yang banyak kehilangan uang(mungkin sebagian besar bukan ditipu dengan partner bisnisnya karena saya yakin niat awal mereka juga bisnis ingin sukses bukan nipu orang kan? Mereka percaya dengan iming2 bagi hasil yang fantastik walau resikonya besar. Mungkin diantara kita juga pernah jadi si FOOL ini ;)

Irrational exuberant ada di Fool ini alias mereka berbisnis dengan emosinya, mereka sulit mendengarkan lagi apa kata orang. Kasus yang cukup besar pernah terjadi adalah PT QSAR, ternyata trilyunan uang masuk dari kantong2 Investor FOOL ini, bahkan mantan WaPres juga menaruh 30 Milyar didalamnya.

Yang mesti diingat jangan tawarkan bunga atau keuntungan tetap didalamnya untuk family, friend dan fool ini karena nantinya sama juga deh ribanya. Tawarkanlah kerjasama bagi hasil. Anda bisa melihat contoh2 perjanjian kerjasama yang islami di buku2.

kemudian sumber dana yang terakhir dari:

P, Profesional, tidak mudah mendapatkan dana dari sang investor Pro ini karena mereka selalu pesimis dan hati-hati. Makanya banyak juga di antara kita tidak terlalu menyukai dan mengusahakan dana dari mereka.

Itulah yang menarik. Entrepreneur selalu optimis dan investor selalu pesimis /curiosity cari lubang hal apa yang tidak diinginkan terjadi.

Sebenarnya apa sih yang membuat terasa sulit mendapatkan dana dari si Pro? pasti mereka memiliki banyak sekali alasan.Di antaranya adalah:

Memastikan bahwa uangnya kembali dan bisnis itu jalan. Mereka berbisnis dengan intelektual bukan emosional seperti FOOL. Makanya jangan marah kalau ketemu mereka. Seolah2 bisnis plan bapak-ibu dikuliti dengan kejam dan akhirnya juga tidak jadi berinvestasi.

Perlukah kita berpikir dengan sudut pandang seperti investor pro ini? Tentu sangat perlu untuk memastikan bisnis kita jalan dan sangat menguntungkan bagi kita karena kita menjalankan bisnis yang low risk.

Kemudian sesudah kita merancang bisnis kita yang menurut investor Pro itu bisa berjalan maka kita boleh menemui yang 4 F (founder, family, friend,fool) untuk mendapatkan modal. Kita bisa lebih mudah meyakinkan dan mendapatkan uang dari mereka.

Jangan sampai kita dapat modal dari fools dan berpikir ala fools juga(optimis berlebihan), habis juga deh tuh duit. Anda hanya mengajak miskin banyak orang.

Biasanya Ada 3 Pertanyaan dari investor Pro :

1. Apakah proposal /deal Anda layak dibiayai?

2. Apakah Anda sendiri layak untuk dibiayai? Siapa Anda,Dari mana datangnya, bersama siapa Anda, track record/pengalamannya seperti apa?

3. Apakah segala resikonya bisa ditanggung? Karena investor Pro juga tahu, bisnis pasti ada resikonya, tapi kalau rugi, mereka masih bisa menanggung. Jadi ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan agar resikonya ini kecil.

Sebaliknya pertanyaan dari investor FOOL ini setelah mendengar cerita kita hanya satu:

Kapan Anda butuh duitnya biar saya segera transfer jangan sampai keduluan orang lain?

Itulah kira-kira. ;)

Investor Pro akan selalu benar berhati-hati dan ada beberapa pertanyaan lain yang bisa kita ajukan bila posisi kita dipihak investor.
Apa yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan proposal itu dan tidak kita inginkan?
Mengapa Anda perlu uang saya? Untuk restrukturisasi Anda? Untuk Anda sendiri atau untuk bisnis Anda? Atau untuk hal yang lain? Itulah pentingnya jujur agar dipercaya.
Jika kita bangun bisnis tersebut, apakah benar konsumen akan datang/beli dan terus meningkat pembeliannya, strategi apa yang Anda jalankan sehingga pasti orang akan beli lewat Anda? Benarkan Anda bisa membuat itu, karena semua orang bisa buat bisnis plan..ya semua orang. Dan kita juga bisa tinggal kopi saja. Masalahnya apakah Anda bisa membuat hal itu benar2 terjadi?
Bisakah Anda merealisasikan angka2 yang ada diproposal itu ? Katakanlah dalam 3 tahun bisa terbuka 10 cabang, benarkah itu bisa terjadi?
Tunjukkan pengalaman / track record Anda sebelumnya?
Siapa yang melaksanakan konsepnya/yang menjalankannya? Manajer2nya siapa, direksinya siapa?
Apa latar belakang mereka?
Apakah mungkin ini ide bagus dan akhirnya bangkrut juga? Apakah mungkin juga ini ide biasa2 saja tapi bikin kita kaya?
Kapan kepastian balik modalnya? Seberapa lama balik modalnya? Anda kan gak mungkin juga membiayai bisnis yang BEP nya lebih dari 10 tahun atau yang beli konsumennya 1 juta orang dulu karena dijual murah2.
Bisakah Anda mengeksekusi rencana ini? Siapa yang bertanggung jawab benar2 melaksanakannya?
Apakah pertanyaan dibalik setiap pernyataan yang mereka buat yang bisa memperjelas bahwa bisnis itu benar2 pasti jalan.
Apa yang tidak dikatakan olehnya ? Melihat dibalik semua ( apa yang sesungguhnya terjadi?) kadang ada hal yang tidak mereka sampaikan, misalnya pemilik bisnis plan pernah punya pengalaman bangkrut. Sebenarnya kita bisa bertanya kenapa dia dulu bangkrut dan bagaimana caranya agar hal itu tidak terjadi lagi? Jangan sampai dia melakukan kesalahan yang sama lagi.
Apa masalah dalam proposal ini yang harus kita cermati?
celah kesalahan apa yang mungkin ada?

Pertanyaan yang dilontarkan seolah kejam dan ingin menjatuhkan, padahal mereka hanya ingin kepastian bisnis kita BERJALAN dan uangnya balik. (bukankah itu juga yang kita inginkan?

Mereka berusaha melontarkan pertanyaan2 yang sulit yang memang harus kita antisipasi sebelum hal itu memang betul2 terjadi. (baik sekali investor PRO ini ngasih tahu kita yah?? :) )

Bagi investor PRO Investing is intelectual sport, it is not emotional sport.

Karena investasi pakai uang beneran, maka berhati-hati berinvestasi dengan uang bank karena banyak diantara investor FOOL yang melakukannya.

Investor PRO fokus pada bisnisnya, bahwa bisnisnya berjalan dan memberikan hasil yang bagus. Mereka tidak hanya fokus pada produknya bagus atau tidak.

Cobalah kita berpikir ala investor dengan meningkatkan kualitas pertanyaan. Jangan sekedar membicarakan produk dan prosedur. Cobalah berpikir diatasnya.

Kadang kita selalu kuatir investor meniru2 bisnis yang akan kita jalani sehingga banyak yang kita tutupi, padahal mereka hanya perlu kejelasan bagaimana cara kita menjalankan bisnisnya.

Ingatlah produk bagus bukan jaminan kesuksesan tapi bagaimana kita menjalankannya. Walaupun orang bisa mencopi bisnis plan kita, belum tentu juga mereka bisa melakukannya dengan baik.

Jangan mentang-mentang bisnis restaurant lagi booming, baru tahu sedikit resep didapurnya kita juga ikut-ikutan. Padahal banyak aspek yang harus kita pelajari.

Jika kita belum memiliki kompetensi dalam sebuah bisnis, jangan langsung menginvestasikan uang kita tetapi investasikanlah waktu kita untuk belajar terlebih dahulu dan Bertanya kepada yang lebih ahli. Jangan bersikap sok tahu dan sok pintar seperti investor FOOL

Setiap Investor PRO juga biasanya punya rule/aturan masing-masing. Kalau saya sendiri punya aturan investasi tidak lebih dari 30% dari cash yang saya miliki.Mereka tidak akan mau menaruh telur dalam satu keranjang.

Walau nampaknya sulit bekerja sama dengan investor Pro tapi jangan kuatir, banyak cara untuk membuat mereka percaya pada Anda dan biasanya bisnis Anda juga akan lebih aman bersama si Pro ini. Ini nih hot button mereka:

1. Pent up demand

sell it before you build it. Jualan dulu baru bangun bisnisnya.

untuk yang ini saya punya pengalaman pribadi dan ingin sharing.

Kaos www.mutif.net adalah bisnis yang bisa dikatakan modal dengkul tanpa bank, nyaris tanpa pinjaman investor bahkan dana yang saya keluarkan sangat minim dari kantong saya. Dari sampel yang saya buat lalu saya bikin katalognya secara offline dan online, saya akhirnya mengantongi order-order pembelian jumlah besar dengan fokus distributor bahkan sebelum saya memproduksinya DP sudah ada ditangan. Subhanallah

Penawaran dan negosiasi dengan para supplier akhirnya juga membuahkan hasil karena order sudah ditangan mereka berani memberi bahan baku bahkan banyak yang berminat ikut investasi dan akhirnya saya punya kebebasan untuk memilih supplier yang memberi keringanan harga dan cara pembayaran lebih panjang. Yang jelas sementara aman tanpa pinjaman.

investor akan ragu bila produknya gak jelas, apalagi yang belinya juga gak jelas.

Intinya kantongi order gak cuma sekedar bicara jelas potensi marketnya. Potensi itu kan baru kemungkinan orang bisa beli atau tidak. Bisa jadi market berubah atau keinginan market tidak sama seperti yang kita definisikan. Kita hanya menebak2 saja.

2. Manajemen yang baik.

Money love track record. Pastilah investor butuh kepastian siapa orang-orang yang menjalankan bisnis didalamnya. Apakah orang yang baru belajar atau sudah berpengalaman didalamnya. Untuk contoh ini saya : masih ambil contoh kaos mutif lagi hehe, saya bekerjasama dengan konveksi yang sudah cukup berpengalaman di bidangnya, baik tenaga penjahit, tukang pola, cutting didalamnya maupun manajemennya.

Investor perlu verifikasi data kita (cari testimoni), mungkin lewat orang lain/partner bisnis kita yang sebelumnya. Bukan cuma sekedar pinter bikin angka2 di proposal, tetapi pinter merealisasikan angka2 tersebut.

Berapa banyak proposal bagus akhirnya kandas diperjalanan, karena proposal itu belum akhir dari segalanya.

3. Make entry barrier

Bukan bisnis yang bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Alias tidak pasaran.

Para investor perlu kepastian investasi jangka panjang. Bukan bisnis yang mudah menjamur dan dilakukan siapa saja. Contoh bisnis air isi ulang, warnet, kelontongan dll nampak diawal menggiurkan tapi selanjutnya melempem walau masih ada sebagian yang bertahan.

4. Risk and Reward Relationship

biarlah high risk high return prinsip milik si Fool aja. Prinsip investor PRO bisnis harus low risk high return. Mereka tidak suka dengan resiko2 yang terlalu besar walau hasilnya juga besar. Karena resiko yang besar biayanya juga besar, apalagi mereka berinvestasi dengan uang beneran yang susah payah didapat dari perjalanan jatuh bangun di bisnis investor PRO itu sendiri.

Alhamdulillah sejak ikut coach bisnis di Indonesia Islamic Business Forum, Saya bisa berbisnis dengan percaya diri. Segala aspek/lubang bisnis yang membuat kita bisa jatuh diminimalkan dengan alat/tools bisnis yang sederhana dan mudah dipahami walau belum tentu mudah untuk dilaksanakan oleh semua orang.

Entrepreneur sukses memimpin bukan dengan uangnya tetapi dengan waktu dan kterampilannya.

Alhamdulillah semoga jadi inspirasi bagi sahabat dimana saja. Ayo kita perangi riba!!

NO RIBA, Cut credit card

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 5 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 5 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 9 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 12 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 7 jam lalu

Tentang Aktivis Mahasiswa …

Ardiabara Ihsan | 8 jam lalu

Mendahului Perubahan …

Ardiabara Ihsan | 8 jam lalu

Emak, Izinkan Aku Ikut Demo …

Fitria Yusrifa | 9 jam lalu

Insiden Heroik 19 September 1945 …

Www.parikanedansuro... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: