Back to Kompasiana
Artikel

Moneter

Pulo Siregar

Penggiat Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat di bidang Perbankan melalui wadah Lembaga Bantuan Mediasi Nasabah (LBMN). selengkapnya

BI Checking Akan Dihapus Setelah 5 Tahun?(Membantu Nasabah Menyelesaikan Masalahnya 4)

OPINI | 09 February 2011 | 06:54 Dibaca: 30223   Komentar: 38   2

Pada tanggal 26 sampai tanggal 29 Januari kemarin, ada seseorang yang sebut saja inisialnya TM berkonsultasi dengan kami via email.

Isi hasil konsultasi via email tersebut saya kutip sebagai berikut:

TM :

Pak, sudah beberapa kali saya mengajukan kredit ditolak dengan alasan BI Checking katagori 5. Nah yang jadi masalah BI Checking yang jelek itu atas nama istri untuk nama saya kebetulan bersih. Dan Jujur saja saya kebingungan. Padahal menurut versi saya YANG pinjam kan saya bukan Istri tapi kok dipersulit. Kemudian saya minta bantuan teman yang bekerja di BANK untuk mengecek, dan ternyata hasil catatan BI Checking memang ada catatan yang membuat kami bingung. Disitu tercatat Istri mengambil Kendaraan Sepeda motor sampai terlambat 318hari. Kami jadi bingung setahu kami, kalo memang terlambat setoran 3 bulan aja motr dicabut. Kronologisnya pernah kami ambil motor di lembaga keuangan WOM tahun 2006, memasuki bulan ke-6 motor tersebut over kredit secara bawah tangan. Kami mengaku ini salah tetapi menurut kami orang yang melanjtkan kredit kami dapat dipercaya. Eh.. ternyata malah tambah beban bagi kami. Lha yang kami ga habis pikir KALO TOH ORANG YANG MENERUSKAN KREDIT KAMI TERNYATA MACET secara LOGIKA kan motor ditarik dengan asumsi 3 bulan terlambat membayar kredit berarti kan motor ditarik. Artinya keterlambatan 90hari/3 bulan tetapi kenapa di catatan BI Checking 318.

Mohon kiranya dapat membantu kami.

Terimakasih.

Saya (Lembaga Bantuan Mediasi Nasabah Bank):

Kecuali kartu kredit/KTA/Personal loan, kredit2 lainnya seperti KPR kredit komersil kredit modal kerja, biasanya suami isteri di BI checking. Itu sudah aturan bank pd umumnya.  Jumlah hari tunggakan merupakan kumulatif semenjak awal pinjaman.

Jadi bukan berarti semenjak macet total. Ketika kredit masih lancar namun terlambat beberapa hari dari tanggal jatuh tempo pembayaran angsuran itu akan tercatat.

Apabila bulan berikutnya juga begitu maka harinya akan bertambah.  Jadi sekali lagi jumlah hari tunggakan bukan dimulai dari ketika macet total.

Demikian p TM mudah2an jawaban kami membantu. Kl masih ada yg krg jelas dengan senang hati kami akan membantu.

TM :

Menurut Informasi apakah benar BI cecking akan dihapus setelah 5th. Itu artinya kami harus nunggu selama itu. Apakah ada solusi lain?

Saya :

Berdasarkan fakta yang ada, informasi itu salah besar. Ketika membalas email ini didepan saya ada salah satu arsip yg terpaksa saya bongkar untuk mendukung jawaban aya.

Berdasarkan data yg dihadapan saya ini terdapat data yg telah macet semenjak april 2004 sementara waktu ybs minta bantuan saya untuk bi checking bulan nopember 2009 artinya sudah 5 tahun lebih.  Kalau mau tau posisi tunggakan berjalannya   telah menjadi 800 persen atau 8 kali lipat dari saldo pokok.  Nah, dari faktayg ada ini berarti informasi yg TM dengar itu tidak benar sama sekali. Dan saya yg sudah lama berkecimpung di dunia BI checking dan memelototi hampir  ribuan lembar hasil bi checking belum pernah
mendengar adaketentuan seperti itu. Jangankan dipertimbangkan untuk dihapus. Pertumbuhannya saja bisa menakjubkan.

Contoh kasus yg lain ada pertumbuhannya yg super fantastis. Dari limit kartu kartu kredit 6 juta yg macet sejak april 2004  bulan desember kemarin pihak menyurati pemilik kartu kredit bank tersebut untuk menagih total kewajiban yang sudah menjadi 125 jt an. Fantastis! Nyata! Bukan?  Kl mw bukti sy bisa scan untuk sy kirim via email asal ada kompensasinya ( he he he )hitung2 untuk bantu2 menambah kas lembaga.

Tentunya hal seperti ini bukan hanya yg masih blm lunas. Yg sudah lunas sekalipun tetap masih ditampilkan. Karena namanya juga “history” jadi kelihatan lunasnya dalam
kategori lancar atau non performing.  Mengenai yang sudah lunas2 itu,  sy juga pernah mempertanyakan hal seperti ini ke petugas bank indonesia langsung ketika  mengurus bi checking,  jawabannya yg kl dapat sy simpulkan  adalah krn namanya juga untuk keperluan history kenapa harus dihapus?  Kalau historisnya bagus kan malah senang
ditampilkan? Dan pesan yg bs ditangkap dari itu adalah jangan pernah punya history kurang baik apalgi jelek. Krn history itu tidak akan terhapus dalam waktu yg tidak terbatas.  Apalagi sekarang ini yang bekerja adalah sistem bukan manual. Kl manual mungkin bs selamat. Tapi kalau sistem? Susah menjawabnya.

Hanya, khabar baiknya adalah bahwa bagi sebagian bank history bi checking  bukan harga mati. Dengan catatan kredit yg historynya jelek tersebut sudah lunas.  Kl blm lunas sepertinya semua bank masih sepakat untuk menolak. Oleh karena itu, kalau msh berharap mw dapat pinjaman dr bank sebisa mungkin diselesaikan. Masalah klasik seperti yg make adalah teman dll, bank tidak akan mw dengar. Seolah ingin mengatakan masalah dengan teman atau siapa saja, silakan aja diselesaikan secara antar teman.

Demikian, mudah2an bs membantu

TM :

Terimakasih banyak ya Pak. Menurut anda solusinya saya datang ke WOM kemudian melunasi begitu? walau kami tidak menggunakan Motornya? Oke kalo memang cara itu bisa merubah penilaian Bank bagi kami ga masalah. Saya pribadi mending membayar tunggakan tsb dari pada di kemudian hari kami sulit mendapatkan pinjaman dari bank, apalagi kalo ada proyek pengadaan barang yang nilainya ratusan juta, kami sulit pak untuk pengajuan ke Bank. Lagi2 BI Cheking atas nama istri. Bulan ini saja saya kehilangan proyek pengadaan Laptop buat guru2 sejumlah 100 unit senilai 500jt. Tapi apakah pengobanan kami ini betul2 bisa merubah penilain bank? Sekali lagi kami merasa terbantu atas informasinya.

***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 4 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 10 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 10 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 11 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: