Artikel

Jafar Bua

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Video Journalis Trans TV, salah satu stasiun televisi populer di Indonesia. Saat ini bekerja dan berdomisili di Pulau Sulawesi, namun ingin berkelana ke seluruh pelosok Nusantara Jaya. Email: jgbua@yahoo.com. Handphone: +6281341045728. Semua tulisan di microsite ini dapat dikutip sepanjang menyebutkan sumbernya, sebab ini semua adalah karya cipta.

Kredit untuk Petani Miskin


REP | 21 February 2011 | 18:46 Dibaca: 225   Komentar: 10   Nihil

Ini adalah catatan sederhana seorang kepala daerah melihat langsung dan bekerja membangun daerahnya selama kurun waktu kepemimpinannya di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sejak Ia duduk sebagai penjabat Bupati pada 2002, hingga memastikan diri maju dalam pemilihan gubernur Sulteng. Berikut nukilan catatannya:

Anggaplah ini saran professional dari seorang pelaku pembangunan atau apalah namanya. Tapi kalau cuma jadi bahan diskusi, tentu tak masalah. Saya Cuma ingin membagi pengalaman soal pemberian kredit usaha bagi para petani miskin. Menurut saya, yang diperlukan cuma tekad dan keseriusan dari Pemerintah saja modal awalnya. Tekad untuk meningkatkan kesejahteraan petani kita, rakyat kita.

Saya sudah coba memberikan kemudahan akses kredit ke masyarakat miskin di Kabupaten Parigi Moutong. Kredit tersebut tanpa agunan. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong sejak 2006 telah mengagunkan dana ke bank sebesar Rp2,5 miliar yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Sejak kebijakan itu dikeluarkan, tercatat 1.180 orang yang mengajukan permohonan kredit dengan jumlah dana pinjaman bervariasi antara Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta.

Kalau pemerintah mau serius, petani kita tidak susah mengakses kredit. Sekarang bank jangan berpikir petani tidak mau mengembalikan kredit. Padahal kalau diberi kemudahan, saya optimistis petani juga mau mengembalikan pinjamannya. Kita harus berani membuat terobosan baru untuk ekspansi APBD. Misalnya, dengan membiayai sektor ril dengan cara menjadi penjamin di bank.

Dalam hal ini, Bank Sulteng sebagai satu-satunya bank milik pemerintah daerah mestinya didorong untuk membiayai kredit usaha bagi petani. Pemerintah provinsi kemudian menjadi penjamin dengan dukungan APBD. Hanya saja, itu butuh keberanian dari kepala daerah lima tahun mendatang. Pemerintah daerah harus berani mengambil langkah untuk menjadi penjamin di bank miliknya sendiri. Setiap tahun, pemerintah memiliki sisah perhitungan anggaran (Silpa). Silpa inilah yang bisa diarahkan untuk mendukung kegiatan perbankan di sektor pertanian.

Untuk mendorong Bank Sulteng bisa menjadi bank penyalur kredit di sektor pertanian, manajemen bank tersebut harus diperbaiki agar kepercayaannya terhadap masyarakat meningkat. Jika kepercayaan tersebut tinggi, saya yakin dana pihak ketiga juga akan meningkat di bank milik daerah kita ini.

Kita bisa melakukan semuanya selama kita punya tekad yang sungguh-sungguh membangun daerah ini, mengsejahterakan rakyatnya, bukan hanya punya keinginan merebut kekuasaan. ***

Oleh: Drs H Longki Djanggola, M.Si*

*Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: